<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Penanganan Pandemi Covid-19 Jadi Prioritas di Pertemuan FMCBG G20 Kedua</title><description>Pengendalian pandemi Covid-19 masih menjadi prioritas dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582596/sri-mulyani-penanganan-pandemi-covid-19-jadi-prioritas-di-pertemuan-fmcbg-g20-kedua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582596/sri-mulyani-penanganan-pandemi-covid-19-jadi-prioritas-di-pertemuan-fmcbg-g20-kedua"/><item><title>Sri Mulyani: Penanganan Pandemi Covid-19 Jadi Prioritas di Pertemuan FMCBG G20 Kedua</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582596/sri-mulyani-penanganan-pandemi-covid-19-jadi-prioritas-di-pertemuan-fmcbg-g20-kedua</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582596/sri-mulyani-penanganan-pandemi-covid-19-jadi-prioritas-di-pertemuan-fmcbg-g20-kedua</guid><pubDate>Kamis 21 April 2022 07:57 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/21/320/2582596/sri-mulyani-penanganan-pandemi-covid-19-jadi-prioritas-di-pertemuan-fmcbg-g20-kedua-ZLs9yIK4ZG.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Penanganan pandemi covid-19 masih jadi bahasan prioritas utama pertemuan negara G20 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/21/320/2582596/sri-mulyani-penanganan-pandemi-covid-19-jadi-prioritas-di-pertemuan-fmcbg-g20-kedua-ZLs9yIK4ZG.jpeg</image><title>Penanganan pandemi covid-19 masih jadi bahasan prioritas utama pertemuan negara G20 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengendalian pandemi Covid-19 masih menjadi prioritas dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 kedua di Washington DC.
BACA JUGA:BI: G20 Tegaskan Dukungan untuk Negara yang Kesulitan Utang

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan negara anggota G20 mencatat bahwa peningkatan infeksi covid-19 di beberapa wilayah telah menghambat pertumbuhan, mendisrupsi pasokan, memperburuk inflasi, dan dapat menghambat pemulihan global.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Negara Anggota G20 Kutuk Perang Rusia-Ukraina

&quot;Terdapat banyak dukungan bagi WHO, Bank Dunia, dan kinerja-kinerja penilaian mereka untuk melakukan penilaian kesenjangan dan memberikan dukungan bagi G20 untuk bertindak untuk mengatasi kesenjangan tersebut,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers 2nd FMCBG G20 Meeting pada Kamis(21/4/2022).
Dia menyebutkan bahwa sebagian besar anggota menyepakati kebutuhan akan mekanisme keuangan baru yang didedikasikan untuk mengatasi kesenjangan pendanaan, kesiapsiagaan pandemi, dan banyak yang setuju dengan WHO.&quot;Penilaian WHO dan Bank Dunia yang menyatakan bahwa Financial  Intermediary Funds (FIFs) yang dikelola oleh Bank Dunia merupakan opsi  yang paling efektif untuk mekanisme keuangan baru, dan banyak yang  menyepakati bahwa Bank Dunia harus memulai proses eksplorasi untuk  penggunaan FIFs dan diskusi mengenai potensi tata kelola dan pengaturan  utama, termasuk memastikan kepemimpinan WHO yang dirasakan penting,&quot;  ungkap Sri.
Selain itu, banyak anggota G20 yang mencatat kekhawatiran terkait  mekanisme kesiap siagaan yang lebih luas, di mana ini butuh untuk  dibicarakan secara lebih luas antar negara anggota.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengendalian pandemi Covid-19 masih menjadi prioritas dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 kedua di Washington DC.
BACA JUGA:BI: G20 Tegaskan Dukungan untuk Negara yang Kesulitan Utang

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan negara anggota G20 mencatat bahwa peningkatan infeksi covid-19 di beberapa wilayah telah menghambat pertumbuhan, mendisrupsi pasokan, memperburuk inflasi, dan dapat menghambat pemulihan global.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Negara Anggota G20 Kutuk Perang Rusia-Ukraina

&quot;Terdapat banyak dukungan bagi WHO, Bank Dunia, dan kinerja-kinerja penilaian mereka untuk melakukan penilaian kesenjangan dan memberikan dukungan bagi G20 untuk bertindak untuk mengatasi kesenjangan tersebut,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers 2nd FMCBG G20 Meeting pada Kamis(21/4/2022).
Dia menyebutkan bahwa sebagian besar anggota menyepakati kebutuhan akan mekanisme keuangan baru yang didedikasikan untuk mengatasi kesenjangan pendanaan, kesiapsiagaan pandemi, dan banyak yang setuju dengan WHO.&quot;Penilaian WHO dan Bank Dunia yang menyatakan bahwa Financial  Intermediary Funds (FIFs) yang dikelola oleh Bank Dunia merupakan opsi  yang paling efektif untuk mekanisme keuangan baru, dan banyak yang  menyepakati bahwa Bank Dunia harus memulai proses eksplorasi untuk  penggunaan FIFs dan diskusi mengenai potensi tata kelola dan pengaturan  utama, termasuk memastikan kepemimpinan WHO yang dirasakan penting,&quot;  ungkap Sri.
Selain itu, banyak anggota G20 yang mencatat kekhawatiran terkait  mekanisme kesiap siagaan yang lebih luas, di mana ini butuh untuk  dibicarakan secara lebih luas antar negara anggota.</content:encoded></item></channel></rss>
