<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kembangkan Ekonomi Digital, RI Butuh Investasi Infrastruktur</title><description>Indonesia masih membutuhkan investasi infrastruktur digital masih diperlukan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/26/320/2585520/kembangkan-ekonomi-digital-ri-butuh-investasi-infrastruktur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/26/320/2585520/kembangkan-ekonomi-digital-ri-butuh-investasi-infrastruktur"/><item><title>Kembangkan Ekonomi Digital, RI Butuh Investasi Infrastruktur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/26/320/2585520/kembangkan-ekonomi-digital-ri-butuh-investasi-infrastruktur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/26/320/2585520/kembangkan-ekonomi-digital-ri-butuh-investasi-infrastruktur</guid><pubDate>Selasa 26 April 2022 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/26/320/2585520/kembangkan-ekonomi-digital-ri-butuh-investasi-infrastruktur-NbJYiE4KuP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI butuh investasi infrastruktur digital (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/26/320/2585520/kembangkan-ekonomi-digital-ri-butuh-investasi-infrastruktur-NbJYiE4KuP.jpg</image><title>RI butuh investasi infrastruktur digital (Foto: Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia masih membutuhkan investasi infrastruktur digital masih diperlukan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital. Investasi infrastruktur digital dibutuhkan terutama bagi negara-negara anggota G20.
&quot;Khususnya investasi pada jaringan pita lebar berkecepatan tinggi yang sangat penting untuk mendukung ekonomi digital G20 yang inovatif dan inklusif,&quot; kata Lead Co-Chair T20 Indonesia Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (26/4/2022).
BACA JUGA:Erick Thohir: RI Butuh 17 Juta Tenaga Kerja Ekonomi Digital

Untuk bertransformasi secara digital, kekurangan infrastruktur dasar seperti listrik, internet, dan jaringan pita lebar berkecepatan tinggi cenderung masih menjadi tantangan utama di Indonesia. Selain itu, hambatan lain berupa letak geografis, administrasi, dan ketidakpastian peraturan.
BACA JUGA:Menko Airlangga Sambut Baik Kerja Sama Ekonomi Digital dengan China 

&quot;Transformasi digital perlu disertai dengan pedoman dan peraturan agar transformasi dapat meningkatkan keamanan, meningkatkan efisiensi, dan mengatasi tantangan sosial dan organisasi yang muncul,&quot; imbuh Bambang.
Transformasi digital di Indonesia juga menghadapi tantangan karena belum sepenuhnya inklusif atau menjangkau seluruh lapisan masyarakat.Di samping itu dari sisi pemerintah, ia memandang masih banyak yang  mempertahankan teknologi yang ketinggalan zaman atau belum di-update  sehingga menyulitkan perusahaan yang ingin mengintegrasikan seluruh  sistem usahanya dengan teknologi baru.
&quot;Ancaman terhadap keamanan dunia maya juga meningkat ketika kita  terus menggunakan sistem lama atau teknologi yang sudah ketinggalan  zaman,&quot; katanya.
Selain itu kurangnya pembaruan teknologi membuat sistem digital lebih  rentan terhadap serangan dunia maya dan berpotensi membuat Indonesia  kehilangan bakat baru yang muncul di pasar tenaga kerja digital.
&quot;Budaya tempat kerja yang saat ini cenderung stagnan menjadi penghambat transformasi digital,&quot; kata Bambang Brodjonegoro.</description><content:encoded> 
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia masih membutuhkan investasi infrastruktur digital masih diperlukan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital. Investasi infrastruktur digital dibutuhkan terutama bagi negara-negara anggota G20.
&quot;Khususnya investasi pada jaringan pita lebar berkecepatan tinggi yang sangat penting untuk mendukung ekonomi digital G20 yang inovatif dan inklusif,&quot; kata Lead Co-Chair T20 Indonesia Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (26/4/2022).
BACA JUGA:Erick Thohir: RI Butuh 17 Juta Tenaga Kerja Ekonomi Digital

Untuk bertransformasi secara digital, kekurangan infrastruktur dasar seperti listrik, internet, dan jaringan pita lebar berkecepatan tinggi cenderung masih menjadi tantangan utama di Indonesia. Selain itu, hambatan lain berupa letak geografis, administrasi, dan ketidakpastian peraturan.
BACA JUGA:Menko Airlangga Sambut Baik Kerja Sama Ekonomi Digital dengan China 

&quot;Transformasi digital perlu disertai dengan pedoman dan peraturan agar transformasi dapat meningkatkan keamanan, meningkatkan efisiensi, dan mengatasi tantangan sosial dan organisasi yang muncul,&quot; imbuh Bambang.
Transformasi digital di Indonesia juga menghadapi tantangan karena belum sepenuhnya inklusif atau menjangkau seluruh lapisan masyarakat.Di samping itu dari sisi pemerintah, ia memandang masih banyak yang  mempertahankan teknologi yang ketinggalan zaman atau belum di-update  sehingga menyulitkan perusahaan yang ingin mengintegrasikan seluruh  sistem usahanya dengan teknologi baru.
&quot;Ancaman terhadap keamanan dunia maya juga meningkat ketika kita  terus menggunakan sistem lama atau teknologi yang sudah ketinggalan  zaman,&quot; katanya.
Selain itu kurangnya pembaruan teknologi membuat sistem digital lebih  rentan terhadap serangan dunia maya dan berpotensi membuat Indonesia  kehilangan bakat baru yang muncul di pasar tenaga kerja digital.
&quot;Budaya tempat kerja yang saat ini cenderung stagnan menjadi penghambat transformasi digital,&quot; kata Bambang Brodjonegoro.</content:encoded></item></channel></rss>
