<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Beragam, Indeks Dow Jones Turun 84 Poin</title><description>Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592098/wall-street-beragam-indeks-dow-jones-turun-84-poin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592098/wall-street-beragam-indeks-dow-jones-turun-84-poin"/><item><title>Wall Street Beragam, Indeks Dow Jones Turun 84 Poin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592098/wall-street-beragam-indeks-dow-jones-turun-84-poin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592098/wall-street-beragam-indeks-dow-jones-turun-84-poin</guid><pubDate>Rabu 11 Mei 2022 06:54 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/11/278/2592098/wall-street-beragam-indeks-dow-jones-turun-84-poin-RnnsbwE1bH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Wall Street ditutup mixed (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/11/278/2592098/wall-street-beragam-indeks-dow-jones-turun-84-poin-RnnsbwE1bH.jpg</image><title>Bursa saham Wall Street ditutup mixed (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Bursa sham AS ditutup dengan Indeks S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq ditutup lebih tinggi didorong kenaikan saham-saham pertumbuhan besar setelah aksi jual hari sebelumnya karena imbal hasil obligasi Pemerintah AS berkurang.
Indeks S&amp;amp;P 500 menguat 9,81 poin atau 0,25, menjadi menetap di 4.002,05 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 114,42 poin atau 0,98%, menjadi ditutup di 11.737,67 poin. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 84,96 poin atau 0,26%, menjadi berakhir di 32.160,74 poin.
BACA JUGA:Wall Street Anjlok, Indeks S&amp;amp;P 500 Turun 3,2%

Pada saat yang sama, saham bank jatuh. Imbal hasil acuan obligasi Pemerintah AS 10-tahun jatuh dari tertinggi lebih dari tiga tahun menjadi di bawah 3,0%.
Perdagangan hari ini berombak, dengan indeks utama bergerak antara keuntungan dan kerugian karena investor juga gugup menjelang rilis data indeks harga konsumen AS pada Rabu waktu setempat dan data harga produsen pada Kamis (12/5/2022).
BACA JUGA:Wall Street Lesu, Investor Khawatirkan Kebijakan The Fed

Investor akan mencari tanda-tanda bahwa inflasi memuncak.
Kekhawatiran bahwa Federal Reserve (Fed) AS mungkin harus bergerak lebih agresif untuk mengekang inflasi telah mendorong aksi jual baru-baru ini di pasar. Sejumlah kekhawatiran lain telah menambah tekanan.&quot;Pada titik ini, itu hanya penjualan berbasis ketakutan,&quot; kata CEO  Longbow Asset Management, Jake Dollarhide, di Tulsa, Oklahoma.
&quot;Tidak bisa hanya Fed menaikkan suku bunga untuk mencegah inflasi,  karena kita telah melihat itu sebelumnya,&quot; katanya. Sebaliknya, investor  khawatir tentang segala hal mulai dari suku bunga dan inflasi hingga  perang di Ukraina, masalah rantai pasokan, dan penguncian COVID-19  China,&quot; kata Dollarhide.
Saham Apple Inc lebih tinggi dan memberikan dorongan terbesar bagi  Indeks S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq. Indeks teknologi S&amp;amp;P 500 memimpin  kenaikan di antara sektor-sektor di S&amp;amp;P 500.
Investor mencerna komentar dari Presiden The Fed Cleveland Loretta  Mester, yang mengatakan ekonomi AS akan mengalami turbulensi dari upaya  The Fed untuk menurunkan inflasi yang berjalan lebih dari tiga kali di  atas targetnya dan volatilitas baru-baru ini di pasar saham tidak akan  menghalangi pembuat kebijakan.</description><content:encoded>JAKARTA - Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Bursa sham AS ditutup dengan Indeks S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq ditutup lebih tinggi didorong kenaikan saham-saham pertumbuhan besar setelah aksi jual hari sebelumnya karena imbal hasil obligasi Pemerintah AS berkurang.
Indeks S&amp;amp;P 500 menguat 9,81 poin atau 0,25, menjadi menetap di 4.002,05 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 114,42 poin atau 0,98%, menjadi ditutup di 11.737,67 poin. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 84,96 poin atau 0,26%, menjadi berakhir di 32.160,74 poin.
BACA JUGA:Wall Street Anjlok, Indeks S&amp;amp;P 500 Turun 3,2%

Pada saat yang sama, saham bank jatuh. Imbal hasil acuan obligasi Pemerintah AS 10-tahun jatuh dari tertinggi lebih dari tiga tahun menjadi di bawah 3,0%.
Perdagangan hari ini berombak, dengan indeks utama bergerak antara keuntungan dan kerugian karena investor juga gugup menjelang rilis data indeks harga konsumen AS pada Rabu waktu setempat dan data harga produsen pada Kamis (12/5/2022).
BACA JUGA:Wall Street Lesu, Investor Khawatirkan Kebijakan The Fed

Investor akan mencari tanda-tanda bahwa inflasi memuncak.
Kekhawatiran bahwa Federal Reserve (Fed) AS mungkin harus bergerak lebih agresif untuk mengekang inflasi telah mendorong aksi jual baru-baru ini di pasar. Sejumlah kekhawatiran lain telah menambah tekanan.&quot;Pada titik ini, itu hanya penjualan berbasis ketakutan,&quot; kata CEO  Longbow Asset Management, Jake Dollarhide, di Tulsa, Oklahoma.
&quot;Tidak bisa hanya Fed menaikkan suku bunga untuk mencegah inflasi,  karena kita telah melihat itu sebelumnya,&quot; katanya. Sebaliknya, investor  khawatir tentang segala hal mulai dari suku bunga dan inflasi hingga  perang di Ukraina, masalah rantai pasokan, dan penguncian COVID-19  China,&quot; kata Dollarhide.
Saham Apple Inc lebih tinggi dan memberikan dorongan terbesar bagi  Indeks S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq. Indeks teknologi S&amp;amp;P 500 memimpin  kenaikan di antara sektor-sektor di S&amp;amp;P 500.
Investor mencerna komentar dari Presiden The Fed Cleveland Loretta  Mester, yang mengatakan ekonomi AS akan mengalami turbulensi dari upaya  The Fed untuk menurunkan inflasi yang berjalan lebih dari tiga kali di  atas targetnya dan volatilitas baru-baru ini di pasar saham tidak akan  menghalangi pembuat kebijakan.</content:encoded></item></channel></rss>
