<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Anjlok, saatnya Investor Borong Saham?</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi sentimen negatif dari global pasca libur lebaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592120/ihsg-anjlok-saatnya-investor-borong-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592120/ihsg-anjlok-saatnya-investor-borong-saham"/><item><title>IHSG Anjlok, saatnya Investor Borong Saham?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592120/ihsg-anjlok-saatnya-investor-borong-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592120/ihsg-anjlok-saatnya-investor-borong-saham</guid><pubDate>Rabu 11 Mei 2022 08:10 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/11/278/2592120/ihsg-anjlok-saatnya-investor-borong-saham-BkwSgUmCj3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan melemah (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/11/278/2592120/ihsg-anjlok-saatnya-investor-borong-saham-BkwSgUmCj3.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan melemah (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi sentimen negatif dari global pasca libur lebaran. Dengan pelemahan IHSG saat ini, investor diyakini punya waktu yang tepat untuk menyerok beberapa saham yang ambles.
CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, tekanan yang terjadi pada IHSG saat ini untuk melakukan akumulasi pembelian trading harian.
BACA JUGA:IHSG Hari Ini Diprediksi Tertekan, Cermati Saham Berikut

&quot;Selama support level terdekat dapat dipertahankan maka momentum ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target trading harian,&quot; ujar William dalam risetnya, Rabu (11/5/2022).
Menurut William, pergerakan IHSG saat ini terlihat masih dipengaruhi oleh sentimen dari pergerakan market global dan regional yang sedang berada dalam tekanan.
BACA JUGA:IHSG Diserang Aksi Jual, Bagaimana Perdagangan Saham Hari Ini?

Imbas sentimen itu IHSG pun kembali ke level terendah sejak 10 Maret 2022. Bersamaan dengan koreksi IHSG, asing juga net sell jumbo di pasar saham senilai Rp2,6 triliun.
Anjloknya IHSG disinyalir karena faktor bursa saham domestik libur panjang. Dengan demikian berbagai sentimen global memicu pasar bergerak volatil.
Mulai dari perkembangan perang Rusia-Ukraina yang diwarnai dengan embargo minyak oleh Uni Eropa hingga the Fed dan BoE yang menaikkan suku bunga acuan di bulan April 2022.Analis sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan,  sentimen global masih akan membayangi pasar dan IHSG masih dalam potensi  tren menurun.
&quot;Namun momentum technical rebound tetap bisa dimanfaatkan. Selain  dukungan terbentuknya pola long legged hammer, pelemahan yang menipis  juga meningkatkan optimisme pelaku pasar domestik di mana garis besar  pergerakan IHSG dalam waktu dekat ini adalah rebound,&quot; tulis William.
Belum lagi, lanjutnya, beberapa saham index movers seperti BBCA, TLKM, BBRI, BMRI dan BBNI menunjukkan potensi tersebut.
Perlu diketahui, IHSG berada di zona merah pada sesi terakhir  perdagangan kemarin. IHSG ditutup melemah 89,95 poin atau 1,30% ke  6.819,79.
Pada penutupan perdagangan, Selasa (10/5/2022), terdapat 162 saham  menguat, 396 saham melemah dan 140 saham stagnan. Transaksi perdagangan  mencapai Rp23,3 triliun dari 26,8 miliar saham yang diperdagangkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi sentimen negatif dari global pasca libur lebaran. Dengan pelemahan IHSG saat ini, investor diyakini punya waktu yang tepat untuk menyerok beberapa saham yang ambles.
CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, tekanan yang terjadi pada IHSG saat ini untuk melakukan akumulasi pembelian trading harian.
BACA JUGA:IHSG Hari Ini Diprediksi Tertekan, Cermati Saham Berikut

&quot;Selama support level terdekat dapat dipertahankan maka momentum ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target trading harian,&quot; ujar William dalam risetnya, Rabu (11/5/2022).
Menurut William, pergerakan IHSG saat ini terlihat masih dipengaruhi oleh sentimen dari pergerakan market global dan regional yang sedang berada dalam tekanan.
BACA JUGA:IHSG Diserang Aksi Jual, Bagaimana Perdagangan Saham Hari Ini?

Imbas sentimen itu IHSG pun kembali ke level terendah sejak 10 Maret 2022. Bersamaan dengan koreksi IHSG, asing juga net sell jumbo di pasar saham senilai Rp2,6 triliun.
Anjloknya IHSG disinyalir karena faktor bursa saham domestik libur panjang. Dengan demikian berbagai sentimen global memicu pasar bergerak volatil.
Mulai dari perkembangan perang Rusia-Ukraina yang diwarnai dengan embargo minyak oleh Uni Eropa hingga the Fed dan BoE yang menaikkan suku bunga acuan di bulan April 2022.Analis sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan,  sentimen global masih akan membayangi pasar dan IHSG masih dalam potensi  tren menurun.
&quot;Namun momentum technical rebound tetap bisa dimanfaatkan. Selain  dukungan terbentuknya pola long legged hammer, pelemahan yang menipis  juga meningkatkan optimisme pelaku pasar domestik di mana garis besar  pergerakan IHSG dalam waktu dekat ini adalah rebound,&quot; tulis William.
Belum lagi, lanjutnya, beberapa saham index movers seperti BBCA, TLKM, BBRI, BMRI dan BBNI menunjukkan potensi tersebut.
Perlu diketahui, IHSG berada di zona merah pada sesi terakhir  perdagangan kemarin. IHSG ditutup melemah 89,95 poin atau 1,30% ke  6.819,79.
Pada penutupan perdagangan, Selasa (10/5/2022), terdapat 162 saham  menguat, 396 saham melemah dan 140 saham stagnan. Transaksi perdagangan  mencapai Rp23,3 triliun dari 26,8 miliar saham yang diperdagangkan.</content:encoded></item></channel></rss>
