<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Restrukturisasi Kredit BRI Sisa Rp144,27 Triliun di Kuartal I-2022</title><description>Restrukturisasi kredit nasabah BRI terdampak Covid-19 tersisa Rp144,27 triliun pada akhir kuartal I 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/25/278/2585069/restrukturisasi-kredit-bri-sisa-rp144-27-triliun-di-kuartal-i-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/25/278/2585069/restrukturisasi-kredit-bri-sisa-rp144-27-triliun-di-kuartal-i-2022"/><item><title>Restrukturisasi Kredit BRI Sisa Rp144,27 Triliun di Kuartal I-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/25/278/2585069/restrukturisasi-kredit-bri-sisa-rp144-27-triliun-di-kuartal-i-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/25/278/2585069/restrukturisasi-kredit-bri-sisa-rp144-27-triliun-di-kuartal-i-2022</guid><pubDate>Senin 25 April 2022 18:56 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/25/278/2585069/restrukturisasi-kredit-bri-sisa-rp144-27-triliun-di-kuartal-i-2022-qLgD0bcq0T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Restrukturisasi kredit BRI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/25/278/2585069/restrukturisasi-kredit-bri-sisa-rp144-27-triliun-di-kuartal-i-2022-qLgD0bcq0T.jpg</image><title>Restrukturisasi kredit BRI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Restrukturisasi kredit nasabah BRI` terdampak Covid-19 tersisa Rp144,27 triliun pada akhir kuartal I 2022.
&quot;Hingga akhir kuartal I 2022 tercatat restrukturisasi kredit terdampak COVID-19 sebesar Rp144,27 triliun, atau telah turun sebesar Rp103,75 triliun apabila dibandingkan dengan total akumulasi restrukturisasi yang mencapai Rp248,02 triliun,&quot; kata Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sunarso, Senin (25/4/2022).
BACA JUGA:BRI Patok Penyaluran Kredit Tumbuh 10% di 2022

Penurunan restrukturisasi kredit secara gradual tersebut membuat kualitas penyaluran kredit BRI tetap terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) BRI tercatat sebesar 3,09% pada akhir Maret 2022.
&quot;Angka ini tercatat menurun apabila dibandingkan dengan NPL pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 3,30%,&quot; kata Sunarso.
BACA JUGA:BRI Kantongi Laba Rp12,22 Triliun di Kuartal I-2022, Melesat 78%

BRI juga menyediakan pencadangan yang cukup untuk mengantisipasi risiko ke depan dengan NPL Coverage sebesar 276,0% yang juga meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Maret 2021 sebesar 231,17%.
&amp;ldquo;Alasan BRI menyiapkan pencadangan yang sangat memadai tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko ketidakpastian kondisi perekonomian ke depan, karena adanya perang Rusia &amp;ndash; Ukraina, inflasi, serta potensi kenaikan suku bunga yang akan terus dilanjutkan oleh The Fed,&amp;rdquo; urainya.
Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI Group tercatat tumbuh 7,39% year on year hingga akhir kuartal I 2022, didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 15,99% year on year.Sunarso menuturkan kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit dan  pembiayaan juga didukung oleh likuiditas dan permodalan yang kuat, yang  tampak dari rasio Loan to Deposit (LDR) BRI secara konsolidasian sebesar  86,96% dan rasio kecukupan modal (CAR) 24,61%.
Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) BRI  pada akhir Maret 2022 tercatat sebesar 69,34% atau lebih rendah  dibandingkan dengan BOPO periode yang sama tahun lalu sebesar 78,41%,  didukung oleh transformasi digital, perbaikan rasio kredit bermasalah,  serta peningkatan proporsi CASA atau dana murah.
&amp;ldquo;Dengan kinerja BRI yang positif dan fundamental perseroan yang  semakin sehat, serta respon strategis yang tepat diiringi dengan  manajemen risiko yang baik dalam menghadapi ketidakpastian kondisi  perekonomian global, BRI optimistis kinerja di tahun ini akan dapat  melampaui kinerja sebelum masa pandemi, serta dapat menjaga  sustainability kinerja ke depan,&amp;rdquo; pungkas Sunarso.</description><content:encoded>JAKARTA - Restrukturisasi kredit nasabah BRI` terdampak Covid-19 tersisa Rp144,27 triliun pada akhir kuartal I 2022.
&quot;Hingga akhir kuartal I 2022 tercatat restrukturisasi kredit terdampak COVID-19 sebesar Rp144,27 triliun, atau telah turun sebesar Rp103,75 triliun apabila dibandingkan dengan total akumulasi restrukturisasi yang mencapai Rp248,02 triliun,&quot; kata Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sunarso, Senin (25/4/2022).
BACA JUGA:BRI Patok Penyaluran Kredit Tumbuh 10% di 2022

Penurunan restrukturisasi kredit secara gradual tersebut membuat kualitas penyaluran kredit BRI tetap terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) BRI tercatat sebesar 3,09% pada akhir Maret 2022.
&quot;Angka ini tercatat menurun apabila dibandingkan dengan NPL pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 3,30%,&quot; kata Sunarso.
BACA JUGA:BRI Kantongi Laba Rp12,22 Triliun di Kuartal I-2022, Melesat 78%

BRI juga menyediakan pencadangan yang cukup untuk mengantisipasi risiko ke depan dengan NPL Coverage sebesar 276,0% yang juga meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Maret 2021 sebesar 231,17%.
&amp;ldquo;Alasan BRI menyiapkan pencadangan yang sangat memadai tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko ketidakpastian kondisi perekonomian ke depan, karena adanya perang Rusia &amp;ndash; Ukraina, inflasi, serta potensi kenaikan suku bunga yang akan terus dilanjutkan oleh The Fed,&amp;rdquo; urainya.
Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI Group tercatat tumbuh 7,39% year on year hingga akhir kuartal I 2022, didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 15,99% year on year.Sunarso menuturkan kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit dan  pembiayaan juga didukung oleh likuiditas dan permodalan yang kuat, yang  tampak dari rasio Loan to Deposit (LDR) BRI secara konsolidasian sebesar  86,96% dan rasio kecukupan modal (CAR) 24,61%.
Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) BRI  pada akhir Maret 2022 tercatat sebesar 69,34% atau lebih rendah  dibandingkan dengan BOPO periode yang sama tahun lalu sebesar 78,41%,  didukung oleh transformasi digital, perbaikan rasio kredit bermasalah,  serta peningkatan proporsi CASA atau dana murah.
&amp;ldquo;Dengan kinerja BRI yang positif dan fundamental perseroan yang  semakin sehat, serta respon strategis yang tepat diiringi dengan  manajemen risiko yang baik dalam menghadapi ketidakpastian kondisi  perekonomian global, BRI optimistis kinerja di tahun ini akan dapat  melampaui kinerja sebelum masa pandemi, serta dapat menjaga  sustainability kinerja ke depan,&amp;rdquo; pungkas Sunarso.</content:encoded></item></channel></rss>
