<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bendungan Ciawi dan Sukamahi Rampung Agustus 2022, Jakarta Tak Lagi Banjir?</title><description>Pembangunan bendungan Ciawi dan Sukamahi ditargetkan akan rampung pada bulan Agustus tahun 2022 ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/470/2582742/bendungan-ciawi-dan-sukamahi-rampung-agustus-2022-jakarta-tak-lagi-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/470/2582742/bendungan-ciawi-dan-sukamahi-rampung-agustus-2022-jakarta-tak-lagi-banjir"/><item><title>Bendungan Ciawi dan Sukamahi Rampung Agustus 2022, Jakarta Tak Lagi Banjir?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/470/2582742/bendungan-ciawi-dan-sukamahi-rampung-agustus-2022-jakarta-tak-lagi-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/470/2582742/bendungan-ciawi-dan-sukamahi-rampung-agustus-2022-jakarta-tak-lagi-banjir</guid><pubDate>Kamis 21 April 2022 11:58 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/21/470/2582742/bendungan-ciawi-dan-sukamahi-rampung-agustus-2022-jakarta-tak-lagi-banjir-b09bh9PpOi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan bendungan cimahi dan sukamahi ditargekan selesai Agustus 2022 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/21/470/2582742/bendungan-ciawi-dan-sukamahi-rampung-agustus-2022-jakarta-tak-lagi-banjir-b09bh9PpOi.jpg</image><title>Pembangunan bendungan cimahi dan sukamahi ditargekan selesai Agustus 2022 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan bendungan Ciawi dan Sukamahi ditargetkan akan rampung pada bulan Agustus tahun 2022 ini. Kedua bendungan yang merupakan bagian dari rencana induk sistem pengendalian banjir (flood control) dari hulu hingga hilir diharapkan mampu mereduksi kerentanan bencana banjir kawasan Metropolitan Jakarta.
Menteri Basuki bendungan tersebut selain untuk mereduksi banjir, nantinya juga akan dikembangkan sebagai ecotourism park atau taman ekowisata dengan memanfaatkan konservasi pada bendungan. Oleh sebab itu Menter Basuki menelan agar bendungan tersebut juga memiliki lahan penghijauan.
BACA JUGA:PUPR Targetkan 61 Bendungan Rampung pada 2024
&quot;Manfaatkan tanah yang masih ada di sekitar bendungan untuk konservasi dengan ditanami pohon-pohon buah seperti alpukat, manggis, aren, juga pohon bambu. Menanamnya dilakukan dengan benar, ada tujuannya misal bambu sebagai pagar pembatas tanah,&quot; Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Rabu (20/4/2022).
BACA JUGA:Bendungan Leuwikeris Senilai Rp2,8 Triliun Ditargetkan Rampung 2023
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane Bambang Heri Mulyono mengatakan, Bendungan Ciawi saat ini progres fisiknya sekitar 83% dan Bendungan Sukamahi 85%.
&quot;Saat ini keduanya sedang dalam tahap konstruksi di tubuh bendungan. Untuk di Bendungan Ciawi juga sedang penyelesaian spillway/saluran pelimpah,&quot; sambung Bambang.Bambang menjelaskan Bendungan Ciawi memiliki volume tampung 6,05 juta  m3 dan luas area genangan 39,40 hektare untuk mereduksi banjir sebesar  111,75 m3/detik. Kontrak pembangunannya senilai Rp 798,70 miliar dengan  kontraktor pelaksana PT. Brantas Abipraya dan PT. Sacna (KSO).
Sedangkan Bendungan Sukamahi memiliki daya tampung 1,68 juta m3 dan  luas area genangan 5,23 hektare dengan manfaat mereduksi banjir sebesar  15,47 m3/detik.
Pembangunan Bendungan Sukamahi sudah direncanakan sejak tahun 1990-an  dan mulai dibangun tahun 2017. Kontrak pembangunannya senilai Rp 464,93  miliar dengan kontraktor pelaksana PT. Wijaya Karya-Basuki KSO.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan bendungan Ciawi dan Sukamahi ditargetkan akan rampung pada bulan Agustus tahun 2022 ini. Kedua bendungan yang merupakan bagian dari rencana induk sistem pengendalian banjir (flood control) dari hulu hingga hilir diharapkan mampu mereduksi kerentanan bencana banjir kawasan Metropolitan Jakarta.
Menteri Basuki bendungan tersebut selain untuk mereduksi banjir, nantinya juga akan dikembangkan sebagai ecotourism park atau taman ekowisata dengan memanfaatkan konservasi pada bendungan. Oleh sebab itu Menter Basuki menelan agar bendungan tersebut juga memiliki lahan penghijauan.
BACA JUGA:PUPR Targetkan 61 Bendungan Rampung pada 2024
&quot;Manfaatkan tanah yang masih ada di sekitar bendungan untuk konservasi dengan ditanami pohon-pohon buah seperti alpukat, manggis, aren, juga pohon bambu. Menanamnya dilakukan dengan benar, ada tujuannya misal bambu sebagai pagar pembatas tanah,&quot; Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Rabu (20/4/2022).
BACA JUGA:Bendungan Leuwikeris Senilai Rp2,8 Triliun Ditargetkan Rampung 2023
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane Bambang Heri Mulyono mengatakan, Bendungan Ciawi saat ini progres fisiknya sekitar 83% dan Bendungan Sukamahi 85%.
&quot;Saat ini keduanya sedang dalam tahap konstruksi di tubuh bendungan. Untuk di Bendungan Ciawi juga sedang penyelesaian spillway/saluran pelimpah,&quot; sambung Bambang.Bambang menjelaskan Bendungan Ciawi memiliki volume tampung 6,05 juta  m3 dan luas area genangan 39,40 hektare untuk mereduksi banjir sebesar  111,75 m3/detik. Kontrak pembangunannya senilai Rp 798,70 miliar dengan  kontraktor pelaksana PT. Brantas Abipraya dan PT. Sacna (KSO).
Sedangkan Bendungan Sukamahi memiliki daya tampung 1,68 juta m3 dan  luas area genangan 5,23 hektare dengan manfaat mereduksi banjir sebesar  15,47 m3/detik.
Pembangunan Bendungan Sukamahi sudah direncanakan sejak tahun 1990-an  dan mulai dibangun tahun 2017. Kontrak pembangunannya senilai Rp 464,93  miliar dengan kontraktor pelaksana PT. Wijaya Karya-Basuki KSO.</content:encoded></item></channel></rss>
