<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Semen Baturaja (SMBR) Anjlok 46,9% di Kuartal I-2022</title><description>PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp9,5 miliar pada kuartal I 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/28/278/2586661/laba-semen-baturaja-smbr-anjlok-46-9-di-kuartal-i-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/28/278/2586661/laba-semen-baturaja-smbr-anjlok-46-9-di-kuartal-i-2022"/><item><title>Laba Semen Baturaja (SMBR) Anjlok 46,9% di Kuartal I-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/28/278/2586661/laba-semen-baturaja-smbr-anjlok-46-9-di-kuartal-i-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/28/278/2586661/laba-semen-baturaja-smbr-anjlok-46-9-di-kuartal-i-2022</guid><pubDate>Kamis 28 April 2022 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/28/278/2586661/laba-semen-baturaja-smbr-anjlok-46-9-di-kuartal-i-2022-IbuGtYmkzm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Semen Baturaja alami penurunan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/28/278/2586661/laba-semen-baturaja-smbr-anjlok-46-9-di-kuartal-i-2022-IbuGtYmkzm.jpg</image><title>Laba Semen Baturaja alami penurunan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp9,5 miliar pada kuartal I 2022. Laba SMBR anjlok 46,9% dibandingkan periode sama tahun 2021 yang terbilang Rp17,975 miliar.
Akibatnya, laba per saham dasar turun ke level Rp1, sedangkan di akhir Maret 2021 tercatat di level Rp2. Sementara pendapatan tumbuh menjadi Rp416,23 miliar yang ditopang penjualan semen bungkus Rp363,83 miliar atau tumbuh 6,14% dibandingkan kuartal I 2021 yang tercatat sebesar Rp342,76 miliar.
BACA JUGA:Semen Baturaja (SMBR) Cetak Laba Rp51,8 Miliar di 2021

Tapi penjualan semen curah turun 21,3% menjadi Rp42,776 miliar. Namun beban pokok penjualan membengkak 7,2% menjadi Rp222,62 miliar, dampaknya laba kotor turun 1,5% menjadi Rp193,6 miliar.
Terlebih, beban usaha membengkak 9,3% menjadi Rp141 miliar, akibatnya laba usaha turun 21,21% menjadi Rp52,46 miliar. Sementara itu, aset perseroan tumbuh 0,8% menjadi Rp5,867 triliun karena kewajiban membengkak 1,6% menjadi Rp2,389 triliun.
BACA JUGA:Erick Thohir Ganti Dirut Semen Baturaja, Berikut Susunan Direksi-Komisaris Terbaru

Tahun ini, perseroan menargetkan volume produksi perseroan bakal kembali ke level sebelum pandemi. Sekretaris Perusahaan Semen Baturaja, Doddy Irawan seperti dikutip bisnis pernah mengatakan, total volume produksi sepanjang tahun lalu sebesar 1,96 juta ton, naik tipis dari capaian 2020 sebesar 1,93 juta ton. Tercatat volume produksi SMBR pada 2019 sebesar 2,11 juta ton. Artinya, untuk mencapai angka tersebut, pertumbuhan produksi pada tahun ini paling tidak sebesar 7,65%.
Doddy mengatakan, pertumbuhan permintaan yang didorong alokasi anggaran pemerintah untuk pembangunan infrastruktur akan mengerek kinerja produksi perseroan pada tahun ini.&quot;Proyeksi produksi semen SMBR pada 2022 akan tumbuh seiring  pertumbuhan demand. Asumsinya ada peningkatan permintaan semen dan  alokasi pendanaan pemerintah untuk infrastruktur yang cukup besar,&quot; kata  Doddy.
Sementara itu, tantangan industri semen pada tahun ini masih seputar  oversuplai yang menyebabkan persaingan antarprodusen semakin ketat.  Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.  (INTP) Oey Marcos sebelumnya juga mengatakan kondisi oversuplai  menyebabkan tingkat utilitas rata-rata pabrikan berkisar 55% hingga 60%.
&quot;Tentunya hal ini [oversuplai semen] menyebabkan persaingan menjadi sangat ketat,&quot; ujarnya.
Sepanjang tahun lalu perseroan mencatatkan penjualan semen sebesar 17  juta ton, naik sekitar 3% dibandingkan capaian 2020. Oey mengatakan  tahun ini pihaknya membidik pertumbuhan yang hampir sama di kisaran 3%  hingga 4%. Adapun, menurut catatan terbaru Asosiasi Semen Indonesia  (ASI), rata-rata utilitas kapasitas produksi sepanjang 2021 masih  berkisar 67% dengan kelebihan kapasitas sekitar 38 juta ton.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp9,5 miliar pada kuartal I 2022. Laba SMBR anjlok 46,9% dibandingkan periode sama tahun 2021 yang terbilang Rp17,975 miliar.
Akibatnya, laba per saham dasar turun ke level Rp1, sedangkan di akhir Maret 2021 tercatat di level Rp2. Sementara pendapatan tumbuh menjadi Rp416,23 miliar yang ditopang penjualan semen bungkus Rp363,83 miliar atau tumbuh 6,14% dibandingkan kuartal I 2021 yang tercatat sebesar Rp342,76 miliar.
BACA JUGA:Semen Baturaja (SMBR) Cetak Laba Rp51,8 Miliar di 2021

Tapi penjualan semen curah turun 21,3% menjadi Rp42,776 miliar. Namun beban pokok penjualan membengkak 7,2% menjadi Rp222,62 miliar, dampaknya laba kotor turun 1,5% menjadi Rp193,6 miliar.
Terlebih, beban usaha membengkak 9,3% menjadi Rp141 miliar, akibatnya laba usaha turun 21,21% menjadi Rp52,46 miliar. Sementara itu, aset perseroan tumbuh 0,8% menjadi Rp5,867 triliun karena kewajiban membengkak 1,6% menjadi Rp2,389 triliun.
BACA JUGA:Erick Thohir Ganti Dirut Semen Baturaja, Berikut Susunan Direksi-Komisaris Terbaru

Tahun ini, perseroan menargetkan volume produksi perseroan bakal kembali ke level sebelum pandemi. Sekretaris Perusahaan Semen Baturaja, Doddy Irawan seperti dikutip bisnis pernah mengatakan, total volume produksi sepanjang tahun lalu sebesar 1,96 juta ton, naik tipis dari capaian 2020 sebesar 1,93 juta ton. Tercatat volume produksi SMBR pada 2019 sebesar 2,11 juta ton. Artinya, untuk mencapai angka tersebut, pertumbuhan produksi pada tahun ini paling tidak sebesar 7,65%.
Doddy mengatakan, pertumbuhan permintaan yang didorong alokasi anggaran pemerintah untuk pembangunan infrastruktur akan mengerek kinerja produksi perseroan pada tahun ini.&quot;Proyeksi produksi semen SMBR pada 2022 akan tumbuh seiring  pertumbuhan demand. Asumsinya ada peningkatan permintaan semen dan  alokasi pendanaan pemerintah untuk infrastruktur yang cukup besar,&quot; kata  Doddy.
Sementara itu, tantangan industri semen pada tahun ini masih seputar  oversuplai yang menyebabkan persaingan antarprodusen semakin ketat.  Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.  (INTP) Oey Marcos sebelumnya juga mengatakan kondisi oversuplai  menyebabkan tingkat utilitas rata-rata pabrikan berkisar 55% hingga 60%.
&quot;Tentunya hal ini [oversuplai semen] menyebabkan persaingan menjadi sangat ketat,&quot; ujarnya.
Sepanjang tahun lalu perseroan mencatatkan penjualan semen sebesar 17  juta ton, naik sekitar 3% dibandingkan capaian 2020. Oey mengatakan  tahun ini pihaknya membidik pertumbuhan yang hampir sama di kisaran 3%  hingga 4%. Adapun, menurut catatan terbaru Asosiasi Semen Indonesia  (ASI), rata-rata utilitas kapasitas produksi sepanjang 2021 masih  berkisar 67% dengan kelebihan kapasitas sekitar 38 juta ton.</content:encoded></item></channel></rss>
