<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perantau Adu Nasib ke Kota, Pengusaha: Bawa Keterampilan Jangan Andalkan Ijazah!</title><description>Pasca mudik, warga desa diperkirakan turut mendatangi kota-kota besar untuk mengadu nasib.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/320/2590663/perantau-adu-nasib-ke-kota-pengusaha-bawa-keterampilan-jangan-andalkan-ijazah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/320/2590663/perantau-adu-nasib-ke-kota-pengusaha-bawa-keterampilan-jangan-andalkan-ijazah"/><item><title>Perantau Adu Nasib ke Kota, Pengusaha: Bawa Keterampilan Jangan Andalkan Ijazah!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/320/2590663/perantau-adu-nasib-ke-kota-pengusaha-bawa-keterampilan-jangan-andalkan-ijazah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/320/2590663/perantau-adu-nasib-ke-kota-pengusaha-bawa-keterampilan-jangan-andalkan-ijazah</guid><pubDate>Minggu 08 Mei 2022 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/08/320/2590663/perantau-adu-nasib-ke-kota-pengusaha-bawa-keterampilan-jangan-andalkan-ijazah-xh9LN6J0iu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga desa yang mengadu nasib di kota besar diharapkan mengandalkan keterampilan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/08/320/2590663/perantau-adu-nasib-ke-kota-pengusaha-bawa-keterampilan-jangan-andalkan-ijazah-xh9LN6J0iu.jpg</image><title>Warga desa yang mengadu nasib di kota besar diharapkan mengandalkan keterampilan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pasca mudik, warga desa diperkirakan turut mendatangi kota-kota besar untuk mengadu nasib. Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, urbanisasi sudah budaya sejak dulu di mana setiap selesai lebaran, ketika terjadi arus mudik, pasti dibarengi dengan datangnya masyarakat daerah ke Jakarta maupun kota-kota besar lainnya.
BACA JUGA:3 Terminal Bandara Soetta Dipadati Pemudik
&quot;Menurut saya itu hal yang wajar. Karena mereka mungkin belum mendapatkan pekerjaan di daerah sehingga mereka mengadu nasib ke kota-kota besar seperti Jakarta misalnya,&quot; ujar Sarman kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (8/5/2022).
Kendati demikian, dia berharap warga desa yang datang ke kota tidak tangan kosong, atau hanya membawa ijazah saja melainkan sudah memiliki keahlian yang bisa disesuaikan dengan lowongan kerja yang tersedia di kota.
BACA JUGA:AP II Terima 190 Permohonan Penerbangan Tambahan Selama Musim Mudik 2022
&quot;Tentu kita dari pengusaha sangat berharap agar dalam hal ini masyarakat desa kalau ingin ke kota, memiliki suatu keahlian, jadi bukan mengandalkan ijazah saja karena persaingan di kota itu cukup besa,&quot; kata Sarman.
Selain itu, lanjutnya, jika ingin mengadu nasib di Jakarta ataupun kota-kota besar lainnya, para perantau harus sudah memiliki tujuan yang jelas, serta ada keluarga ataupun kerabat yang di tuju supaya sesampainya di kota tidak lontang-lantung karena belum jelas tempat tinggalnya.&quot;Karena kalau tempat tinggal belum jelas, itu akan menjadi beban baru bagi Pemerintah,&quot; ucap Sarman.
Di samping itu, ia juga berharap Pemerintah Daerah bisa memfasilitasi  serta tidak mempersulit dalam pengurusan-pengurusan dokumen para  perantau seperti KTP.
Sarman menuturkan, fenomena urbanisasi akan semakin berkurang dalam  jangka waktu ke depan. Lantaran, pemerintah saat ini tengah mendorong  investor-investor untuk masuk ke daerah.
&quot;Jadi tidak lagi Jawa sentris, karena dulu memang investor-investor  di arahkan ke Jawa tapi saat ini pemerintah sudah mendorong agar  investor membuka pabrik di daerah. Kita harapkan kalau ini nanti sudah  semakin berkembang tentu fenomena urbanisasi itu akan bisa berkurang,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pasca mudik, warga desa diperkirakan turut mendatangi kota-kota besar untuk mengadu nasib. Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, urbanisasi sudah budaya sejak dulu di mana setiap selesai lebaran, ketika terjadi arus mudik, pasti dibarengi dengan datangnya masyarakat daerah ke Jakarta maupun kota-kota besar lainnya.
BACA JUGA:3 Terminal Bandara Soetta Dipadati Pemudik
&quot;Menurut saya itu hal yang wajar. Karena mereka mungkin belum mendapatkan pekerjaan di daerah sehingga mereka mengadu nasib ke kota-kota besar seperti Jakarta misalnya,&quot; ujar Sarman kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (8/5/2022).
Kendati demikian, dia berharap warga desa yang datang ke kota tidak tangan kosong, atau hanya membawa ijazah saja melainkan sudah memiliki keahlian yang bisa disesuaikan dengan lowongan kerja yang tersedia di kota.
BACA JUGA:AP II Terima 190 Permohonan Penerbangan Tambahan Selama Musim Mudik 2022
&quot;Tentu kita dari pengusaha sangat berharap agar dalam hal ini masyarakat desa kalau ingin ke kota, memiliki suatu keahlian, jadi bukan mengandalkan ijazah saja karena persaingan di kota itu cukup besa,&quot; kata Sarman.
Selain itu, lanjutnya, jika ingin mengadu nasib di Jakarta ataupun kota-kota besar lainnya, para perantau harus sudah memiliki tujuan yang jelas, serta ada keluarga ataupun kerabat yang di tuju supaya sesampainya di kota tidak lontang-lantung karena belum jelas tempat tinggalnya.&quot;Karena kalau tempat tinggal belum jelas, itu akan menjadi beban baru bagi Pemerintah,&quot; ucap Sarman.
Di samping itu, ia juga berharap Pemerintah Daerah bisa memfasilitasi  serta tidak mempersulit dalam pengurusan-pengurusan dokumen para  perantau seperti KTP.
Sarman menuturkan, fenomena urbanisasi akan semakin berkurang dalam  jangka waktu ke depan. Lantaran, pemerintah saat ini tengah mendorong  investor-investor untuk masuk ke daerah.
&quot;Jadi tidak lagi Jawa sentris, karena dulu memang investor-investor  di arahkan ke Jawa tapi saat ini pemerintah sudah mendorong agar  investor membuka pabrik di daerah. Kita harapkan kalau ini nanti sudah  semakin berkembang tentu fenomena urbanisasi itu akan bisa berkurang,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
