<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Makin Mahal Imbas Krisis Rusia-Ukraina hingga Lockdown China</title><description>Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (11/5/2022).
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/320/2592293/harga-minyak-dunia-makin-mahal-imbas-krisis-rusia-ukraina-hingga-lockdown-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/320/2592293/harga-minyak-dunia-makin-mahal-imbas-krisis-rusia-ukraina-hingga-lockdown-china"/><item><title>Harga Minyak Dunia Makin Mahal Imbas Krisis Rusia-Ukraina hingga Lockdown China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/320/2592293/harga-minyak-dunia-makin-mahal-imbas-krisis-rusia-ukraina-hingga-lockdown-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/11/320/2592293/harga-minyak-dunia-makin-mahal-imbas-krisis-rusia-ukraina-hingga-lockdown-china</guid><pubDate>Rabu 11 Mei 2022 12:46 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/11/320/2592293/harga-minyak-dunia-makin-mahal-imbas-krisis-rusia-ukraina-hingga-lockdown-china-fsotmBc5i2.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia makin mahal imbas krisis Rusia-Ukraina. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/11/320/2592293/harga-minyak-dunia-makin-mahal-imbas-krisis-rusia-ukraina-hingga-lockdown-china-fsotmBc5i2.JPG</image><title>Harga minyak dunia makin mahal imbas krisis Rusia-Ukraina. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (11/5/2022).
Data bursa Intercontinental Exchange (ICE) hingga pukul 12.11 WIB menunjukkan, harga minyak Brent Juli 2022 naik 1,98% di USD104,49 per barel. Sedangkan Brent Agustus 2022 menguat 2,03% di USD103,30 per barel.

West Texas Intermediate (WTI) Juni 2022 di New York Mercantile Exchange (NYMEX) menanjak 2,04% di USD101,80 per barel, sementara WTI Juli 2022 tumbuh 2,06% di USD100,48 per barel.

Sejauh ini, kedua harga acuan minyak masih fluktuatif di kisaran USD100 per barel, dipicu sejumlah sentimen mulai dari kelanjutan krisis geopolitik Rusia dan Ukraina, serta lockdown di China yang mengancam permintaan.
BACA JUGA:Harga Minyak Mentah Terbang, Uni Eropa Hentikan Impor dari Rusia
Namun, pada hari ini, pasar tengah menantikan sejumlah data perdagangan untuk mengetahui seberapa besar kekuatan ekonomi negara-negara besar atas gonjang-ganjing harga komoditas ini.
Pertama, China akan mengumumkan harga di tingkat industri, sementara Amerika Serikat akan segera mengumukan indeks harga konsumen (CPI) yang dapat mengukur inflasi mereka.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Konflik Rusia dan Ukraina Kerek Harga Minyak Mentah Indonesia
Secara akumulatif, harga minyak terbilang masih meningkat setidaknya sebesar 30 persen sepanjang tahun ini, terbakar isu agresi militer di Ukraina awal tahun ini yang mendongkrak harganya di tingkat global.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (11/5/2022).
Data bursa Intercontinental Exchange (ICE) hingga pukul 12.11 WIB menunjukkan, harga minyak Brent Juli 2022 naik 1,98% di USD104,49 per barel. Sedangkan Brent Agustus 2022 menguat 2,03% di USD103,30 per barel.

West Texas Intermediate (WTI) Juni 2022 di New York Mercantile Exchange (NYMEX) menanjak 2,04% di USD101,80 per barel, sementara WTI Juli 2022 tumbuh 2,06% di USD100,48 per barel.

Sejauh ini, kedua harga acuan minyak masih fluktuatif di kisaran USD100 per barel, dipicu sejumlah sentimen mulai dari kelanjutan krisis geopolitik Rusia dan Ukraina, serta lockdown di China yang mengancam permintaan.
BACA JUGA:Harga Minyak Mentah Terbang, Uni Eropa Hentikan Impor dari Rusia
Namun, pada hari ini, pasar tengah menantikan sejumlah data perdagangan untuk mengetahui seberapa besar kekuatan ekonomi negara-negara besar atas gonjang-ganjing harga komoditas ini.
Pertama, China akan mengumumkan harga di tingkat industri, sementara Amerika Serikat akan segera mengumukan indeks harga konsumen (CPI) yang dapat mengukur inflasi mereka.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Konflik Rusia dan Ukraina Kerek Harga Minyak Mentah Indonesia
Secara akumulatif, harga minyak terbilang masih meningkat setidaknya sebesar 30 persen sepanjang tahun ini, terbakar isu agresi militer di Ukraina awal tahun ini yang mendongkrak harganya di tingkat global.</content:encoded></item></channel></rss>
