<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PKPU Garuda Indonesia Diumumkan Mei, Erick Thohir: Kita Tak Mau Ditekan Lessor</title><description>Hasil PKPU PT Garuda Indonesia Tbk akan diumumkan pada 17 atau 20 Mei  2022. Adapun total utang Garuda Indonesia mencapai Rp139 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/27/320/2586007/pkpu-garuda-indonesia-diumumkan-mei-erick-thohir-kita-tak-mau-ditekan-lessor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/27/320/2586007/pkpu-garuda-indonesia-diumumkan-mei-erick-thohir-kita-tak-mau-ditekan-lessor"/><item><title>PKPU Garuda Indonesia Diumumkan Mei, Erick Thohir: Kita Tak Mau Ditekan Lessor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/27/320/2586007/pkpu-garuda-indonesia-diumumkan-mei-erick-thohir-kita-tak-mau-ditekan-lessor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/27/320/2586007/pkpu-garuda-indonesia-diumumkan-mei-erick-thohir-kita-tak-mau-ditekan-lessor</guid><pubDate>Rabu 27 April 2022 12:54 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/27/320/2586007/pkpu-garuda-indonesia-diumumkan-mei-erick-thohir-kita-tak-mau-ditekan-lessor-cQJ2V3zdap.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PKPU Garuda Indonesia diumumkan Mei (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/27/320/2586007/pkpu-garuda-indonesia-diumumkan-mei-erick-thohir-kita-tak-mau-ditekan-lessor-cQJ2V3zdap.jpg</image><title>PKPU Garuda Indonesia diumumkan Mei (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Hasil PKPU PT Garuda Indonesia Tbk akan diumumkan pada 17 atau 20 Mei 2022. Adapun total utang Garuda Indonesia mencapai Rp139 triliun.
Saat ini, Kementerian BUMN dan emiten dengan kode saham GIAA ini tengah menunggu keputusan PKPU. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berharap keputusan tersebut berdampak baik bagi kinerja maskapai penerbangan nasional ini.
BACA JUGA:Ada Investor yang Bantu Selamatkan Garuda Indonesia? Ini Bocoran Dirut

&quot;Jadi memang kita konsen di penerbangan ini, kita akan tunggu keputusan dari PKPU tanggal 17 atau 20 Mei, keputusannya kita tunggu siapa tahu bisa menjadi solusi bersama, baru kita tingkatkan lagi kegiatan bagaimana infrastruktur supporting, khususnya sektor penerbangan,&quot; ungkap Erick saat ditemui di kawasan GBK, Jakarta, Rabu (27/4/2022).
Erick mencatat upaya mendorong penyelesaian Garuda Indonesia terus dilakukan secara maksimal. Hal ini setelah Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR RI memberikan dukungan penuh agar Garuda diselamatkan dari jurang kepailitan.
BACA JUGA:Utang Garuda Indonesia Rp139 Triliun, Erick Thohir Disebut Tawar Bayar 25%

Dia menegaskan, akan menolak keras hasil restrukturisasi utang yang tendensius. Artinya, tidak ada lagi kesepakatan harga sewa atau leasing dengan harga yang tinggi.
&quot;Nah disitulah kita harus antisipasi, kenapa? Kembali kita mendorong penyelesaian garuda secara maksimal, tetapi tentu penyelesaian yang baik, tidak mau kita ditekan oleh lessor, harus diselesaikan dengan sewa mahal dan unsur koruptif,&quot; kata dia.Upaya penyelamatan bisnis Garuda juga dilakukan melalui pemberian  Penyertaan Modal Negara (PMN). Pemerintah melalui Kementerian Keuangan  akan menyuntik dana kepada perusahaan sebesar Rp7,5 triliun pada 2022.
Suntikan anggaran ini setelah Panja dan Kementerian BUMN menyepakati  pelaksanaan skema penyelamatan bisnis dan keuangan maskapai pelat merah  ini.
Ketua Panja Penyelamatan Garuda Indonesia Komisi VI, Martin Manurung  mengatakan, pihaknya menyetujui adanya pemberian PMN sebesar Rp7,5  triliun kepada Garuda. Anggaran ini bersumber dari cadangan pembiayaan  investasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2022.
Anggaran ini akan diperoleh Garuda, bila maskapai penerbangan ini  mencapai kesepakatan damai dengan kreditur dalam skema Penundaan  Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dengan kreditur. Saat ini PKPU tengah  berlangsung.
&quot;Panja menyetujui PMN sebesar Rp7,5 triliun dari cadangan pembiayaan  investasi APBN yang akan dicairkan jika Garuda mencapai kesepakatan  damai dengan kreditur dalam PKPU,&quot; ungkap Martin beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Hasil PKPU PT Garuda Indonesia Tbk akan diumumkan pada 17 atau 20 Mei 2022. Adapun total utang Garuda Indonesia mencapai Rp139 triliun.
Saat ini, Kementerian BUMN dan emiten dengan kode saham GIAA ini tengah menunggu keputusan PKPU. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berharap keputusan tersebut berdampak baik bagi kinerja maskapai penerbangan nasional ini.
BACA JUGA:Ada Investor yang Bantu Selamatkan Garuda Indonesia? Ini Bocoran Dirut

&quot;Jadi memang kita konsen di penerbangan ini, kita akan tunggu keputusan dari PKPU tanggal 17 atau 20 Mei, keputusannya kita tunggu siapa tahu bisa menjadi solusi bersama, baru kita tingkatkan lagi kegiatan bagaimana infrastruktur supporting, khususnya sektor penerbangan,&quot; ungkap Erick saat ditemui di kawasan GBK, Jakarta, Rabu (27/4/2022).
Erick mencatat upaya mendorong penyelesaian Garuda Indonesia terus dilakukan secara maksimal. Hal ini setelah Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR RI memberikan dukungan penuh agar Garuda diselamatkan dari jurang kepailitan.
BACA JUGA:Utang Garuda Indonesia Rp139 Triliun, Erick Thohir Disebut Tawar Bayar 25%

Dia menegaskan, akan menolak keras hasil restrukturisasi utang yang tendensius. Artinya, tidak ada lagi kesepakatan harga sewa atau leasing dengan harga yang tinggi.
&quot;Nah disitulah kita harus antisipasi, kenapa? Kembali kita mendorong penyelesaian garuda secara maksimal, tetapi tentu penyelesaian yang baik, tidak mau kita ditekan oleh lessor, harus diselesaikan dengan sewa mahal dan unsur koruptif,&quot; kata dia.Upaya penyelamatan bisnis Garuda juga dilakukan melalui pemberian  Penyertaan Modal Negara (PMN). Pemerintah melalui Kementerian Keuangan  akan menyuntik dana kepada perusahaan sebesar Rp7,5 triliun pada 2022.
Suntikan anggaran ini setelah Panja dan Kementerian BUMN menyepakati  pelaksanaan skema penyelamatan bisnis dan keuangan maskapai pelat merah  ini.
Ketua Panja Penyelamatan Garuda Indonesia Komisi VI, Martin Manurung  mengatakan, pihaknya menyetujui adanya pemberian PMN sebesar Rp7,5  triliun kepada Garuda. Anggaran ini bersumber dari cadangan pembiayaan  investasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2022.
Anggaran ini akan diperoleh Garuda, bila maskapai penerbangan ini  mencapai kesepakatan damai dengan kreditur dalam skema Penundaan  Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dengan kreditur. Saat ini PKPU tengah  berlangsung.
&quot;Panja menyetujui PMN sebesar Rp7,5 triliun dari cadangan pembiayaan  investasi APBN yang akan dicairkan jika Garuda mencapai kesepakatan  damai dengan kreditur dalam PKPU,&quot; ungkap Martin beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
