<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Marah! Tanam Jagung dan Kedelai di Mana Pun Bisa Tumbuh, Kenapa RI Masih Impor?</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kecewa kepada para menteri kabinetnya yang belum maksimal karena masih belanja produk-produk impor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/28/320/2586583/jokowi-marah-tanam-jagung-dan-kedelai-di-mana-pun-bisa-tumbuh-kenapa-ri-masih-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/28/320/2586583/jokowi-marah-tanam-jagung-dan-kedelai-di-mana-pun-bisa-tumbuh-kenapa-ri-masih-impor"/><item><title>Jokowi Marah! Tanam Jagung dan Kedelai di Mana Pun Bisa Tumbuh, Kenapa RI Masih Impor?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/28/320/2586583/jokowi-marah-tanam-jagung-dan-kedelai-di-mana-pun-bisa-tumbuh-kenapa-ri-masih-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/28/320/2586583/jokowi-marah-tanam-jagung-dan-kedelai-di-mana-pun-bisa-tumbuh-kenapa-ri-masih-impor</guid><pubDate>Kamis 28 April 2022 12:28 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/28/320/2586583/jokowi-marah-tanam-jagung-dan-kedelai-di-mana-pun-bisa-tumbuh-kenapa-ri-masih-impor-Dsf2dwAaHG.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi soal impor kedelai dan jagung. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/28/320/2586583/jokowi-marah-tanam-jagung-dan-kedelai-di-mana-pun-bisa-tumbuh-kenapa-ri-masih-impor-Dsf2dwAaHG.jfif</image><title>Jokowi soal impor kedelai dan jagung. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kecewa kepada para menteri kabinetnya yang belum maksimal karena masih belanja produk-produk impor.

Jokowi mencontohkan bahwa jagung dan kedelai masih impor, padahal keduanya dapat ditanam di wilayah Indonesia.

&quot;Misalnya, jagung masih impor, tanem jagung, kenapa? nanem jagung di manapun masih tumbuh, kenapa masih impor? Kedelai kita juga masih impor padahal banyak daerah yang sesuai untuk penanaman kedelai,&quot; ujar Jokowi dalam sambutannya pada Peresmian Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional yang digelar secara daring, Kamis (28/4/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Jokowi Bakal Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng jika...
Hal lainnya yang Jokowi komentari terkait dengan proses hilirisasi industri yang belum maksimal.
Akibatnya, bahan mentah sering di ekspor yang seharusnya bisa diolah terlebih dahulu.
&quot;Sekali lagi saya ingatkan jangan kita hanya menjadi pengekspor bahan mentah, pengekspor raw material, stop,&quot; tegasnya.

Selain itu, Jokowi juga memberi catatan terkait investasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Larang Ekspor CPO dan Minyak Goreng, Jokowi: Untuk Tambah Pasokan hingga Melimpah
Dia meminta agar kementerian lembaga untuk dapat bekerja sama meningkatkan investasi dan mempermudah proses perizinan.

&quot;Kalau pelayanan perizinan kita belum cepat di pusat maupun di daerah segera sederhanakan dan percepat layani semua yang berkaitan dengan investasi. Karena kita tidak dapat lagi bergantung kepada APBN dan APBD hati-hati mengenai ini,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kecewa kepada para menteri kabinetnya yang belum maksimal karena masih belanja produk-produk impor.

Jokowi mencontohkan bahwa jagung dan kedelai masih impor, padahal keduanya dapat ditanam di wilayah Indonesia.

&quot;Misalnya, jagung masih impor, tanem jagung, kenapa? nanem jagung di manapun masih tumbuh, kenapa masih impor? Kedelai kita juga masih impor padahal banyak daerah yang sesuai untuk penanaman kedelai,&quot; ujar Jokowi dalam sambutannya pada Peresmian Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional yang digelar secara daring, Kamis (28/4/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Jokowi Bakal Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng jika...
Hal lainnya yang Jokowi komentari terkait dengan proses hilirisasi industri yang belum maksimal.
Akibatnya, bahan mentah sering di ekspor yang seharusnya bisa diolah terlebih dahulu.
&quot;Sekali lagi saya ingatkan jangan kita hanya menjadi pengekspor bahan mentah, pengekspor raw material, stop,&quot; tegasnya.

Selain itu, Jokowi juga memberi catatan terkait investasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Larang Ekspor CPO dan Minyak Goreng, Jokowi: Untuk Tambah Pasokan hingga Melimpah
Dia meminta agar kementerian lembaga untuk dapat bekerja sama meningkatkan investasi dan mempermudah proses perizinan.

&quot;Kalau pelayanan perizinan kita belum cepat di pusat maupun di daerah segera sederhanakan dan percepat layani semua yang berkaitan dengan investasi. Karena kita tidak dapat lagi bergantung kepada APBN dan APBD hati-hati mengenai ini,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
