<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Kembali Ingatkan Sense of Crisis, Jokowi: Jangan seperti Biasanya</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan soal sense of crisis dalam menghadapi situasi ketidakpastian saat ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/28/320/2586544/waspada-kembali-ingatkan-sense-of-crisis-jokowi-jangan-seperti-biasanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/28/320/2586544/waspada-kembali-ingatkan-sense-of-crisis-jokowi-jangan-seperti-biasanya"/><item><title>Waspada! Kembali Ingatkan Sense of Crisis, Jokowi: Jangan seperti Biasanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/28/320/2586544/waspada-kembali-ingatkan-sense-of-crisis-jokowi-jangan-seperti-biasanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/28/320/2586544/waspada-kembali-ingatkan-sense-of-crisis-jokowi-jangan-seperti-biasanya</guid><pubDate>Kamis 28 April 2022 11:23 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/28/320/2586544/waspada-kembali-ingatkan-sense-of-crisis-jokowi-jangan-seperti-biasanya-fbCx1gYBRR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi ingatkan soal sense of crisis (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/28/320/2586544/waspada-kembali-ingatkan-sense-of-crisis-jokowi-jangan-seperti-biasanya-fbCx1gYBRR.jpg</image><title>Jokowi ingatkan soal sense of crisis (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan soal sense of crisis dalam menghadapi situasi ketidakpastian saat ini. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam sambutannya pada acara Peresmian Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional yang digelar secara daring, Kamis (28/4/2022).
BACA JUGA:Indonesia Produsen Sawit Terbesar Dunia, Jokowi: Ironis Kita Kesulitan Dapat Minyak Goreng
&quot;Hati-hati semuanya, semuanya kita harus memiliki sense of crisis. Jangan seperti biasanya, jangan bisnis as usual. Hati-hati sense of crisis harus ada di kita semuanya. Sehingga kita harus ada perencanaan yang baik harus ada skenario yang pas dalam menghadapi situasi yang tidak pasti ini,&quot; ujar Jokowi dalam sambutannya.
BACA JUGA:Masalah Minyak Goreng Tak Kunjung Selesai, Jokowi: Tak Mungkin Biarkan 4 Bulan Langka
Awalnya Jokowi memberikan gambaran mengenai dampak dari pandemi Covid-19 dan perang antara Rusia dan Ukraina. Akibat hal tersebut memunculkan krisis yang berakibat pada naiknya inflasi global.Dijelaskan Jokowi, bahwa inflasi global meningkat tajam dan  pertumbuhan ekonomi global juga akan mengalami perlambatan. Inflasi yang  paling tinggi terjadi di Turki dengan angka 61,1%, lalu Amerika sudah  8,5%.
&quot;Negara kita Alhamdulillah masih berada terakhir masih berada di  angka 2,6%. Ini yang harus bersama-sama kita perbaiki kita pertahankan,&quot;  jelasnya.
Maka dari itu, kata Jokowi, perlunya sense of crisis bagi semua pihak  terutama pemerintah pusat dan daerah untuk membuat langkah antisipatif.
&quot;Saya memberikan gambaran seperti ini agar kita semua waspada,  betul-betul mengkalkulasi, menghitung secara detil sehingga langkah  antisipasinya tepat, langkah antisipasinya betul benar dan kita harus  betul-betul siap jika krisis ini berlanjut hingga tahun depan,&quot;  ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan soal sense of crisis dalam menghadapi situasi ketidakpastian saat ini. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam sambutannya pada acara Peresmian Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional yang digelar secara daring, Kamis (28/4/2022).
BACA JUGA:Indonesia Produsen Sawit Terbesar Dunia, Jokowi: Ironis Kita Kesulitan Dapat Minyak Goreng
&quot;Hati-hati semuanya, semuanya kita harus memiliki sense of crisis. Jangan seperti biasanya, jangan bisnis as usual. Hati-hati sense of crisis harus ada di kita semuanya. Sehingga kita harus ada perencanaan yang baik harus ada skenario yang pas dalam menghadapi situasi yang tidak pasti ini,&quot; ujar Jokowi dalam sambutannya.
BACA JUGA:Masalah Minyak Goreng Tak Kunjung Selesai, Jokowi: Tak Mungkin Biarkan 4 Bulan Langka
Awalnya Jokowi memberikan gambaran mengenai dampak dari pandemi Covid-19 dan perang antara Rusia dan Ukraina. Akibat hal tersebut memunculkan krisis yang berakibat pada naiknya inflasi global.Dijelaskan Jokowi, bahwa inflasi global meningkat tajam dan  pertumbuhan ekonomi global juga akan mengalami perlambatan. Inflasi yang  paling tinggi terjadi di Turki dengan angka 61,1%, lalu Amerika sudah  8,5%.
&quot;Negara kita Alhamdulillah masih berada terakhir masih berada di  angka 2,6%. Ini yang harus bersama-sama kita perbaiki kita pertahankan,&quot;  jelasnya.
Maka dari itu, kata Jokowi, perlunya sense of crisis bagi semua pihak  terutama pemerintah pusat dan daerah untuk membuat langkah antisipatif.
&quot;Saya memberikan gambaran seperti ini agar kita semua waspada,  betul-betul mengkalkulasi, menghitung secara detil sehingga langkah  antisipasinya tepat, langkah antisipasinya betul benar dan kita harus  betul-betul siap jika krisis ini berlanjut hingga tahun depan,&quot;  ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
