<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Raup Rp50 Juta, Pengusaha Bioskop Tersenyum Lebar saat Libur Lebaran 2022</title><description>Bioskop ramai dikunjungi masyarakat saat libur Lebaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/320/2590658/raup-rp50-juta-pengusaha-bioskop-tersenyum-lebar-saat-libur-lebaran-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/320/2590658/raup-rp50-juta-pengusaha-bioskop-tersenyum-lebar-saat-libur-lebaran-2022"/><item><title>Raup Rp50 Juta, Pengusaha Bioskop Tersenyum Lebar saat Libur Lebaran 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/320/2590658/raup-rp50-juta-pengusaha-bioskop-tersenyum-lebar-saat-libur-lebaran-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/320/2590658/raup-rp50-juta-pengusaha-bioskop-tersenyum-lebar-saat-libur-lebaran-2022</guid><pubDate>Minggu 08 Mei 2022 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/08/320/2590658/raup-rp50-juta-pengusaha-bioskop-tersenyum-lebar-saat-libur-lebaran-2022-7UgveG3TvG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bioskop ramai dikunjungi masyarakat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/08/320/2590658/raup-rp50-juta-pengusaha-bioskop-tersenyum-lebar-saat-libur-lebaran-2022-7UgveG3TvG.jpg</image><title>Bioskop ramai dikunjungi masyarakat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bioskop ramai dikunjungi masyarakat saat libur Lebaran. Pengusaha bioskop pun sumringah dengan pelonggaran kegiatan yang ditetapkan pemerintah tahun ini.
Apalagi presiden memberikan cuti bersama yang cukup lama kepada pada para pekerja. Artinya, masyarakat bisa leluasa rekreasi ke mal termasuk nonton film.
BACA JUGA:Wow! Penjualan Box Office Bioskop di Arab Saudi Capai 30,8 Juta Tiket

Asal tahu saja, kondisi usaha bioskop tahun lalu sangat terpuruk. Adanya pembatasan kegiatan, pembatasan jumlah kapasitas penonton, mengakibatkan daya tarik masyarakat untuk nonton film di bioskop jadi menurun.
Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin mengatakan, jika dibandingkan dengan kondisi ketika momen lebaran tahun lalu, pengusaha bioskop lebih menikmati momen lebaran tahun ini. Lantaran, tahun ini omzetnya naik drastis.
BACA JUGA:Mencekam! Film The Doll 3 Tayang di Bioskop Akhir Mei

&quot;Persentasenya kalau pandemi atau lebaran tahun lalu, 4 layar itu kita cuma dapat omzet Rp6 juta atau Rp8 juta. Tapi momen lebaran tahun ini mencapai Rp40 juta sampi Rp50 juta,&quot; beber Djonny saat dihubungi media, Minggu (8/5/2022).
Dia mengungkapkan film yang menjadi pemicu naiknya omzet pengusaha adalah adanya film nasional yang berjudul KKN di Desa Penari dan film impor Doctor Strange. Djonny memprediksi dua film ini akan mencapai 4 juta lebih penonton hingga pertengahan Mei mendatang.Berkaca dari ini, dia berharap antusiasme masyarakat menonton film  tidak surut kembali, bahkan justru lebih meningkat lagi dari bulan ini.  Selain itu, ia juga berharap pandemi di Indonesia bisa segera berakhir  sehingga para pembuat film dapat produktif kembali dan ruang bioskop  terus terisi penuh.
&quot;Kita lihat 6 bulan ke depan. Semoga kondisi usaha bioskop tidak lesu lagi setelah momen lebaran ini,&quot; imbuhnya.
Guna menarik masyarakat datang ke bioskop, Djonny pun menyarankan  agar pembuat film dapat lebih kreatif dan jeli melihat momen. Artinya  jangan memasukan film ketika anak lagi masuk sekolah, karena otomatis  orang akan malas mengeluarkan budget lebih untuk menonton.
Selain itu, kata Djonny, promosi film juga harus dimainkan. Lantaran,  tidak semua orang tahu tentang film yang diproduksi. Percuma film bagus  namun tidak dipromosikan.
&quot;Dua hal itu yang ingin saya sarankan ke industri pembuat film kita,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bioskop ramai dikunjungi masyarakat saat libur Lebaran. Pengusaha bioskop pun sumringah dengan pelonggaran kegiatan yang ditetapkan pemerintah tahun ini.
Apalagi presiden memberikan cuti bersama yang cukup lama kepada pada para pekerja. Artinya, masyarakat bisa leluasa rekreasi ke mal termasuk nonton film.
BACA JUGA:Wow! Penjualan Box Office Bioskop di Arab Saudi Capai 30,8 Juta Tiket

Asal tahu saja, kondisi usaha bioskop tahun lalu sangat terpuruk. Adanya pembatasan kegiatan, pembatasan jumlah kapasitas penonton, mengakibatkan daya tarik masyarakat untuk nonton film di bioskop jadi menurun.
Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin mengatakan, jika dibandingkan dengan kondisi ketika momen lebaran tahun lalu, pengusaha bioskop lebih menikmati momen lebaran tahun ini. Lantaran, tahun ini omzetnya naik drastis.
BACA JUGA:Mencekam! Film The Doll 3 Tayang di Bioskop Akhir Mei

&quot;Persentasenya kalau pandemi atau lebaran tahun lalu, 4 layar itu kita cuma dapat omzet Rp6 juta atau Rp8 juta. Tapi momen lebaran tahun ini mencapai Rp40 juta sampi Rp50 juta,&quot; beber Djonny saat dihubungi media, Minggu (8/5/2022).
Dia mengungkapkan film yang menjadi pemicu naiknya omzet pengusaha adalah adanya film nasional yang berjudul KKN di Desa Penari dan film impor Doctor Strange. Djonny memprediksi dua film ini akan mencapai 4 juta lebih penonton hingga pertengahan Mei mendatang.Berkaca dari ini, dia berharap antusiasme masyarakat menonton film  tidak surut kembali, bahkan justru lebih meningkat lagi dari bulan ini.  Selain itu, ia juga berharap pandemi di Indonesia bisa segera berakhir  sehingga para pembuat film dapat produktif kembali dan ruang bioskop  terus terisi penuh.
&quot;Kita lihat 6 bulan ke depan. Semoga kondisi usaha bioskop tidak lesu lagi setelah momen lebaran ini,&quot; imbuhnya.
Guna menarik masyarakat datang ke bioskop, Djonny pun menyarankan  agar pembuat film dapat lebih kreatif dan jeli melihat momen. Artinya  jangan memasukan film ketika anak lagi masuk sekolah, karena otomatis  orang akan malas mengeluarkan budget lebih untuk menonton.
Selain itu, kata Djonny, promosi film juga harus dimainkan. Lantaran,  tidak semua orang tahu tentang film yang diproduksi. Percuma film bagus  namun tidak dipromosikan.
&quot;Dua hal itu yang ingin saya sarankan ke industri pembuat film kita,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
