<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ungkap Mafia Bibit, Pakai Sertifikat Palsu Bikin Petani Gigit Jari</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap praktik mafia bibit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/25/320/2584886/ungkap-mafia-bibit-pakai-sertifikat-palsu-bikin-petani-gigit-jari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/25/320/2584886/ungkap-mafia-bibit-pakai-sertifikat-palsu-bikin-petani-gigit-jari"/><item><title>Ungkap Mafia Bibit, Pakai Sertifikat Palsu Bikin Petani Gigit Jari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/25/320/2584886/ungkap-mafia-bibit-pakai-sertifikat-palsu-bikin-petani-gigit-jari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/25/320/2584886/ungkap-mafia-bibit-pakai-sertifikat-palsu-bikin-petani-gigit-jari</guid><pubDate>Senin 25 April 2022 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/25/320/2584886/ungkap-mafia-bibit-pakai-sertifikat-palsu-bikin-petani-gigit-jari-xcu9dHfI39.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir ungkap praktik mafia bibit (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/25/320/2584886/ungkap-mafia-bibit-pakai-sertifikat-palsu-bikin-petani-gigit-jari-xcu9dHfI39.jpeg</image><title>Erick Thohir ungkap praktik mafia bibit (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap praktik mafia bibit. Praktik mafia bibnit dilatarbelakangi oleh pengalaman sejumlah perusahaan pelat merah di sektor pangan.
Dari pengalaman ini, ditemukan bibit-bibit bersertifikat palsu yang dibeli oleh para petani dari pihak ketiga.
BACA JUGA:Usut Mafia Bibit, Erick Thohir Colek Kementan 

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan bibit-bibit bersertifikat palsu yang didapati tersebut memberikan kerugian berarti bagi petani dan hasil komoditas yang dihasilkan. Bahkan, Arya menilai ini berdampak pada bisnis BUMN di sektor pangan.
&quot;Ini sangat merugikan para petani karena memberikan dampak besar hasil komoditi mereka, dan tentunya ini juga akan merugikan BUMN karena berdampak kepada volume pasokan ke pabrik-pabrik BUMN,&quot; ungkap Arya kepada Wartawan, Selasa (25/4/2022).
BACA JUGA:15.000 UMKM Masuk Pasar Digital, Erick Thohir: Nilai Transaksi Rp20 Triliun

Kondisi inilah, lanjut Arya, membuat Kementrian BUMN mendorong kerja sama untuk mengsinkronisasi data dan teknis dengan Kementrian Pertanian (Kementan). Langkah ini diharapkan mampu pembenahan persoalan di sektor pangan tersebut.
&quot;BUMN-BUMN yang memang banyak bekerja di sektor pertanian seperti Pupuk, Perkebunan, dan lainnya sedang melakukan pembenahan dan sinkronisasi data,&quot; ungkap Arya.Arya menjelaskan sinkronisasi data dan kerja sama teknis dengan  Kementrian Pertanian penting dilakukan, lantaran sektor ini juga menjadi  fokus pengerjaan BUMN di sektor pangan. Tak hanya itu, kerja sama juga  terkait dengan pengadaan bibit karena bibit pertanian menjadi faktor  utama mendapatkan hasil pertanian yang baik.
Seperti diketahui BUMN yang bergerak di komoditi sawit, tebu, kopi  dan kakao cukup banyak, sehingga pengadaan bibit penting untuk  pengembangan perkebunan. Apalagi banyak perkebunan BUMN yang melakukan  kerjasama melibatkan petani-petani untuk mendukung produksi BUMN seperti  sawit dan tebu.
Pengadaan bibit bagi para petani sawit dan tebu membutuhkan kerjasama  antara Kementrian BUMN dan Kementrian Pertanian, sehingga para petani  mendapatkan bibit terbaik dan tersertifikasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap praktik mafia bibit. Praktik mafia bibnit dilatarbelakangi oleh pengalaman sejumlah perusahaan pelat merah di sektor pangan.
Dari pengalaman ini, ditemukan bibit-bibit bersertifikat palsu yang dibeli oleh para petani dari pihak ketiga.
BACA JUGA:Usut Mafia Bibit, Erick Thohir Colek Kementan 

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan bibit-bibit bersertifikat palsu yang didapati tersebut memberikan kerugian berarti bagi petani dan hasil komoditas yang dihasilkan. Bahkan, Arya menilai ini berdampak pada bisnis BUMN di sektor pangan.
&quot;Ini sangat merugikan para petani karena memberikan dampak besar hasil komoditi mereka, dan tentunya ini juga akan merugikan BUMN karena berdampak kepada volume pasokan ke pabrik-pabrik BUMN,&quot; ungkap Arya kepada Wartawan, Selasa (25/4/2022).
BACA JUGA:15.000 UMKM Masuk Pasar Digital, Erick Thohir: Nilai Transaksi Rp20 Triliun

Kondisi inilah, lanjut Arya, membuat Kementrian BUMN mendorong kerja sama untuk mengsinkronisasi data dan teknis dengan Kementrian Pertanian (Kementan). Langkah ini diharapkan mampu pembenahan persoalan di sektor pangan tersebut.
&quot;BUMN-BUMN yang memang banyak bekerja di sektor pertanian seperti Pupuk, Perkebunan, dan lainnya sedang melakukan pembenahan dan sinkronisasi data,&quot; ungkap Arya.Arya menjelaskan sinkronisasi data dan kerja sama teknis dengan  Kementrian Pertanian penting dilakukan, lantaran sektor ini juga menjadi  fokus pengerjaan BUMN di sektor pangan. Tak hanya itu, kerja sama juga  terkait dengan pengadaan bibit karena bibit pertanian menjadi faktor  utama mendapatkan hasil pertanian yang baik.
Seperti diketahui BUMN yang bergerak di komoditi sawit, tebu, kopi  dan kakao cukup banyak, sehingga pengadaan bibit penting untuk  pengembangan perkebunan. Apalagi banyak perkebunan BUMN yang melakukan  kerjasama melibatkan petani-petani untuk mendukung produksi BUMN seperti  sawit dan tebu.
Pengadaan bibit bagi para petani sawit dan tebu membutuhkan kerjasama  antara Kementrian BUMN dan Kementrian Pertanian, sehingga para petani  mendapatkan bibit terbaik dan tersertifikasi.</content:encoded></item></channel></rss>
