<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Terkendali saat Lebaran, Luhut Sebut Ekonomi RI Membaik</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan kondisi varian Omicron Covid-19 di Indonesia pada libur Lebaran hingga saat ini masih terkendali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/09/320/2591224/kasus-covid-19-terkendali-saat-lebaran-luhut-sebut-ekonomi-ri-membaik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/09/320/2591224/kasus-covid-19-terkendali-saat-lebaran-luhut-sebut-ekonomi-ri-membaik"/><item><title>Kasus Covid-19 Terkendali saat Lebaran, Luhut Sebut Ekonomi RI Membaik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/09/320/2591224/kasus-covid-19-terkendali-saat-lebaran-luhut-sebut-ekonomi-ri-membaik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/09/320/2591224/kasus-covid-19-terkendali-saat-lebaran-luhut-sebut-ekonomi-ri-membaik</guid><pubDate>Senin 09 Mei 2022 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/09/320/2591224/kasus-covid-19-terkendali-saat-lebaran-luhut-sebut-ekonomi-ri-membaik-7sYtfNHHBS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/09/320/2591224/kasus-covid-19-terkendali-saat-lebaran-luhut-sebut-ekonomi-ri-membaik-7sYtfNHHBS.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan kondisi varian Omicron Covid-19 di Indonesia pada libur Lebaran hingga saat ini masih terkendali. Hal tersebut dibuktikan dengan menurun kasus harian.
&quot;Ditengah momen Lebaran yang merupakan momen suci dan begitu baik bagi Umat Muslim Indonesia, begitupula-lah kondisi pandemi tergambar hari ini. Hingga hari ini kondisi dan situasi pandemi Covid-19 dalam kondisi yang begitu baik. Bila dilihat secara nasional, sudah 25 hari berturut-turut kasus harian kita berada di bawah 1000 dan hari berturut-turut kasus harian di bawah 500,&quot; ujar Luhut dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/5/2022).
BACA JUGA:Ekonomi RI Tumbuh 5,01%, Menko Airlangga: Jumlah Tenaga Kerja Meningkat

Gambaran baik lainnya, kata Luhut, terlihat pada rawat inap secara nasional yang terus turun hingga 97 persen. Tingkat hunian tempat tidur rumah sakit hanya 2 persen dari keseluruhan bed yang tersedia. Selain itu kasus kematian juga turun hingga 98 persen yang disebabkan oleh varian Omicron dan positivity rate berada dibawah 0,7 persen.
&quot;Berdasarkan data-data diatas kami meyakini bahwa kondisi varian Omicron di Indonesia di tengah momen libur Idul Fitri hingga saat ini masih terkendali,&quot; jelasnya.
BACA JUGA:Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi RI 5,01% di Atas China dan AS

Selain itu, momen Idul Fitri memberikan pemulihan aktivitas ekonomi yang begitu tinggi dan mobilitas masyarakat juga terjadi sangat cepat pada periode tersebut.&quot;Mobilitas masyarakat tercatat keluar rumah meningkat hingga 48,1 persen dibandingkan baseline. Selain itu Indeks Belanja Mandiri meningkat hingga 31 persen lebih tinggi dibandingkan puncak Lebaran tahun 2021 yang lalu,&quot; ungkapnya.
Meski tentu ini positif bagi kinerja perekonomian, lanjut Luhut, peningkatan mobilitas dan aktivitas ekonomi yang tinggi juga memiliki risiko, berupa penyebaran kasus, yang perlu diantisipasi oleh Pemerintah.
&quot;Untuk itu, Pemerintah akan memantau pergerakan kasus dalam 1 hingga 2 minggu ke depan dengan memperkuat testing dan tracing. Kami juga menghimbau untuk mengoptimalkan WFH selama beberapa waktu ke depan, untuk mengurangi risiko penyebaran virus,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan kondisi varian Omicron Covid-19 di Indonesia pada libur Lebaran hingga saat ini masih terkendali. Hal tersebut dibuktikan dengan menurun kasus harian.
&quot;Ditengah momen Lebaran yang merupakan momen suci dan begitu baik bagi Umat Muslim Indonesia, begitupula-lah kondisi pandemi tergambar hari ini. Hingga hari ini kondisi dan situasi pandemi Covid-19 dalam kondisi yang begitu baik. Bila dilihat secara nasional, sudah 25 hari berturut-turut kasus harian kita berada di bawah 1000 dan hari berturut-turut kasus harian di bawah 500,&quot; ujar Luhut dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/5/2022).
BACA JUGA:Ekonomi RI Tumbuh 5,01%, Menko Airlangga: Jumlah Tenaga Kerja Meningkat

Gambaran baik lainnya, kata Luhut, terlihat pada rawat inap secara nasional yang terus turun hingga 97 persen. Tingkat hunian tempat tidur rumah sakit hanya 2 persen dari keseluruhan bed yang tersedia. Selain itu kasus kematian juga turun hingga 98 persen yang disebabkan oleh varian Omicron dan positivity rate berada dibawah 0,7 persen.
&quot;Berdasarkan data-data diatas kami meyakini bahwa kondisi varian Omicron di Indonesia di tengah momen libur Idul Fitri hingga saat ini masih terkendali,&quot; jelasnya.
BACA JUGA:Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi RI 5,01% di Atas China dan AS

Selain itu, momen Idul Fitri memberikan pemulihan aktivitas ekonomi yang begitu tinggi dan mobilitas masyarakat juga terjadi sangat cepat pada periode tersebut.&quot;Mobilitas masyarakat tercatat keluar rumah meningkat hingga 48,1 persen dibandingkan baseline. Selain itu Indeks Belanja Mandiri meningkat hingga 31 persen lebih tinggi dibandingkan puncak Lebaran tahun 2021 yang lalu,&quot; ungkapnya.
Meski tentu ini positif bagi kinerja perekonomian, lanjut Luhut, peningkatan mobilitas dan aktivitas ekonomi yang tinggi juga memiliki risiko, berupa penyebaran kasus, yang perlu diantisipasi oleh Pemerintah.
&quot;Untuk itu, Pemerintah akan memantau pergerakan kasus dalam 1 hingga 2 minggu ke depan dengan memperkuat testing dan tracing. Kami juga menghimbau untuk mengoptimalkan WFH selama beberapa waktu ke depan, untuk mengurangi risiko penyebaran virus,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
