<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>H+1 Lebaran, Pengunjung Mal Bakal Lebih Meningkat</title><description>APPBI memproyeksikan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan/mal pada hari kedua Lebaran lebih tinggi daripada hari pertama</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/03/320/2588779/h-1-lebaran-pengunjung-mal-bakal-lebih-meningkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/03/320/2588779/h-1-lebaran-pengunjung-mal-bakal-lebih-meningkat"/><item><title>H+1 Lebaran, Pengunjung Mal Bakal Lebih Meningkat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/03/320/2588779/h-1-lebaran-pengunjung-mal-bakal-lebih-meningkat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/03/320/2588779/h-1-lebaran-pengunjung-mal-bakal-lebih-meningkat</guid><pubDate>Selasa 03 Mei 2022 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/03/320/2588779/h-1-lebaran-pengunjung-mal-bakal-lebih-meningkat-9ViUELC28b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengunjung Mal Meningkat saat Lebaran. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/03/320/2588779/h-1-lebaran-pengunjung-mal-bakal-lebih-meningkat-9ViUELC28b.jpg</image><title>Pengunjung Mal Meningkat saat Lebaran. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memproyeksikan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan/mal pada hari kedua Lebaran lebih tinggi daripada hari pertama.
Menurutnya, pada Lebaran kedua ini, masyarakat akan lebih banyak berbelanja untuk kategori makanan dan minuman serta hiburan.
&quot;Sesuai dengan yang diperkirakan bahwa tingkat kunjungan pada saat Ramadan dan Idul Fitri tahun 2022 ini meningkat lebih tinggi sekitar 30% dibandingkan dengan Ramadan dan Idul Fitri tahun 2021 yang lalu,&quot; terang Ketua APPBI Alphonzus Widjaja kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (3/5/2022).
Asal tahu saja, pusat perbelanjaan sempat lesu akibat pembatasan aktivitas masyarakat. Pada lebaran tahun lalu, kasus pandemi Covid-19 masih tinggi, tak seperti sekarang yang sudah melandai.
Baca Juga:&amp;nbsp;Berikut Daftar 'Raja' Pemilik Mal Mewah di RI
Oleh sebab itu, para pengusaha yang tergabung dalam APPBI berharap momen Lebaran tahun ini bisa membangkitkan pusat perbelanjaan kembali.
&quot;Peningkatan kunjungan pada saat bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun ini diharapkan nantinya dapat menjadikan rata-rata tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan pada tahun 2022 ini mencapai 70% - 80% yang mana lebih baik dari tahun 2020 yang hanya mencapai 50% dan tahun 2021 yang hanya mencapai 60% dibandingkan dengan sebelum pandemi,&quot; jelas Alphonzus.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jelang Lebaran, Okupansi Mal Meningkat hingga 80%
Lebih lanjut, dia menyebut bahwa Ramadan dan Idul Fitri tahun ini menjadi momentum penting yang menentukan bagi pemulihan kondisi usaha ditengah ketidakpastian global yang sedang dialami.
Setelah lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 relatif sudah berhasil dikendalikan sebelum Ramadhan dan Idul Fitri, maka ia berharap pemerintah serta masyarakat bisa terus mengendalikan kondisi tersebut sampai dengan nanti setelah Ramadhan dan Idul Fitri.&quot;Jika kondisi tersebut berhasil dikendalikan sampai dengan nanti setelah Ramadhan dan Idul Fitri maka akan memudahkan untuk mempercepat pemulihan kondisi usaha,&quot; ujarnya.
Namun, jika terjadi sebaliknya makanya akan semakin memperburuk kondisi usaha ditengah situasi kenaikan berbagai harga secara bersamaan yang memberatkan kehidupan masyarakat.
Untuk itu, Alphonzus mengimbau semua pihak untuk terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, disiplin dan konsisten. Termasuk percepatan vaksinasi booster.
&quot;Semua langkah tersebut adalah untuk meminimalkan kemungkinan resiko melonjaknya kembali jumlah kasus positif Covid-19 setelah Ramadhan dan Idul Fitri yang jika terjadi maka akan mengakibatkan beban yang jauh lebih berat karena situasi perekonomian yang sedang dalam kondisi berat saat ini,&quot; punykasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memproyeksikan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan/mal pada hari kedua Lebaran lebih tinggi daripada hari pertama.
Menurutnya, pada Lebaran kedua ini, masyarakat akan lebih banyak berbelanja untuk kategori makanan dan minuman serta hiburan.
&quot;Sesuai dengan yang diperkirakan bahwa tingkat kunjungan pada saat Ramadan dan Idul Fitri tahun 2022 ini meningkat lebih tinggi sekitar 30% dibandingkan dengan Ramadan dan Idul Fitri tahun 2021 yang lalu,&quot; terang Ketua APPBI Alphonzus Widjaja kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (3/5/2022).
Asal tahu saja, pusat perbelanjaan sempat lesu akibat pembatasan aktivitas masyarakat. Pada lebaran tahun lalu, kasus pandemi Covid-19 masih tinggi, tak seperti sekarang yang sudah melandai.
Baca Juga:&amp;nbsp;Berikut Daftar 'Raja' Pemilik Mal Mewah di RI
Oleh sebab itu, para pengusaha yang tergabung dalam APPBI berharap momen Lebaran tahun ini bisa membangkitkan pusat perbelanjaan kembali.
&quot;Peningkatan kunjungan pada saat bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun ini diharapkan nantinya dapat menjadikan rata-rata tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan pada tahun 2022 ini mencapai 70% - 80% yang mana lebih baik dari tahun 2020 yang hanya mencapai 50% dan tahun 2021 yang hanya mencapai 60% dibandingkan dengan sebelum pandemi,&quot; jelas Alphonzus.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jelang Lebaran, Okupansi Mal Meningkat hingga 80%
Lebih lanjut, dia menyebut bahwa Ramadan dan Idul Fitri tahun ini menjadi momentum penting yang menentukan bagi pemulihan kondisi usaha ditengah ketidakpastian global yang sedang dialami.
Setelah lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 relatif sudah berhasil dikendalikan sebelum Ramadhan dan Idul Fitri, maka ia berharap pemerintah serta masyarakat bisa terus mengendalikan kondisi tersebut sampai dengan nanti setelah Ramadhan dan Idul Fitri.&quot;Jika kondisi tersebut berhasil dikendalikan sampai dengan nanti setelah Ramadhan dan Idul Fitri maka akan memudahkan untuk mempercepat pemulihan kondisi usaha,&quot; ujarnya.
Namun, jika terjadi sebaliknya makanya akan semakin memperburuk kondisi usaha ditengah situasi kenaikan berbagai harga secara bersamaan yang memberatkan kehidupan masyarakat.
Untuk itu, Alphonzus mengimbau semua pihak untuk terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, disiplin dan konsisten. Termasuk percepatan vaksinasi booster.
&quot;Semua langkah tersebut adalah untuk meminimalkan kemungkinan resiko melonjaknya kembali jumlah kasus positif Covid-19 setelah Ramadhan dan Idul Fitri yang jika terjadi maka akan mengakibatkan beban yang jauh lebih berat karena situasi perekonomian yang sedang dalam kondisi berat saat ini,&quot; punykasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
