<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belajar Banyak dari Pandemi Covid-19, Menko Luhut Ingatkan soal Kesehatan dan Pendidikan</title><description>Presidensi G20 Indonesia berkomitmen membangun arsitektur kesehatan global yang lebih baik dengan menutup kesenjangan pembiayaan kesehatan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/27/320/2586226/belajar-banyak-dari-pandemi-covid-19-menko-luhut-ingatkan-soal-kesehatan-dan-pendidikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/27/320/2586226/belajar-banyak-dari-pandemi-covid-19-menko-luhut-ingatkan-soal-kesehatan-dan-pendidikan"/><item><title>Belajar Banyak dari Pandemi Covid-19, Menko Luhut Ingatkan soal Kesehatan dan Pendidikan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/27/320/2586226/belajar-banyak-dari-pandemi-covid-19-menko-luhut-ingatkan-soal-kesehatan-dan-pendidikan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/27/320/2586226/belajar-banyak-dari-pandemi-covid-19-menko-luhut-ingatkan-soal-kesehatan-dan-pendidikan</guid><pubDate>Rabu 27 April 2022 17:03 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/27/320/2586226/belajar-banyak-dari-pandemi-covid-19-menko-luhut-ingatkan-soal-kesehatan-dan-pendidikan-IBOgHb6fuy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan. (Foto: Okezone.com/Kemenko Marves)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/27/320/2586226/belajar-banyak-dari-pandemi-covid-19-menko-luhut-ingatkan-soal-kesehatan-dan-pendidikan-IBOgHb6fuy.jpg</image><title>Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan. (Foto: Okezone.com/Kemenko Marves)</title></images><description>JAKARTA  -  Presidensi G20 Indonesia berkomitmen membangun arsitektur kesehatan global yang lebih baik dengan menutup kesenjangan pembiayaan kesehatan antara negara maju dan berkembang.
&quot;Diperlukan dana kesehatan untuk meningkatkan respons global terhadap Covid-19 dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi pandemi di masa depan,&quot; kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dalam CSIS Global Dialog 2022, dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu (27/4/2022).
Investasi dengan jumlah yang signifikan untuk memperbaiki arsitektur kesehatan global dan skema pembiayaan yang lebih inovatif masih perlu dimobilisasi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Sebut Generasi Milenial Bisa Jadi Pendorong Ekonomi
Menurutnya Covid-19 telah menunjukkan bahwa dunia kekurangan sumber daya untuk membuat setiap negara siap menghadapi pandemi. Hal ini tampak juga dari vaksinasi yang tidak merata dimana tingkat vaksinasi negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah masih rendah.
&quot;Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah harus didorong untuk mereformasi sektor kesehatan mereka untuk memenuhi target global pada vaksinasi, diagnosa Covid-19, dan pengobatan,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir: RI Butuh 17 Juta Tenaga Kerja Ekonomi Digital
Selain pada sektor kesehatan, pandemi Covid-19 juga berdampak pada sektor pendidikan di mana 1,5 miliar anak sulit mengakses pendidikan karena pandemi, dan 30 juta di antara anak-anak yang putus sekolah diperkirakan tidak akan kembali bersekolah.Bank dunia memperkirakan bahwa tahun depan pengeluaran pendidikan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah berpotensi turun 100 sampai 150 miliar dolar AS dari yang direncanakan sebelumnya.
&quot;Biaya ekonomi jangka panjang dari learning loss berarti terdapat potensi kerugian dalam output produktivitas di masa depan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA  -  Presidensi G20 Indonesia berkomitmen membangun arsitektur kesehatan global yang lebih baik dengan menutup kesenjangan pembiayaan kesehatan antara negara maju dan berkembang.
&quot;Diperlukan dana kesehatan untuk meningkatkan respons global terhadap Covid-19 dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi pandemi di masa depan,&quot; kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dalam CSIS Global Dialog 2022, dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu (27/4/2022).
Investasi dengan jumlah yang signifikan untuk memperbaiki arsitektur kesehatan global dan skema pembiayaan yang lebih inovatif masih perlu dimobilisasi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Sebut Generasi Milenial Bisa Jadi Pendorong Ekonomi
Menurutnya Covid-19 telah menunjukkan bahwa dunia kekurangan sumber daya untuk membuat setiap negara siap menghadapi pandemi. Hal ini tampak juga dari vaksinasi yang tidak merata dimana tingkat vaksinasi negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah masih rendah.
&quot;Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah harus didorong untuk mereformasi sektor kesehatan mereka untuk memenuhi target global pada vaksinasi, diagnosa Covid-19, dan pengobatan,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir: RI Butuh 17 Juta Tenaga Kerja Ekonomi Digital
Selain pada sektor kesehatan, pandemi Covid-19 juga berdampak pada sektor pendidikan di mana 1,5 miliar anak sulit mengakses pendidikan karena pandemi, dan 30 juta di antara anak-anak yang putus sekolah diperkirakan tidak akan kembali bersekolah.Bank dunia memperkirakan bahwa tahun depan pengeluaran pendidikan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah berpotensi turun 100 sampai 150 miliar dolar AS dari yang direncanakan sebelumnya.
&quot;Biaya ekonomi jangka panjang dari learning loss berarti terdapat potensi kerugian dalam output produktivitas di masa depan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
