<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sektor Ritel Siap Meraup Cuan saat Lebaran 2022</title><description>Momen Lebaran menjadi angin segar bagi sektor ritel dalam negeri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/26/320/2585423/sektor-ritel-siap-meraup-cuan-saat-lebaran-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/26/320/2585423/sektor-ritel-siap-meraup-cuan-saat-lebaran-2022"/><item><title>Sektor Ritel Siap Meraup Cuan saat Lebaran 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/26/320/2585423/sektor-ritel-siap-meraup-cuan-saat-lebaran-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/26/320/2585423/sektor-ritel-siap-meraup-cuan-saat-lebaran-2022</guid><pubDate>Selasa 26 April 2022 13:34 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/26/320/2585423/sektor-ritel-siap-meraup-cuan-saat-lebaran-2022-0p0ebtmdlM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sektor ritel siap cuan di momen Lebaran (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/26/320/2585423/sektor-ritel-siap-meraup-cuan-saat-lebaran-2022-0p0ebtmdlM.jpg</image><title>Sektor ritel siap cuan di momen Lebaran (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Momen Lebaran menjadi angin segar bagi sektor ritel dalam negeri. Ditambah lagi pelonggaran mobilitas juga ikut mendorong konsumsi masyarakat di momen Lebaran tahun ini.
Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan, berhasilnya penanggulangan covid 19, serta pelonggaran mobilitas yang sudah merata di seluruh wilayah Indonesia berdampak kepada belanja atau konsumsi dari masyarakat.
BACA JUGA:Emiten Ritel Diprediksi Untung Besar di Lebaran 2022

Ini memberikan sinyal positif untuk usaha ritel di Indonesia. Walaupun ada fluktuasi harga akibat dampak kenaikan bahan pokok dan sentimen harga terhadap kenaikan PPN, tetapi ekonomi sudah mulai bergeliat.
Aprindo memprediksi pertumbuhan produktivitas akan meningkat dari 15% sampai 20% dari tahun sebelumnya atau pada saat pandemi.
BACA JUGA:Pelonggaran Pembatasan, Okupansi Sektor Ritel Bangkit di 2022

&amp;ldquo;Kalau kita prediksi, produktivitas kita meningkat lebih kurang di angka sekitar 15% sampai 20% dari tahun-tahun sebelumnya, nah ini tentunya akan memperbaiki kinerja  dari tahun-tahun sebelumnya, dari korporasi maupun juga pelaku usaha-usaha ritel,&amp;rdquo; ungkap Roy kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Selasa (26/4/2022).
Lebih lanjut Roy menyampaikan, untuk bisa meningkatkan nilai produktivitas, peritel sangat bergantung pada situasi kondusifnya berbagai hal.&amp;ldquo;Kita sangat tergantung dengan situasi kondusifnya berbagai macam  hal, yang pertama kondusif politik, semakin politik di negeri kita  terkendali, tentunya akan semakin kondusif. Kemudian yang ke dua,  bagaimana fungsi pengawasan pemerintah ketika pemerintah melakukan  pengawasan tata niaga yang lebih tertib, lebih tegas, tentunya akan  lebih terkendali,&amp;rdquo; kata Roy.
Roy juga menambahkan pertumbuhan produktivitas juga bisa dilakukan  dengan adanya ekspansi. Pembukaan gerai atau toko di wilayah strategis.  Selain itu penambahan modal juga akan meningkatkan kapasitas pengadaan  barang dan jenis barang.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Momen Lebaran menjadi angin segar bagi sektor ritel dalam negeri. Ditambah lagi pelonggaran mobilitas juga ikut mendorong konsumsi masyarakat di momen Lebaran tahun ini.
Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan, berhasilnya penanggulangan covid 19, serta pelonggaran mobilitas yang sudah merata di seluruh wilayah Indonesia berdampak kepada belanja atau konsumsi dari masyarakat.
BACA JUGA:Emiten Ritel Diprediksi Untung Besar di Lebaran 2022

Ini memberikan sinyal positif untuk usaha ritel di Indonesia. Walaupun ada fluktuasi harga akibat dampak kenaikan bahan pokok dan sentimen harga terhadap kenaikan PPN, tetapi ekonomi sudah mulai bergeliat.
Aprindo memprediksi pertumbuhan produktivitas akan meningkat dari 15% sampai 20% dari tahun sebelumnya atau pada saat pandemi.
BACA JUGA:Pelonggaran Pembatasan, Okupansi Sektor Ritel Bangkit di 2022

&amp;ldquo;Kalau kita prediksi, produktivitas kita meningkat lebih kurang di angka sekitar 15% sampai 20% dari tahun-tahun sebelumnya, nah ini tentunya akan memperbaiki kinerja  dari tahun-tahun sebelumnya, dari korporasi maupun juga pelaku usaha-usaha ritel,&amp;rdquo; ungkap Roy kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Selasa (26/4/2022).
Lebih lanjut Roy menyampaikan, untuk bisa meningkatkan nilai produktivitas, peritel sangat bergantung pada situasi kondusifnya berbagai hal.&amp;ldquo;Kita sangat tergantung dengan situasi kondusifnya berbagai macam  hal, yang pertama kondusif politik, semakin politik di negeri kita  terkendali, tentunya akan semakin kondusif. Kemudian yang ke dua,  bagaimana fungsi pengawasan pemerintah ketika pemerintah melakukan  pengawasan tata niaga yang lebih tertib, lebih tegas, tentunya akan  lebih terkendali,&amp;rdquo; kata Roy.
Roy juga menambahkan pertumbuhan produktivitas juga bisa dilakukan  dengan adanya ekspansi. Pembukaan gerai atau toko di wilayah strategis.  Selain itu penambahan modal juga akan meningkatkan kapasitas pengadaan  barang dan jenis barang.</content:encoded></item></channel></rss>
