<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: G20 Berharap Presidensi RI Lahirkan Solusi untuk Konflik Ukraina</title><description>Negara G20 berharap Presidensi G20 Indonesia melahirkan solusi atas konflik antara Rusia dan Ukraina.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582609/sri-mulyani-g20-berharap-presidensi-ri-lahirkan-solusi-untuk-konflik-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582609/sri-mulyani-g20-berharap-presidensi-ri-lahirkan-solusi-untuk-konflik-ukraina"/><item><title>Sri Mulyani: G20 Berharap Presidensi RI Lahirkan Solusi untuk Konflik Ukraina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582609/sri-mulyani-g20-berharap-presidensi-ri-lahirkan-solusi-untuk-konflik-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582609/sri-mulyani-g20-berharap-presidensi-ri-lahirkan-solusi-untuk-konflik-ukraina</guid><pubDate>Kamis 21 April 2022 08:31 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/21/320/2582609/sri-mulyani-g20-berharap-presidensi-ri-lahirkan-solusi-untuk-konflik-ukraina-nZlPstjwBQ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Negara G20 berharap presidensi Indonesia lahirkan solusi atas perang Ukraina (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/21/320/2582609/sri-mulyani-g20-berharap-presidensi-ri-lahirkan-solusi-untuk-konflik-ukraina-nZlPstjwBQ.jpeg</image><title>Negara G20 berharap presidensi Indonesia lahirkan solusi atas perang Ukraina (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan negara G20 berharap Presidensi G20 Indonesia melahirkan solusi atas konflik antara Rusia dan Ukraina. Hal ini disampaikan para anggota G20 dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 ke-2
&amp;ldquo;Anggota meminta agar situasi geopolitik saat ini terutama terkait perang di Ukraina harus ditangani,&amp;rdquo; katanya, Kamis (21/4/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani: Penanganan Pandemi Covid-19 Jadi Prioritas di Pertemuan FMCBG G20 Kedua

Hal tersebut lantaran perkembangan lingkungan global sebenarnya memburuk dan berubah sangat cepat akibat pandemi yang belum berakhir ditambah dengan adanya perang antara Rusia dan Ukraina. Terlebih lagi, implikasi dari perang Rusia dan Ukraina masih sangat dinamis termasuk pada harga energi, pangan dan pupuk yang sangat meningkat.
Sri Mulyani menegaskan Indonesia yang sedang menjabat sebagai Presidensi G20 dalam situasi yang sangat dinamis ini akan terus berkomunikasi dan berkonsultasi secara intensif dengan seluruh anggota G20.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Negara Anggota G20 Kutuk Perang Rusia-Ukraina

&amp;ldquo;Karena tata kelola G20 sebenarnya didasarkan pada konsultasi sekaligus kerja sama,&amp;rdquo; tegasnya.
Indonesia terus berdiskusi dengan seluruh negara anggota untuk menemukan jalan keluar dari berbagai risiko ekonomi global yang tidak hanya datang dari perang di Ukraina melainkan juga belum selesainya pandemi.
Exit strategy dibutuhkan karena saat ini berbagai negara mengalami ancaman inflasi yang tinggi serta kenaikan harga energi dan pangan yang akan semakin menciptakan situasi menantang bagi para pembuat kebijakan.Menurutnya, anggota G20 khawatir adanya tekanan inflasi yang mengarah  kepada beberapa bank sentral menaikkan suku bunga kebijakan yang  mengakibatkan pengetatan likuiditas global lebih cepat dari yang  diharapkan.
Oleh sebab itu, tingkat kebijakan yang lebih tinggi menjadi fokus  untuk memenuhi komitmen terkait exit strategy yang dikalibrasi,  direncanakan dan dikomunikasikan dengan baik dalam rangka mendukung  pemulihan serta mengurangi potensi dampak spillover.
Tak hanya untuk mengatasi dampak perang di Ukraina, Sri Mulyani  mengatakan tindakan kolektif dan terkoordinasi juga dilakukan untuk  mengendalikan pandemi yang tetap menjadi prioritas bagi G20.
Anggota G20 sendiri mencatat peningkatan kasus COVID-19 di beberapa  wilayah telah membebani pertumbuhan, memperpanjang gangguan pasokan,  memperburuk tekanan inflasi dan menghambat pemulihan global.
&amp;ldquo;Jadi ini semua melanjutkan prioritas agenda yang sangat penting  untuk Presidensi Indonesia dan didukung kuat oleh semua anggota,&amp;rdquo; ujar  Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan negara G20 berharap Presidensi G20 Indonesia melahirkan solusi atas konflik antara Rusia dan Ukraina. Hal ini disampaikan para anggota G20 dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 ke-2
&amp;ldquo;Anggota meminta agar situasi geopolitik saat ini terutama terkait perang di Ukraina harus ditangani,&amp;rdquo; katanya, Kamis (21/4/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani: Penanganan Pandemi Covid-19 Jadi Prioritas di Pertemuan FMCBG G20 Kedua

Hal tersebut lantaran perkembangan lingkungan global sebenarnya memburuk dan berubah sangat cepat akibat pandemi yang belum berakhir ditambah dengan adanya perang antara Rusia dan Ukraina. Terlebih lagi, implikasi dari perang Rusia dan Ukraina masih sangat dinamis termasuk pada harga energi, pangan dan pupuk yang sangat meningkat.
Sri Mulyani menegaskan Indonesia yang sedang menjabat sebagai Presidensi G20 dalam situasi yang sangat dinamis ini akan terus berkomunikasi dan berkonsultasi secara intensif dengan seluruh anggota G20.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Negara Anggota G20 Kutuk Perang Rusia-Ukraina

&amp;ldquo;Karena tata kelola G20 sebenarnya didasarkan pada konsultasi sekaligus kerja sama,&amp;rdquo; tegasnya.
Indonesia terus berdiskusi dengan seluruh negara anggota untuk menemukan jalan keluar dari berbagai risiko ekonomi global yang tidak hanya datang dari perang di Ukraina melainkan juga belum selesainya pandemi.
Exit strategy dibutuhkan karena saat ini berbagai negara mengalami ancaman inflasi yang tinggi serta kenaikan harga energi dan pangan yang akan semakin menciptakan situasi menantang bagi para pembuat kebijakan.Menurutnya, anggota G20 khawatir adanya tekanan inflasi yang mengarah  kepada beberapa bank sentral menaikkan suku bunga kebijakan yang  mengakibatkan pengetatan likuiditas global lebih cepat dari yang  diharapkan.
Oleh sebab itu, tingkat kebijakan yang lebih tinggi menjadi fokus  untuk memenuhi komitmen terkait exit strategy yang dikalibrasi,  direncanakan dan dikomunikasikan dengan baik dalam rangka mendukung  pemulihan serta mengurangi potensi dampak spillover.
Tak hanya untuk mengatasi dampak perang di Ukraina, Sri Mulyani  mengatakan tindakan kolektif dan terkoordinasi juga dilakukan untuk  mengendalikan pandemi yang tetap menjadi prioritas bagi G20.
Anggota G20 sendiri mencatat peningkatan kasus COVID-19 di beberapa  wilayah telah membebani pertumbuhan, memperpanjang gangguan pasokan,  memperburuk tekanan inflasi dan menghambat pemulihan global.
&amp;ldquo;Jadi ini semua melanjutkan prioritas agenda yang sangat penting  untuk Presidensi Indonesia dan didukung kuat oleh semua anggota,&amp;rdquo; ujar  Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
