<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNI Sasar Downstream Sector</title><description>PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menangkap peluang pengembangan bisnis ke area sektor downstream.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/278/2590617/bni-sasar-downstream-sector</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/278/2590617/bni-sasar-downstream-sector"/><item><title>BNI Sasar Downstream Sector</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/278/2590617/bni-sasar-downstream-sector</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/278/2590617/bni-sasar-downstream-sector</guid><pubDate>Minggu 08 Mei 2022 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/08/278/2590617/bni-sasar-downstream-sector-uj9utnVBYG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BNI sasar downstream sector (Foto: BNI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/08/278/2590617/bni-sasar-downstream-sector-uj9utnVBYG.jpg</image><title>BNI sasar downstream sector (Foto: BNI)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menangkap peluang pengembangan bisnis ke area sektor downstream&amp;nbsp;atau sektor turunan komoditas. Permintaan pada sektor-sektor turunan kini mulai meningkat seiring pemulihan paska pandemi Covid-19.&amp;nbsp;
BACA JUGA:BNI dan KBRI Buka Sentra Distribusi di Jepang

Corporate Secretary BNI Mucharom menyampaikan, potensi pertumbuhan kredit tahun ini tergolong cukup tinggi. Banyak sektor yang kembali membukukan peningkatan kinerja cukup baik sehingga mendorong kinerja, khususnya dari sektor turunan komoditas.&amp;nbsp;
Hal ini pun sejalan dengan arahan dari pemerintah agar komoditas andalan Tanah Air dapat dijual ke luar negeri dengan nilai tambah lebih tinggi.&amp;nbsp;
BACA JUGA:Saham BNI (BBNI) Menguat Tipis 0,53% Usai Update Akuisisi Bank Mayora

&quot;Sektor downstream komoditi ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Kami melihat banyak pembangunan smelter akan sangat marak dan besar. Pemerintah mulai banyak melarang barang yang belum jadi sehingga semua proses pengolahan terjadi di dalam negeri. Kami berharap ini menjadi engine pertumbuhan segmen korporasi swasta kami,&quot; katanya, Minggu (8/5/2022).
Mucharom mengutarakan, pertumbuhan kredit BNI tahun ini masih sesuai target awal tahun. Beberapa nasabah top tier sudah mulai menunjukkan perbaikan kinerja seperti infrastruktur, listrik dan gas, pergudangan dan digital. Hal ini juga sejalan dengan penurunan&amp;nbsp; restrukturisasi kredit sehingga membantu BNI untuk dapat melakukan ekspansi lebih berkualitas.&quot;Kami akan tetap dengan target awal kami di high single digit. Kami  lihat potensi pertumbuhan tinggi sejak awal tahun ini, sehingga kami  cukup percaya diri,&quot; sebutnya.
Adapun, kredit di segmen Business Banking masih menjadi motor  akselerasi bisnis kredit BNI. Pertumbuhan ini terutama pembiayaan ke  segmen korporasi swasta yang tumbuh 9,9% yoy menjadi Rp193,2 triliun;  segmen large commercial yang tumbuh 24,5% yoy menjadi Rp46,1 triliun;  segmen UMKM juga tumbuh 11,8% yoy dengan nilai kredit Rp98 triliun.  Secara keseluruhan kredit di sektor business banking ini tumbuh 4,8% yoy  menjadi Rp 489,3 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menangkap peluang pengembangan bisnis ke area sektor downstream&amp;nbsp;atau sektor turunan komoditas. Permintaan pada sektor-sektor turunan kini mulai meningkat seiring pemulihan paska pandemi Covid-19.&amp;nbsp;
BACA JUGA:BNI dan KBRI Buka Sentra Distribusi di Jepang

Corporate Secretary BNI Mucharom menyampaikan, potensi pertumbuhan kredit tahun ini tergolong cukup tinggi. Banyak sektor yang kembali membukukan peningkatan kinerja cukup baik sehingga mendorong kinerja, khususnya dari sektor turunan komoditas.&amp;nbsp;
Hal ini pun sejalan dengan arahan dari pemerintah agar komoditas andalan Tanah Air dapat dijual ke luar negeri dengan nilai tambah lebih tinggi.&amp;nbsp;
BACA JUGA:Saham BNI (BBNI) Menguat Tipis 0,53% Usai Update Akuisisi Bank Mayora

&quot;Sektor downstream komoditi ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Kami melihat banyak pembangunan smelter akan sangat marak dan besar. Pemerintah mulai banyak melarang barang yang belum jadi sehingga semua proses pengolahan terjadi di dalam negeri. Kami berharap ini menjadi engine pertumbuhan segmen korporasi swasta kami,&quot; katanya, Minggu (8/5/2022).
Mucharom mengutarakan, pertumbuhan kredit BNI tahun ini masih sesuai target awal tahun. Beberapa nasabah top tier sudah mulai menunjukkan perbaikan kinerja seperti infrastruktur, listrik dan gas, pergudangan dan digital. Hal ini juga sejalan dengan penurunan&amp;nbsp; restrukturisasi kredit sehingga membantu BNI untuk dapat melakukan ekspansi lebih berkualitas.&quot;Kami akan tetap dengan target awal kami di high single digit. Kami  lihat potensi pertumbuhan tinggi sejak awal tahun ini, sehingga kami  cukup percaya diri,&quot; sebutnya.
Adapun, kredit di segmen Business Banking masih menjadi motor  akselerasi bisnis kredit BNI. Pertumbuhan ini terutama pembiayaan ke  segmen korporasi swasta yang tumbuh 9,9% yoy menjadi Rp193,2 triliun;  segmen large commercial yang tumbuh 24,5% yoy menjadi Rp46,1 triliun;  segmen UMKM juga tumbuh 11,8% yoy dengan nilai kredit Rp98 triliun.  Secara keseluruhan kredit di sektor business banking ini tumbuh 4,8% yoy  menjadi Rp 489,3 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
