<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pungutan Ekspor CPO Naik, NSS Pede Pendapatan Tumbuh 45%</title><description>Pemerintah menaikkan batas atas pungutan ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/10/278/2591588/pungutan-ekspor-cpo-naik-nss-pede-pendapatan-tumbuh-45</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/10/278/2591588/pungutan-ekspor-cpo-naik-nss-pede-pendapatan-tumbuh-45"/><item><title>Pungutan Ekspor CPO Naik, NSS Pede Pendapatan Tumbuh 45%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/10/278/2591588/pungutan-ekspor-cpo-naik-nss-pede-pendapatan-tumbuh-45</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/10/278/2591588/pungutan-ekspor-cpo-naik-nss-pede-pendapatan-tumbuh-45</guid><pubDate>Selasa 10 Mei 2022 10:37 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/10/278/2591588/pungutan-ekspor-cpo-naik-nss-pede-pendapatan-tumbuh-45-ClyX7yeV22.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pungutan ekspor minyak sawit naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/10/278/2591588/pungutan-ekspor-cpo-naik-nss-pede-pendapatan-tumbuh-45-ClyX7yeV22.jpg</image><title>Pungutan ekspor minyak sawit naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menaikkan batas atas pungutan ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Kendati demikian, perusahaan sawit yakin kenaikan ini tidak berdampak pada kinerja keuangan.
&amp;ldquo;Meskipun ada kenakan tarif eskpor tersebut, performa NSS tidak akan terdampak signifikan karena saat ini pangsa pasar NSS masih fokus untuk pemenuhan permintaan dalam negeri,&amp;rdquo;kata Komisaris NSS Robiyanto, kemarin.
BACA JUGA:Harga Sawit Naik, Nilai Tukar Petani Turun 0,76%

Robiyanto mengatakan, perusahaan menargetkan pendapatan tahun 2022 meningkat sebesar 45 persen dibandingkan pendapatan tahun lalu. Hal itu sejalan dengan kenaikan harga tandan buah segar (TBS) dan CPO dalam beberapa tahun terakhir dan diprediksi masih akan berlanjut sepanjang tahun ini.
&amp;ldquo;Kenaikan harga TBS dan CPO yang tinggi ini terefleksi pada performa nilai penjualan Nusantara Sawit Sejahtera yang meningkat selama periode 2021. Pada tahun ini, kami memiliki target pertumbuhan sekitar 45% year on year,&amp;rdquo; jelasnya.
BACA JUGA:Curhat Petani dan Pengepul Sawit soal Larangan Ekspor CPO

Pada Maret 2022, Pemerintah menaikkan batas atas pungutan ekspor CPO dan produk turunannya dari semula USD1,000/ton menjadi USD1,500/ton. Keputusan ini ditetapkan setelah Menteri Perdagangan mencabut kebijakan menaikkan porsi domestic market obligation (DMO) CPO dari 20% menjadi 30%. Dia mengatakan, perubahan kebijakan CPO juga tidak berpengaruh terhadap rencana IPO karena perusahaan telah memperhitungan semua aspek yang diperlukan, termasuk setiap perhitungan terhadap rencana bisnis yang telah ditetapkan.
Dia meyakini dengan terlaksananya IPO ini, maka setiap rencana bisnis akan dapat dieksekusi dengan baik. Dengan dana IPO yang diperoleh nanti, NSS berencana menyelesaikan pabrik baru dan memiliki luas lahan seluas sekitar 43,000 hektare, serta melakukan penanaman baru. Berdasarkan data Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), dari survei di 11 provinsi dan 31 kabupaten untuk mengetahui dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian petani, ditemukan bahwa harga CPO serta TBS petani relatif tinggi.Dia menambahkan, seiring dengan peningkatan harga TBS dan CPO, NSS  juga akan melakukan penanaman baru pada lahan-lahan yang sudah siap  untuk ditanam, serta terus meningkatkan kapasitas produksi sehingga  dapat menunjang volume penjualan di tahun ini. NSS, paparnya, akan  selalu mengoptimalkan produktivitas tanaman dengan terus melakukan riset  yang sudah terjadwal setiap tahun terhadap kesehatan tanah dan daun.  Melalui langkah ini, perusahaan meyakini angka Oil Extraction Rate (OER)  CPO akan ikut naik.
Sehingga, jelasnya lagi, hal ini nantinya dapat meningkatkan produksi  dan dapat meningkatkan volume penjualan NSS. Selain itu, NSS juga akan  selalu mendukung kesejahteraan petani perkebunan rakyat yang berada di  sekitar perkebunan dengan melakukan kemitraan yang lebih intens. &amp;ldquo;Selain  itu NSS juga terus mengoptimalkan sistem distribusi CPO menggunakan  teknik penyaluran melalui direct piping yang terhubung langsung ke  terminal khusus NSS, sehingga dapat mengurangi biaya distribusi dan  meningkatkan margin NSS,&amp;rdquo;kata Robiyanto.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menaikkan batas atas pungutan ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Kendati demikian, perusahaan sawit yakin kenaikan ini tidak berdampak pada kinerja keuangan.
&amp;ldquo;Meskipun ada kenakan tarif eskpor tersebut, performa NSS tidak akan terdampak signifikan karena saat ini pangsa pasar NSS masih fokus untuk pemenuhan permintaan dalam negeri,&amp;rdquo;kata Komisaris NSS Robiyanto, kemarin.
BACA JUGA:Harga Sawit Naik, Nilai Tukar Petani Turun 0,76%

Robiyanto mengatakan, perusahaan menargetkan pendapatan tahun 2022 meningkat sebesar 45 persen dibandingkan pendapatan tahun lalu. Hal itu sejalan dengan kenaikan harga tandan buah segar (TBS) dan CPO dalam beberapa tahun terakhir dan diprediksi masih akan berlanjut sepanjang tahun ini.
&amp;ldquo;Kenaikan harga TBS dan CPO yang tinggi ini terefleksi pada performa nilai penjualan Nusantara Sawit Sejahtera yang meningkat selama periode 2021. Pada tahun ini, kami memiliki target pertumbuhan sekitar 45% year on year,&amp;rdquo; jelasnya.
BACA JUGA:Curhat Petani dan Pengepul Sawit soal Larangan Ekspor CPO

Pada Maret 2022, Pemerintah menaikkan batas atas pungutan ekspor CPO dan produk turunannya dari semula USD1,000/ton menjadi USD1,500/ton. Keputusan ini ditetapkan setelah Menteri Perdagangan mencabut kebijakan menaikkan porsi domestic market obligation (DMO) CPO dari 20% menjadi 30%. Dia mengatakan, perubahan kebijakan CPO juga tidak berpengaruh terhadap rencana IPO karena perusahaan telah memperhitungan semua aspek yang diperlukan, termasuk setiap perhitungan terhadap rencana bisnis yang telah ditetapkan.
Dia meyakini dengan terlaksananya IPO ini, maka setiap rencana bisnis akan dapat dieksekusi dengan baik. Dengan dana IPO yang diperoleh nanti, NSS berencana menyelesaikan pabrik baru dan memiliki luas lahan seluas sekitar 43,000 hektare, serta melakukan penanaman baru. Berdasarkan data Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), dari survei di 11 provinsi dan 31 kabupaten untuk mengetahui dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian petani, ditemukan bahwa harga CPO serta TBS petani relatif tinggi.Dia menambahkan, seiring dengan peningkatan harga TBS dan CPO, NSS  juga akan melakukan penanaman baru pada lahan-lahan yang sudah siap  untuk ditanam, serta terus meningkatkan kapasitas produksi sehingga  dapat menunjang volume penjualan di tahun ini. NSS, paparnya, akan  selalu mengoptimalkan produktivitas tanaman dengan terus melakukan riset  yang sudah terjadwal setiap tahun terhadap kesehatan tanah dan daun.  Melalui langkah ini, perusahaan meyakini angka Oil Extraction Rate (OER)  CPO akan ikut naik.
Sehingga, jelasnya lagi, hal ini nantinya dapat meningkatkan produksi  dan dapat meningkatkan volume penjualan NSS. Selain itu, NSS juga akan  selalu mendukung kesejahteraan petani perkebunan rakyat yang berada di  sekitar perkebunan dengan melakukan kemitraan yang lebih intens. &amp;ldquo;Selain  itu NSS juga terus mengoptimalkan sistem distribusi CPO menggunakan  teknik penyaluran melalui direct piping yang terhubung langsung ke  terminal khusus NSS, sehingga dapat mengurangi biaya distribusi dan  meningkatkan margin NSS,&amp;rdquo;kata Robiyanto.</content:encoded></item></channel></rss>
