<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bersih Mitratel (MTEL) Rp459 Miliar di Kuartal I-2022, Naik 34%</title><description>PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel meraih laba bersih sebesar Rp459 miliar di kuartal I 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592154/laba-bersih-mitratel-mtel-rp459-miliar-di-kuartal-i-2022-naik-34</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592154/laba-bersih-mitratel-mtel-rp459-miliar-di-kuartal-i-2022-naik-34"/><item><title>Laba Bersih Mitratel (MTEL) Rp459 Miliar di Kuartal I-2022, Naik 34%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592154/laba-bersih-mitratel-mtel-rp459-miliar-di-kuartal-i-2022-naik-34</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/278/2592154/laba-bersih-mitratel-mtel-rp459-miliar-di-kuartal-i-2022-naik-34</guid><pubDate>Rabu 11 Mei 2022 09:33 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/11/278/2592154/laba-bersih-mitratel-mtel-rp459-miliar-di-kuartal-i-2022-naik-34-XOLmUt5vH2.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">MTEL alami kenaikan laba di kuartal I 2022 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/11/278/2592154/laba-bersih-mitratel-mtel-rp459-miliar-di-kuartal-i-2022-naik-34-XOLmUt5vH2.jpeg</image><title>MTEL alami kenaikan laba di kuartal I 2022 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel meraih laba bersih sebesar Rp459 miliar di kuartal I 2022. Laba bersih MTEL naik sekitar 34% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp343 miliar.
Corporate Secretary MTEL dan Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama mengatakan marjin laba bersih juga meningkat, dari 22,3% pada kuartal I 2021 menjadi 24,6% pada kuartal I 2022.
BACA JUGA:Mitratel (MTEL) Tebar Dividen Nyaris Rp1 Triliun, 70% dari Laba Bersih

&quot;Pertumbuhan laba Perusahaan ditopang oleh meningkatnya pendapatan konsolidasi Mitratel sebanyak 21,5% yoy menjadi sebesar Rp1,87 triliun per Maret 2022. Dengan demikian, pendapatan Mitratel tumbuh sebesar 21,5%, dari Rp1,54 triliun pada posisi Maret 2021,&quot; kata Hendra dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (11/5/2022).
Lebih rinci, Hendra menyampaikan, pendapatan konsolidasi Mitratel pada periode tersebut berasal dari segmen Tower Owned sebesar Rp1,46 triliun, atau naik sebesar 24,4% yoy, dari periode sama tahun lalu sebesar Rp1,182 triliun.
BACA JUGA:Bagi Dividen, Mitratel (MTEL) Minta Restu Pemegang Saham

&amp;ldquo;Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan sewa menara dan juga peningkatan kolokasi yang berkelanjutan, termasuk dari asset hasil akuisisi menara Telkomsel dan Telkom pada Agustus 2021 lalu,&amp;rdquo; terangnya.
Selain itu, pendapatan Mitratel dari segmen Tower-Related Business juga melambung sebesar 34,1% dari Rp170 miliar menjadi Rp229 miliar.
&amp;ldquo;Peningkatan di segmen ini akibat kejelian Perusahaan dalam memilih peluang-peluang yang lebih menguntungkan. Karena Mitratel terus menangkap peluang terkait menara dengan marjin yang lebih tinggi,&quot; ucapnya.Sedangkan pendapatan perseroan di segmen Reseller turun 6% menjadi  Rp176 miliar, dari sebelumnya Rp188 miliar. Hendra menerangkan hal ini  dipicu oleh akuisisi tower reseller 798 menara dari Telkom pada Agustus  2021 yang memindahkan pendapatan reseller yang ada dari menara terkait  ke pendapatan menara yang dimiliki.
Peningkatan kinerja Mitratel tergambar pada laba operasi yang  meningkat sekitar 33% menjadi Rp814 miliar per Maret 2022, dari periode  yang sama tahun lalu sebesar Rp612 miliar.
Selanjutnya, EBITDA Mitratel juga bertumbuh sebesar 28,8% yoy , dari  Rp1,12 triliun per Maret 2021 menjadi Rp1,44 triliun pada Maret 2022.  Ini diikuti oleh marjin EBITDA Perseroan sebesar 77,1% yang meningkat  4.4 basis poin dibandingkan tahun lalu 72,7%.
&amp;ldquo;Perkembangan atas EBITDA Mitratel tercermin pada peningkatan  profitabilitas dengan efisiensi biaya pada kegiatan usaha,&amp;rdquo; katanya.
Hingga akhir Maret 2022, total aset Mitratel mencapai Rp57,481  triliun, turun 0,4% dari periode sama tahun lalu Rp57,728 triliun.  Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh pembayaran lebih awal utang  jangka panjang sebesar Rp3,5 miliar yang berdampak pada penurunan kas  yang tersedia.
Demikian pula total liabilitas Perseroan pada akhir Maret 2022 turun  2,9% menjadi Rp23,374 triliun menurun sebanyak 2,9%, terutama karena  pembayaran lebih awal utang jangka panjang.
Sedangkan ekuitas Mitratel dibukukan bertumbuh sebanyak 1,4% menjadi  Rp34,10 triliun terutama disebabkan oleh tambahan laba ditahan dari laba  bersih selama triwulan I 2022.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel meraih laba bersih sebesar Rp459 miliar di kuartal I 2022. Laba bersih MTEL naik sekitar 34% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp343 miliar.
Corporate Secretary MTEL dan Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama mengatakan marjin laba bersih juga meningkat, dari 22,3% pada kuartal I 2021 menjadi 24,6% pada kuartal I 2022.
BACA JUGA:Mitratel (MTEL) Tebar Dividen Nyaris Rp1 Triliun, 70% dari Laba Bersih

&quot;Pertumbuhan laba Perusahaan ditopang oleh meningkatnya pendapatan konsolidasi Mitratel sebanyak 21,5% yoy menjadi sebesar Rp1,87 triliun per Maret 2022. Dengan demikian, pendapatan Mitratel tumbuh sebesar 21,5%, dari Rp1,54 triliun pada posisi Maret 2021,&quot; kata Hendra dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (11/5/2022).
Lebih rinci, Hendra menyampaikan, pendapatan konsolidasi Mitratel pada periode tersebut berasal dari segmen Tower Owned sebesar Rp1,46 triliun, atau naik sebesar 24,4% yoy, dari periode sama tahun lalu sebesar Rp1,182 triliun.
BACA JUGA:Bagi Dividen, Mitratel (MTEL) Minta Restu Pemegang Saham

&amp;ldquo;Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan sewa menara dan juga peningkatan kolokasi yang berkelanjutan, termasuk dari asset hasil akuisisi menara Telkomsel dan Telkom pada Agustus 2021 lalu,&amp;rdquo; terangnya.
Selain itu, pendapatan Mitratel dari segmen Tower-Related Business juga melambung sebesar 34,1% dari Rp170 miliar menjadi Rp229 miliar.
&amp;ldquo;Peningkatan di segmen ini akibat kejelian Perusahaan dalam memilih peluang-peluang yang lebih menguntungkan. Karena Mitratel terus menangkap peluang terkait menara dengan marjin yang lebih tinggi,&quot; ucapnya.Sedangkan pendapatan perseroan di segmen Reseller turun 6% menjadi  Rp176 miliar, dari sebelumnya Rp188 miliar. Hendra menerangkan hal ini  dipicu oleh akuisisi tower reseller 798 menara dari Telkom pada Agustus  2021 yang memindahkan pendapatan reseller yang ada dari menara terkait  ke pendapatan menara yang dimiliki.
Peningkatan kinerja Mitratel tergambar pada laba operasi yang  meningkat sekitar 33% menjadi Rp814 miliar per Maret 2022, dari periode  yang sama tahun lalu sebesar Rp612 miliar.
Selanjutnya, EBITDA Mitratel juga bertumbuh sebesar 28,8% yoy , dari  Rp1,12 triliun per Maret 2021 menjadi Rp1,44 triliun pada Maret 2022.  Ini diikuti oleh marjin EBITDA Perseroan sebesar 77,1% yang meningkat  4.4 basis poin dibandingkan tahun lalu 72,7%.
&amp;ldquo;Perkembangan atas EBITDA Mitratel tercermin pada peningkatan  profitabilitas dengan efisiensi biaya pada kegiatan usaha,&amp;rdquo; katanya.
Hingga akhir Maret 2022, total aset Mitratel mencapai Rp57,481  triliun, turun 0,4% dari periode sama tahun lalu Rp57,728 triliun.  Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh pembayaran lebih awal utang  jangka panjang sebesar Rp3,5 miliar yang berdampak pada penurunan kas  yang tersedia.
Demikian pula total liabilitas Perseroan pada akhir Maret 2022 turun  2,9% menjadi Rp23,374 triliun menurun sebanyak 2,9%, terutama karena  pembayaran lebih awal utang jangka panjang.
Sedangkan ekuitas Mitratel dibukukan bertumbuh sebanyak 1,4% menjadi  Rp34,10 triliun terutama disebabkan oleh tambahan laba ditahan dari laba  bersih selama triwulan I 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
