<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Sia-siakan Harta Karun Ini, RI Punya Potensi Tenaga Hidro 95 GW</title><description>Indonesia memiliki harta karun berupa tenaga hidro yang penggunaannya masih minim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/22/320/2583585/jangan-sia-siakan-harta-karun-ini-ri-punya-potensi-tenaga-hidro-95-gw</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/22/320/2583585/jangan-sia-siakan-harta-karun-ini-ri-punya-potensi-tenaga-hidro-95-gw"/><item><title>Jangan Sia-siakan Harta Karun Ini, RI Punya Potensi Tenaga Hidro 95 GW</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/22/320/2583585/jangan-sia-siakan-harta-karun-ini-ri-punya-potensi-tenaga-hidro-95-gw</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/22/320/2583585/jangan-sia-siakan-harta-karun-ini-ri-punya-potensi-tenaga-hidro-95-gw</guid><pubDate>Jum'at 22 April 2022 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/22/320/2583585/jangan-sia-siakan-harta-karun-ini-ri-punya-potensi-tenaga-hidro-95-gw-zVMkf8xJ4Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harta karun tenaga hidro di Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/22/320/2583585/jangan-sia-siakan-harta-karun-ini-ri-punya-potensi-tenaga-hidro-95-gw-zVMkf8xJ4Y.jpg</image><title>Harta karun tenaga hidro di Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia memiliki harta karun berupa tenaga hidro yang penggunaannya masih minim. Padahal pengembangan pembangkit listrik hidro bisa mendorong target Indonesia dalam mencapai energi bersih.
Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menyebutkan, hingga Februari 2022, kapasitas litrik yang berasal dari pembangkit hidro baru 6,6 gigawatt (GW). Padahal, potensi pembangkit hidro di Indonesia mencapai 95 GW.
BACA JUGA:Wih! Koleksi Harta Karun RI Bertambah, Ditemukan 2 Miliar Ton Emas dan Tembaga di NTB

&amp;ldquo;Eksploitasinya memang masih kecil meski potensinya besar. Tapi kami yakin pengembangannya bisa sesuai dengan RUPTL 2021-2030 (milik PLN),&amp;rdquo; ujar Rida, dikutip Jumat (22/4/2022).
Hasil penghitungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (P3TEK) menunjukkan ada lebih dari 52 ribu lokasi yang berpotensi sebagai pembangkit hidro. Adapun total potensi energi hidro dengan sistem run off river sebesar 94.627 MW.

BACA JUGA:4 Fakta Mengejutkan Harta Karun Tersembunyi Desa Wadas yang Viral


Menurut Rida, pembangkit tenaga hidro yang pengembangannya membutuhkan waktu panjang akan membantu Indonesia meraih target net zero emission 2060.
&amp;ldquo;Pengembangan PLTA akan memberikan manfaat tidak terbatas terhadap bauran energi baru terbarukan. Sekaligus menyeimbangkan pembangkit listrik EBT yang masih bersifat intermittent,&amp;rdquo; ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, EVP Engineering &amp;amp; Technology PLN, Zainal Arifin, mengatakan pembangunan pembangkit listrik tenaga hidro paling tepat saat ini dibandingkan pembangkit tenaga lain. Apalagi, pembangkit hidro memiliki berbagai keunggulan. Misalnya, tingkat efisensinya sangat tinggi.&amp;ldquo;Saat ini sudah di atas 90%, terbaik dari semua teknologi energi,&amp;rdquo;  kata Zainal. Faktor kapasitasnya juga terbilang tinggi, minimal 40  persen. Pembangkit hidro juga mampu mengakomodasi fluktuasi beban daya  serta pemeliharaannya lebih sederhana.
PLN sendiri akan mengembangkan pembangkit hidro dengan total  kapasitas 10,4 gigawatt hingga 2030. Secara rinci, pengembangannya  berasal dari tenaga air (PLTA) sebesar 9,27 GW dan pembangkit listrik  tenaga mikrohidro (PLTM) sebesar 1,11 GW pada 2030. Pembangkit listrik  berbasis hidro menjadi kontributor terbesar dibandingkan dengan  pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga bayu dalam  RUPTL hijau.
Menurut Zainal, untuk mencapai bauran EBT sebesar 23% pada 2025,  dibutuhkan penambahan 4,2 GW pembangkit hidro. Saat ini, sebesar 2,5 GW  pembangkit hidro berada dalam tahap konstruksi, dan sebesar 0,6 GW pada  tahap pendanaan. Sisanya1 GW masih tahap pengembangan.
PLN sedang melakukan tahapan konstruksi untuk pembangkit hidro,  antara lain PLTA Jatigede 110 MW, PLTA Peusangan 1-2 88 MW, PLTA Asahan  III 174 MW, dan PLTA Upper Cisokan 1.040 MW.
Selain itu, terdapat pula PLTA Poso 515 MW di Sulawesi Tengah yang  telah dilakukan commercial operation date (COD) untuk unit awal sebesar  315 MW. Sedangkan dua unit lainnya dengan total 130 MW telah memiliki  sertifikat laik operasi. Ada pula PLTA Jatigede (2x55 MW) di Jawa Barat  yang merupakan kerja sama PLN dan Kementerian Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat. Saat ini, PLTA itu masuk tahap konstruksi dengan  progres 87%.
Terlepas dari keunggulannya, pengembangan pembangkit hidro juga  memiliki sejumlah tantangan. Misalnya, pengembangannya memerlukan waktu  relatif lama, hingga tantangan pembebasan lahan.
&amp;ldquo;Pembangkit hidro memang fleksibel untuk menangani pembangkit EBT  yang masih bersifat intermittent. Akan tetapi, pengembangan pembangkit  ini memiliki tantangan yang signifikan, seperti pembebasan lahan,&amp;rdquo; ucap  Zainal.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia memiliki harta karun berupa tenaga hidro yang penggunaannya masih minim. Padahal pengembangan pembangkit listrik hidro bisa mendorong target Indonesia dalam mencapai energi bersih.
Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menyebutkan, hingga Februari 2022, kapasitas litrik yang berasal dari pembangkit hidro baru 6,6 gigawatt (GW). Padahal, potensi pembangkit hidro di Indonesia mencapai 95 GW.
BACA JUGA:Wih! Koleksi Harta Karun RI Bertambah, Ditemukan 2 Miliar Ton Emas dan Tembaga di NTB

&amp;ldquo;Eksploitasinya memang masih kecil meski potensinya besar. Tapi kami yakin pengembangannya bisa sesuai dengan RUPTL 2021-2030 (milik PLN),&amp;rdquo; ujar Rida, dikutip Jumat (22/4/2022).
Hasil penghitungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (P3TEK) menunjukkan ada lebih dari 52 ribu lokasi yang berpotensi sebagai pembangkit hidro. Adapun total potensi energi hidro dengan sistem run off river sebesar 94.627 MW.

BACA JUGA:4 Fakta Mengejutkan Harta Karun Tersembunyi Desa Wadas yang Viral


Menurut Rida, pembangkit tenaga hidro yang pengembangannya membutuhkan waktu panjang akan membantu Indonesia meraih target net zero emission 2060.
&amp;ldquo;Pengembangan PLTA akan memberikan manfaat tidak terbatas terhadap bauran energi baru terbarukan. Sekaligus menyeimbangkan pembangkit listrik EBT yang masih bersifat intermittent,&amp;rdquo; ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, EVP Engineering &amp;amp; Technology PLN, Zainal Arifin, mengatakan pembangunan pembangkit listrik tenaga hidro paling tepat saat ini dibandingkan pembangkit tenaga lain. Apalagi, pembangkit hidro memiliki berbagai keunggulan. Misalnya, tingkat efisensinya sangat tinggi.&amp;ldquo;Saat ini sudah di atas 90%, terbaik dari semua teknologi energi,&amp;rdquo;  kata Zainal. Faktor kapasitasnya juga terbilang tinggi, minimal 40  persen. Pembangkit hidro juga mampu mengakomodasi fluktuasi beban daya  serta pemeliharaannya lebih sederhana.
PLN sendiri akan mengembangkan pembangkit hidro dengan total  kapasitas 10,4 gigawatt hingga 2030. Secara rinci, pengembangannya  berasal dari tenaga air (PLTA) sebesar 9,27 GW dan pembangkit listrik  tenaga mikrohidro (PLTM) sebesar 1,11 GW pada 2030. Pembangkit listrik  berbasis hidro menjadi kontributor terbesar dibandingkan dengan  pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga bayu dalam  RUPTL hijau.
Menurut Zainal, untuk mencapai bauran EBT sebesar 23% pada 2025,  dibutuhkan penambahan 4,2 GW pembangkit hidro. Saat ini, sebesar 2,5 GW  pembangkit hidro berada dalam tahap konstruksi, dan sebesar 0,6 GW pada  tahap pendanaan. Sisanya1 GW masih tahap pengembangan.
PLN sedang melakukan tahapan konstruksi untuk pembangkit hidro,  antara lain PLTA Jatigede 110 MW, PLTA Peusangan 1-2 88 MW, PLTA Asahan  III 174 MW, dan PLTA Upper Cisokan 1.040 MW.
Selain itu, terdapat pula PLTA Poso 515 MW di Sulawesi Tengah yang  telah dilakukan commercial operation date (COD) untuk unit awal sebesar  315 MW. Sedangkan dua unit lainnya dengan total 130 MW telah memiliki  sertifikat laik operasi. Ada pula PLTA Jatigede (2x55 MW) di Jawa Barat  yang merupakan kerja sama PLN dan Kementerian Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat. Saat ini, PLTA itu masuk tahap konstruksi dengan  progres 87%.
Terlepas dari keunggulannya, pengembangan pembangkit hidro juga  memiliki sejumlah tantangan. Misalnya, pengembangannya memerlukan waktu  relatif lama, hingga tantangan pembebasan lahan.
&amp;ldquo;Pembangkit hidro memang fleksibel untuk menangani pembangkit EBT  yang masih bersifat intermittent. Akan tetapi, pengembangan pembangkit  ini memiliki tantangan yang signifikan, seperti pembebasan lahan,&amp;rdquo; ucap  Zainal.</content:encoded></item></channel></rss>
