<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sikap Sri Mulyani soal Aksi Walk Out AS hingga Inggris di Pertemuan G20</title><description>Aksi walk out mewarnai Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) ke-2.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582643/sikap-sri-mulyani-soal-aksi-walk-out-as-hingga-inggris-di-pertemuan-g20</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582643/sikap-sri-mulyani-soal-aksi-walk-out-as-hingga-inggris-di-pertemuan-g20"/><item><title>Sikap Sri Mulyani soal Aksi Walk Out AS hingga Inggris di Pertemuan G20</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582643/sikap-sri-mulyani-soal-aksi-walk-out-as-hingga-inggris-di-pertemuan-g20</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582643/sikap-sri-mulyani-soal-aksi-walk-out-as-hingga-inggris-di-pertemuan-g20</guid><pubDate>Kamis 21 April 2022 09:36 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/21/320/2582643/sikap-sri-mulyani-soal-aksi-walk-out-as-hingga-inggris-di-pertemuan-g20-7X26N3UM33.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aksi walk out warnai pertemuan G20 saat perwakilan Rusia berbicara (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/21/320/2582643/sikap-sri-mulyani-soal-aksi-walk-out-as-hingga-inggris-di-pertemuan-g20-7X26N3UM33.jpg</image><title>Aksi walk out warnai pertemuan G20 saat perwakilan Rusia berbicara (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Aksi walk out mewarnai Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 ke-2. Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan G20 tetap menjaga kerja sama dan multilateralisme meski Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) hingga Inggris melakukan aksi walk out.
&amp;ldquo;Menariknya meski dalam hal ini ada kecaman keras terkait perang di Ukraina oleh Rusia namun semua anggota justru mendasari perlunya kita untuk terus menjaga kerja sama G20 dan pentingnya multilateralisme,&amp;rdquo; katanya, Kamis (21/4/2022).
BACA JUGA:Aksi Walk Out Inggris hingga AS di Pertemuan G20 saat Rusia Bicara

Beberapa Menteri Keuangan yaitu dari AS, Kanada dan Inggris melakukan aksi walk out sebagai bentuk protes atas kehadiran delegasi Rusia dalam FMCBG ke-2 Presidensi G20 Indonesia yang diselenggarakan di Washington D.C., Amerika Serikat.
Sri Mulyani mengaku sebenarnya G20 telah memahami beberapa skenario mengenai sikap negara G7 dalam merespons kehadiran Rusia termasuk intervensi yang dilakukan oleh mereka.
BACA JUGA:Sri Mulyani: G20 Berharap Presidensi RI Lahirkan Solusi untuk Konflik Ukraina

Oleh sebab itu, hal tersebut tidak mengagetkan bahkan aksi walk out ini tidak mengganggu atau menimbulkan masalah terhadap berlangsungnya diskusi.
Dia mengatakan dengan adanya negara-negara yang diundang termasuk Ukraina dan organisasi internasional maka pandangan mengenai risiko ekonomi global dapat diakomodasi dengan baik.
&amp;ldquo;Jadi dalam hal ini ini tidak sepenuhnya mengejutkan. Apalagi bagi kita sebagai ketua sudah dilakukan tanpa mengganggu atau menimbulkan masalah dalam pembahasan kita,&amp;ldquo; jelasnya.Menurut Sri Mulyani, kehadiran Ukraina dan Rusia seharusnya menjadi  momentum yang baik karena dapat dibicarakan secara terbuka oleh semua  anggota. Hal itu dilakukan agar para anggota G20 mampu mengatasi masalah  yang secara sistematis penting bagi perekonomian global termasuk  mengenai konflik antara Rusia dan Ukraina.
Terlebih lagi, global belum selesai dengan situasi pandemi sehingga  pemulihan masih sangat rapuh dan sangat awal yang kemudian juga ditekan  oleh terjadinya gangguan pasokan.
Konflik Rusia dan Ukraina pun memperburuk keadaan dengan meningkatnya  harga energi, makanan, pupuk dan bahan baku termasuk komoditas mineral.
Sri Mulyani menegaskan berbagai tantangan tersebut menciptakan tugas  yang sangat menantang bagi pembuat kebijakan dalam mendukung proses  pemulihan di tengah peningkatan inflasi secara cepat di banyak negara.
&amp;ldquo;Menurut saya yang lebih menarik, semua anggota melihat G20 adalah  forum yang sangat penting, forum kerja sama ekonomi utama untuk kita  mendiskusikan baik dalam hal perlombaan maupun berkoordinasi dan  berkolaborasi bersama,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Aksi walk out mewarnai Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 ke-2. Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan G20 tetap menjaga kerja sama dan multilateralisme meski Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) hingga Inggris melakukan aksi walk out.
&amp;ldquo;Menariknya meski dalam hal ini ada kecaman keras terkait perang di Ukraina oleh Rusia namun semua anggota justru mendasari perlunya kita untuk terus menjaga kerja sama G20 dan pentingnya multilateralisme,&amp;rdquo; katanya, Kamis (21/4/2022).
BACA JUGA:Aksi Walk Out Inggris hingga AS di Pertemuan G20 saat Rusia Bicara

Beberapa Menteri Keuangan yaitu dari AS, Kanada dan Inggris melakukan aksi walk out sebagai bentuk protes atas kehadiran delegasi Rusia dalam FMCBG ke-2 Presidensi G20 Indonesia yang diselenggarakan di Washington D.C., Amerika Serikat.
Sri Mulyani mengaku sebenarnya G20 telah memahami beberapa skenario mengenai sikap negara G7 dalam merespons kehadiran Rusia termasuk intervensi yang dilakukan oleh mereka.
BACA JUGA:Sri Mulyani: G20 Berharap Presidensi RI Lahirkan Solusi untuk Konflik Ukraina

Oleh sebab itu, hal tersebut tidak mengagetkan bahkan aksi walk out ini tidak mengganggu atau menimbulkan masalah terhadap berlangsungnya diskusi.
Dia mengatakan dengan adanya negara-negara yang diundang termasuk Ukraina dan organisasi internasional maka pandangan mengenai risiko ekonomi global dapat diakomodasi dengan baik.
&amp;ldquo;Jadi dalam hal ini ini tidak sepenuhnya mengejutkan. Apalagi bagi kita sebagai ketua sudah dilakukan tanpa mengganggu atau menimbulkan masalah dalam pembahasan kita,&amp;ldquo; jelasnya.Menurut Sri Mulyani, kehadiran Ukraina dan Rusia seharusnya menjadi  momentum yang baik karena dapat dibicarakan secara terbuka oleh semua  anggota. Hal itu dilakukan agar para anggota G20 mampu mengatasi masalah  yang secara sistematis penting bagi perekonomian global termasuk  mengenai konflik antara Rusia dan Ukraina.
Terlebih lagi, global belum selesai dengan situasi pandemi sehingga  pemulihan masih sangat rapuh dan sangat awal yang kemudian juga ditekan  oleh terjadinya gangguan pasokan.
Konflik Rusia dan Ukraina pun memperburuk keadaan dengan meningkatnya  harga energi, makanan, pupuk dan bahan baku termasuk komoditas mineral.
Sri Mulyani menegaskan berbagai tantangan tersebut menciptakan tugas  yang sangat menantang bagi pembuat kebijakan dalam mendukung proses  pemulihan di tengah peningkatan inflasi secara cepat di banyak negara.
&amp;ldquo;Menurut saya yang lebih menarik, semua anggota melihat G20 adalah  forum yang sangat penting, forum kerja sama ekonomi utama untuk kita  mendiskusikan baik dalam hal perlombaan maupun berkoordinasi dan  berkolaborasi bersama,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
