<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bank Raya (AGRO) Rp47,7 Miliar, Naik 167% di Kuartal I-2022</title><description>PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) meraih laba sebesar Rp47,71 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/27/278/2586239/laba-bank-raya-agro-rp47-7-miliar-naik-167-di-kuartal-i-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/27/278/2586239/laba-bank-raya-agro-rp47-7-miliar-naik-167-di-kuartal-i-2022"/><item><title>Laba Bank Raya (AGRO) Rp47,7 Miliar, Naik 167% di Kuartal I-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/27/278/2586239/laba-bank-raya-agro-rp47-7-miliar-naik-167-di-kuartal-i-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/27/278/2586239/laba-bank-raya-agro-rp47-7-miliar-naik-167-di-kuartal-i-2022</guid><pubDate>Rabu 27 April 2022 18:14 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/27/278/2586239/laba-bank-raya-agro-rp47-7-miliar-naik-167-di-kuartal-i-2022-koUCvWhveI.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Bank Raya alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/27/278/2586239/laba-bank-raya-agro-rp47-7-miliar-naik-167-di-kuartal-i-2022-koUCvWhveI.jpeg</image><title>Laba Bank Raya alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) meraih laba sebesar Rp47,71 miliar. Laba AGRO naik 167,03% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Beberapa indikator lainnya yang mengalami peningkatan secara pesat adalah perbaikan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi sebesar 4,81% dari periode sebelumnya 3,39% dan pendapatan operasional lainnya yang meningkat sebesar 558,02% (year on year/yoy).
BACA JUGA:Bank Raya (AGRO) Rugi Rp3,05 Triliun, Ini Penyebabnya

Pembukuan laba tersebut, didorong oleh kenaikan pendapatan operasional lainnya yang diperoleh dari penerimaan kembali aset keuangan yang telah dihapus buku/recovery write off sebesar Rp22,51 miliar atau meningkat 633,33% yoy. Kinerja ini dapat dicapai dengan terus memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan usaha serta dengan mengingat proses transformasi bisnis Bank Raya yang masih berjalan.
Direktur Utama Bank Raya, Kaspar Situmorang mengatakan, ada strategi untuk mencapai profitabilitas pada tahun ini yang difokuskan menjadi dua strategi, yakni strategi ekspansi dengan pemanfaatan ekosistem BRI Group untuk pertumbuhan bisnis digital dan strategi perbaikan kinerja bisnis legacy Perseroan yang terus-menerus, yaitu fokus pada kualitas aset dan recovery.
BACA JUGA:Bank Raya (AGRO) Bakal Rights Issue Rp1,1 Triliun, Catat Jadwalnya

&quot;Selain itu, perbaikan kinerja Perseroan juga secara khusus ditujukan untuk pencapaian kegiatan operasional yang lebih efisien dan customer experience yang terus kami tingkatkan dari waktu ke waktu,&amp;rdquo; ujar Kaspar dalam keterangan resmi, Rabu (27/4/2022).
Pada kuartal I tahun 2022, dari sisi aset, Bank Raya menyalurkan kredit yang diberikan sebesar Rp9,53 triliun, sementara dari sisi liabilitas Bank Raya menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp10,15 triliun.
Meskipun terdapat penurunan dibandingkan periode sebelumnya, hal ini  adalah dampak langkah strategis Perseroan untuk melakukan penataan  kembali portofolio bisnis untuk fokus kepada pengembangan bisnis  digital, khususnya di tengah proses transisi dari bisnis legacy Bank  Raya.
Kinerja positif Bank Raya juga ditunjukkan melalui perbaikan sejumlah  rasio keuangan, seperti rasio gross non-performing loan/gross NPL  sebesar 1,40%, lebih baik dari periode yang sama di tahun sebelumnya  sebesar 4,76%.
Secara khusus pinjaman digital Bank Raya, membukukan tingkat NPL yang  lebih rendah, yaitu sebesar 0,21%. Jumlah pinjaman digital Bank Raya  yang meliputi Pinang Connect, Pinang Maksima, Pinang Performa, dan  Pinang Flexi tercatat sebesar Rp505 miliar.
Dari sisi simpanan, porsi CASA terhadap penghimpunan dana pihak  ketiga berhasil meningkat menjadi sebesar 45,20%. Hingga saat ini, Bank  Raya mencatatkan pertumbuhan nasabah baru sebanyak kurang lebih 450.000  nasabah melalui pembukaan rekening dan fitur saku yang terdapat pada  Raya Digital Saving. Jumlah nasabah baru tersebut didorong oleh  kemudahan yang ditawarkan oleh aplikasi Raya 2.0 yang telah diluncurkan  pada 22 Februari 2022, dengan pembukaan rekening per hari mencapai  sekitar 20.000 rekening.
Selain itu, pembukuan pendapatan pada kuartal pertama ini berdampak  pada membaiknya rasio profitabilitas yaitu return on asset (ROA) sebesar  3,45% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni  sebesar 0,47%. Sementara itu, rasio return on equity (ROE) tercatat  sebesar 9,11%, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun  sebelumnya sebesar 1,74%.
Fungsi intermediasi Bank Raya juga ditunjukkan melalui Rasio  Intermediasi Makroprudensial (RIM) yang memadai sebesar 90,02% dengan  struktur permodalan yang solid, sebagaimana ditunjukkan oleh rasio  kewajiban pemenuhan modal minimum (KPMM/CAR) sebesar 25,87%.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) meraih laba sebesar Rp47,71 miliar. Laba AGRO naik 167,03% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Beberapa indikator lainnya yang mengalami peningkatan secara pesat adalah perbaikan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi sebesar 4,81% dari periode sebelumnya 3,39% dan pendapatan operasional lainnya yang meningkat sebesar 558,02% (year on year/yoy).
BACA JUGA:Bank Raya (AGRO) Rugi Rp3,05 Triliun, Ini Penyebabnya

Pembukuan laba tersebut, didorong oleh kenaikan pendapatan operasional lainnya yang diperoleh dari penerimaan kembali aset keuangan yang telah dihapus buku/recovery write off sebesar Rp22,51 miliar atau meningkat 633,33% yoy. Kinerja ini dapat dicapai dengan terus memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan usaha serta dengan mengingat proses transformasi bisnis Bank Raya yang masih berjalan.
Direktur Utama Bank Raya, Kaspar Situmorang mengatakan, ada strategi untuk mencapai profitabilitas pada tahun ini yang difokuskan menjadi dua strategi, yakni strategi ekspansi dengan pemanfaatan ekosistem BRI Group untuk pertumbuhan bisnis digital dan strategi perbaikan kinerja bisnis legacy Perseroan yang terus-menerus, yaitu fokus pada kualitas aset dan recovery.
BACA JUGA:Bank Raya (AGRO) Bakal Rights Issue Rp1,1 Triliun, Catat Jadwalnya

&quot;Selain itu, perbaikan kinerja Perseroan juga secara khusus ditujukan untuk pencapaian kegiatan operasional yang lebih efisien dan customer experience yang terus kami tingkatkan dari waktu ke waktu,&amp;rdquo; ujar Kaspar dalam keterangan resmi, Rabu (27/4/2022).
Pada kuartal I tahun 2022, dari sisi aset, Bank Raya menyalurkan kredit yang diberikan sebesar Rp9,53 triliun, sementara dari sisi liabilitas Bank Raya menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp10,15 triliun.
Meskipun terdapat penurunan dibandingkan periode sebelumnya, hal ini  adalah dampak langkah strategis Perseroan untuk melakukan penataan  kembali portofolio bisnis untuk fokus kepada pengembangan bisnis  digital, khususnya di tengah proses transisi dari bisnis legacy Bank  Raya.
Kinerja positif Bank Raya juga ditunjukkan melalui perbaikan sejumlah  rasio keuangan, seperti rasio gross non-performing loan/gross NPL  sebesar 1,40%, lebih baik dari periode yang sama di tahun sebelumnya  sebesar 4,76%.
Secara khusus pinjaman digital Bank Raya, membukukan tingkat NPL yang  lebih rendah, yaitu sebesar 0,21%. Jumlah pinjaman digital Bank Raya  yang meliputi Pinang Connect, Pinang Maksima, Pinang Performa, dan  Pinang Flexi tercatat sebesar Rp505 miliar.
Dari sisi simpanan, porsi CASA terhadap penghimpunan dana pihak  ketiga berhasil meningkat menjadi sebesar 45,20%. Hingga saat ini, Bank  Raya mencatatkan pertumbuhan nasabah baru sebanyak kurang lebih 450.000  nasabah melalui pembukaan rekening dan fitur saku yang terdapat pada  Raya Digital Saving. Jumlah nasabah baru tersebut didorong oleh  kemudahan yang ditawarkan oleh aplikasi Raya 2.0 yang telah diluncurkan  pada 22 Februari 2022, dengan pembukaan rekening per hari mencapai  sekitar 20.000 rekening.
Selain itu, pembukuan pendapatan pada kuartal pertama ini berdampak  pada membaiknya rasio profitabilitas yaitu return on asset (ROA) sebesar  3,45% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni  sebesar 0,47%. Sementara itu, rasio return on equity (ROE) tercatat  sebesar 9,11%, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun  sebelumnya sebesar 1,74%.
Fungsi intermediasi Bank Raya juga ditunjukkan melalui Rasio  Intermediasi Makroprudensial (RIM) yang memadai sebesar 90,02% dengan  struktur permodalan yang solid, sebagaimana ditunjukkan oleh rasio  kewajiban pemenuhan modal minimum (KPMM/CAR) sebesar 25,87%.</content:encoded></item></channel></rss>
