<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Diserang Aksi Jual, Bagaimana Perdagangan Saham Hari Ini?</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam dalam dalam dua hari terakhir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592101/ihsg-diserang-aksi-jual-bagaimana-perdagangan-saham-hari-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592101/ihsg-diserang-aksi-jual-bagaimana-perdagangan-saham-hari-ini"/><item><title>IHSG Diserang Aksi Jual, Bagaimana Perdagangan Saham Hari Ini?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592101/ihsg-diserang-aksi-jual-bagaimana-perdagangan-saham-hari-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592101/ihsg-diserang-aksi-jual-bagaimana-perdagangan-saham-hari-ini</guid><pubDate>Rabu 11 Mei 2022 07:06 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/11/278/2592101/ihsg-diserang-aksi-jual-bagaimana-perdagangan-saham-hari-ini-a6KnjOl4aE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi menguat terbatas (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/11/278/2592101/ihsg-diserang-aksi-jual-bagaimana-perdagangan-saham-hari-ini-a6KnjOl4aE.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi menguat terbatas (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam dalam dalam dua hari terakhir. Data penutupan bursa kemarin menunjukkan IHSG anjlok 1,30% di 6.819,79, menambah tekanan setelah babak belur 4,42% pada awal pekan.
Founder WH Project William Hartanto menganalisa, ada harapan bagi IHSG untuk rebound mengingat pelemahan indeks acuan berkurang lebih dari 3 persen alias mulai menipis. Secara teknikal, William melihat ada pola long legged hammer yang mengindikasikan penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu 11 Mei 2022.
BACA JUGA:Makin Lesu, IHSG Hari Ini Ditutup Melemah 1,3% ke 6.819

Tapi tunggu dulu, penulis buku 'Bandarmology vs Teknikal' ini mengkhawatirkan sentimen kenaikan suku bunga Federal Reserve yang dinilai kerap membawa kabar buruk, setidaknya bagi performa aset berisiko seperti saham.
&quot;Jika berkaca dari sejarah, sentimen suku bunga The Fed bukanlah sentimen yang selesai dalam waktu harian. Ini pernah terjadi pada tahun 2015 dan 2018, di mana efeknya memberikan tekanan terhadap IHSG sekitar 4 bulan,&quot; kata William dalam riset WH Project yang dikonfirmasi MNC Portal Indonesia (MPI), dikutip Rabu (11/5/2022).
BACA JUGA:IHSG Sesi I Kebakaran, Turun 2,89% ke Level 6.709

Kendati kabut katalis Fed funds rate tampak masih pekat, William menimbang ada momentum technical rebound yang dapat dimanfaatkan investor. Ini terlihat dari kinerja index movers yang mulai bangkit.
Diketahui, sejumlah emiten big caps penggerak indeks tampak mulai menunjukkan harapan pada penutupan Selasa (10/5), seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) 0,70%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 0,85%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 0,00%, dan saham penghuni LQ45 lain yang terkoreksi tipis.William memberi catatan bahwa secara teknikal pola long legged hammer  dapat membawa respons positif pelaku pasar yang mengharapkan terjadinya  rebound. Namun, penguatan masih harus diuji terlebih dahulu di area  resisten psikologis 7.000-an.
&quot;Sehingga untuk hari ini IHSG memiliki peluang untuk rebound,  terbatas dengan resistance yang diuji adalah pada 7.000 &amp;ndash; 7.060. Jika  penguatan masih terbatas di area ini dan mulai melemah kembali, maka  arah tren IHSG masih melemah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam dalam dalam dua hari terakhir. Data penutupan bursa kemarin menunjukkan IHSG anjlok 1,30% di 6.819,79, menambah tekanan setelah babak belur 4,42% pada awal pekan.
Founder WH Project William Hartanto menganalisa, ada harapan bagi IHSG untuk rebound mengingat pelemahan indeks acuan berkurang lebih dari 3 persen alias mulai menipis. Secara teknikal, William melihat ada pola long legged hammer yang mengindikasikan penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu 11 Mei 2022.
BACA JUGA:Makin Lesu, IHSG Hari Ini Ditutup Melemah 1,3% ke 6.819

Tapi tunggu dulu, penulis buku 'Bandarmology vs Teknikal' ini mengkhawatirkan sentimen kenaikan suku bunga Federal Reserve yang dinilai kerap membawa kabar buruk, setidaknya bagi performa aset berisiko seperti saham.
&quot;Jika berkaca dari sejarah, sentimen suku bunga The Fed bukanlah sentimen yang selesai dalam waktu harian. Ini pernah terjadi pada tahun 2015 dan 2018, di mana efeknya memberikan tekanan terhadap IHSG sekitar 4 bulan,&quot; kata William dalam riset WH Project yang dikonfirmasi MNC Portal Indonesia (MPI), dikutip Rabu (11/5/2022).
BACA JUGA:IHSG Sesi I Kebakaran, Turun 2,89% ke Level 6.709

Kendati kabut katalis Fed funds rate tampak masih pekat, William menimbang ada momentum technical rebound yang dapat dimanfaatkan investor. Ini terlihat dari kinerja index movers yang mulai bangkit.
Diketahui, sejumlah emiten big caps penggerak indeks tampak mulai menunjukkan harapan pada penutupan Selasa (10/5), seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) 0,70%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 0,85%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 0,00%, dan saham penghuni LQ45 lain yang terkoreksi tipis.William memberi catatan bahwa secara teknikal pola long legged hammer  dapat membawa respons positif pelaku pasar yang mengharapkan terjadinya  rebound. Namun, penguatan masih harus diuji terlebih dahulu di area  resisten psikologis 7.000-an.
&quot;Sehingga untuk hari ini IHSG memiliki peluang untuk rebound,  terbatas dengan resistance yang diuji adalah pada 7.000 &amp;ndash; 7.060. Jika  penguatan masih terbatas di area ini dan mulai melemah kembali, maka  arah tren IHSG masih melemah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
