<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Podcast Perindo: Kendala Pelaku UMKM Sulit Dapat Lapak</title><description>Pelaku UMKM masih butuh perhatian lebih agar bisa mengepakkan sayap bisnisnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/320/2590752/podcast-perindo-kendala-pelaku-umkm-sulit-dapat-lapak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/320/2590752/podcast-perindo-kendala-pelaku-umkm-sulit-dapat-lapak"/><item><title>Podcast Perindo: Kendala Pelaku UMKM Sulit Dapat Lapak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/320/2590752/podcast-perindo-kendala-pelaku-umkm-sulit-dapat-lapak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/08/320/2590752/podcast-perindo-kendala-pelaku-umkm-sulit-dapat-lapak</guid><pubDate>Minggu 08 Mei 2022 18:41 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/08/320/2590752/podcast-perindo-kendala-pelaku-umkm-sulit-dapat-lapak-F5j8cFWyt4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Podcast Partai Perindo (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/08/320/2590752/podcast-perindo-kendala-pelaku-umkm-sulit-dapat-lapak-F5j8cFWyt4.jpg</image><title>Podcast Partai Perindo (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Pelaku UMKM masih butuh perhatian lebih agar bisa mengepakkan sayap bisnisnya. Ketua DPD Partai Perindo Jakarta Pusat Pahala Tua Sianturi mengatakan, ada beberapa kendala yang dihadapi para pelaku UMKM.
BACA JUGA:Erick Thohir dan Teten Masduki Geber Belanja BUMN untuk Produk UMKM

&quot;Saya masih melihat di beberapa wilayah khususnya di DKI Jakarta, para UMKM masih sulit mendapatkan izin buka lapak untuk berjualan,&quot; ujarnya dalam Podcast Aksi Nyata yang disiarkan pada kanal Youtube Partai Perindo, Minggu (8/5/2022).
Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah bisa memperluas lokasi-lokasi bagi para UMKM. Seperti misalnya di setiap RT diperbolehkan membuka lapak.
BACA JUGA:Dulu Turun 50%, Omzet UMKM Diprediksi Melesat 60% saat Libur Lebaran 2022

&quot;Karena masih banyak wilayah yang belum boleh,&quot; cetusnya.
Lanjut Pahala, mengenai pelatihan. Menurutnya pemberian pelatihan bagi pelaku UMKM pada lingkup daerah masih kurang. Padahal di setiap daerah di DKI Jakarta terdapat pelaku UMKM yang berpotensi namun tidak bisa maju karena kurangnya pengetahuan.
&quot;Ini penting bagi para pelaku usaha yang baru merintis agar lebih  semangat dalam mengembangkan bisnisnya. Dari sisi pemerintah, siapkan  tempat dari tingkat kecamatan maupun kelurahan agar bisa menyediakan  pelatihan-pelatihan,&quot; katanya.
&quot;Kaya belum lama ini saya bikin pelatihan untuk UMKM. Undang beberapa  ratus orang, untuk 100 orang pertama yang mendaftar dan sudah mempunyai  usaha, biaya pelatihannya gratis. Itu saya lakukan supaya mereka bisa  buka usaha,&quot; sebutnya Pahala.
Karena tanpa dipungkiri, sambungnya, banyak orang sudah diberikan  modal tapi tidak berani eksekusi. Sehingga jika ada pelatihan, calon  pebisnis ini bisa mengatur strategi, ide, dan lain halnya untuk  menunjang bisnisnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pelaku UMKM masih butuh perhatian lebih agar bisa mengepakkan sayap bisnisnya. Ketua DPD Partai Perindo Jakarta Pusat Pahala Tua Sianturi mengatakan, ada beberapa kendala yang dihadapi para pelaku UMKM.
BACA JUGA:Erick Thohir dan Teten Masduki Geber Belanja BUMN untuk Produk UMKM

&quot;Saya masih melihat di beberapa wilayah khususnya di DKI Jakarta, para UMKM masih sulit mendapatkan izin buka lapak untuk berjualan,&quot; ujarnya dalam Podcast Aksi Nyata yang disiarkan pada kanal Youtube Partai Perindo, Minggu (8/5/2022).
Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah bisa memperluas lokasi-lokasi bagi para UMKM. Seperti misalnya di setiap RT diperbolehkan membuka lapak.
BACA JUGA:Dulu Turun 50%, Omzet UMKM Diprediksi Melesat 60% saat Libur Lebaran 2022

&quot;Karena masih banyak wilayah yang belum boleh,&quot; cetusnya.
Lanjut Pahala, mengenai pelatihan. Menurutnya pemberian pelatihan bagi pelaku UMKM pada lingkup daerah masih kurang. Padahal di setiap daerah di DKI Jakarta terdapat pelaku UMKM yang berpotensi namun tidak bisa maju karena kurangnya pengetahuan.
&quot;Ini penting bagi para pelaku usaha yang baru merintis agar lebih  semangat dalam mengembangkan bisnisnya. Dari sisi pemerintah, siapkan  tempat dari tingkat kecamatan maupun kelurahan agar bisa menyediakan  pelatihan-pelatihan,&quot; katanya.
&quot;Kaya belum lama ini saya bikin pelatihan untuk UMKM. Undang beberapa  ratus orang, untuk 100 orang pertama yang mendaftar dan sudah mempunyai  usaha, biaya pelatihannya gratis. Itu saya lakukan supaya mereka bisa  buka usaha,&quot; sebutnya Pahala.
Karena tanpa dipungkiri, sambungnya, banyak orang sudah diberikan  modal tapi tidak berani eksekusi. Sehingga jika ada pelatihan, calon  pebisnis ini bisa mengatur strategi, ide, dan lain halnya untuk  menunjang bisnisnya.</content:encoded></item></channel></rss>
