<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Tumbuh 5%, Pengusaha Beri Catatan Ini</title><description>Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia, Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang menyebut pertumbuhan ekonomi 5% pada kuartal I menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/10/320/2591636/ekonomi-ri-tumbuh-5-pengusaha-beri-catatan-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/10/320/2591636/ekonomi-ri-tumbuh-5-pengusaha-beri-catatan-ini"/><item><title>Ekonomi RI Tumbuh 5%, Pengusaha Beri Catatan Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/10/320/2591636/ekonomi-ri-tumbuh-5-pengusaha-beri-catatan-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/10/320/2591636/ekonomi-ri-tumbuh-5-pengusaha-beri-catatan-ini</guid><pubDate>Selasa 10 Mei 2022 11:42 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/10/320/2591636/ekonomi-ri-tumbuh-5-pengusaha-beri-catatan-ini-a2eIp4Kfvh.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI tumbuh 5%. (Foto; Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/10/320/2591636/ekonomi-ri-tumbuh-5-pengusaha-beri-catatan-ini-a2eIp4Kfvh.JPG</image><title>Ekonomi RI tumbuh 5%. (Foto; Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia, Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang menyebut pertumbuhan ekonomi 5% pada kuartal I menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha.

Menurutnya, ketika terjadi pertumbuhan ekonomi maka di sisi lain ada penanganan pandemi Covid-19 yang berhasil.

Adapun pelonggaran mobilitas masyarakat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang ada saat ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ekonomi RI Kuartal I 2022 Tumbuh 5,01 Persen, Ini Daftar 10 Mobil Terlaris di Indonesia
&quot;Dengan angka yang rendah (kasus Covid-19), memungkinkan pemerintah menarik remnya kembali, artinya membuat keleluasaan dan kebebasan berbagai aktivitas ekonomi dan masyarakat,&quot; ujar Sarman dalam Market Review IDX Channel, Selasa (10/5/2022).

Dia melihat pertumbuhan ekonomi yang ada saat ini menggambarkan juga peningkatan dari sisi daya beli masyarakat yang mana ketika pandemi kemarin cukup tertekan.

&quot;Ini menjadi sinyal positif bahwa ke depan ekonomi kita kedepannya bakal bangkit dan tumbuh,&quot; lanjutnya.
Dia berharap pertumbuhan yang positif ini dapat dijaga.

Serta diharapkan pemerintah tidak lalai terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat.

&quot;Kita berharap setelah lebaran ini tidak terjadi kasus covid 19 yang nantinya akan menghambat proses pemulihan ekonomi,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:BPS Catat Industri Pengolahan Jadi Sumber Pertumbuhan Tertinggi Ekonomi RI
Karena, saat pandemi Covid-19 sedang tingginya di Indonesia, dunia usaha cukup merasakan dampak.

Kini masyarakat sudah bisa beraktivas dengan normal dan membuat sektor-sektor usaha bangkit.

&quot;Ketika pemerintah memberikan kelonggaran pada aktivitas masyarakat itu menjadi indikator, semakin banyak orang bergerak maka semakin luas membuat peluang dari transaksi ekonomi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia, Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang menyebut pertumbuhan ekonomi 5% pada kuartal I menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha.

Menurutnya, ketika terjadi pertumbuhan ekonomi maka di sisi lain ada penanganan pandemi Covid-19 yang berhasil.

Adapun pelonggaran mobilitas masyarakat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang ada saat ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ekonomi RI Kuartal I 2022 Tumbuh 5,01 Persen, Ini Daftar 10 Mobil Terlaris di Indonesia
&quot;Dengan angka yang rendah (kasus Covid-19), memungkinkan pemerintah menarik remnya kembali, artinya membuat keleluasaan dan kebebasan berbagai aktivitas ekonomi dan masyarakat,&quot; ujar Sarman dalam Market Review IDX Channel, Selasa (10/5/2022).

Dia melihat pertumbuhan ekonomi yang ada saat ini menggambarkan juga peningkatan dari sisi daya beli masyarakat yang mana ketika pandemi kemarin cukup tertekan.

&quot;Ini menjadi sinyal positif bahwa ke depan ekonomi kita kedepannya bakal bangkit dan tumbuh,&quot; lanjutnya.
Dia berharap pertumbuhan yang positif ini dapat dijaga.

Serta diharapkan pemerintah tidak lalai terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat.

&quot;Kita berharap setelah lebaran ini tidak terjadi kasus covid 19 yang nantinya akan menghambat proses pemulihan ekonomi,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:BPS Catat Industri Pengolahan Jadi Sumber Pertumbuhan Tertinggi Ekonomi RI
Karena, saat pandemi Covid-19 sedang tingginya di Indonesia, dunia usaha cukup merasakan dampak.

Kini masyarakat sudah bisa beraktivas dengan normal dan membuat sektor-sektor usaha bangkit.

&quot;Ketika pemerintah memberikan kelonggaran pada aktivitas masyarakat itu menjadi indikator, semakin banyak orang bergerak maka semakin luas membuat peluang dari transaksi ekonomi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
