<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Top! Limbah Batu Bara Disulap Jadi Bahan Konstruksi Jalan</title><description>PLN memanfaatkan limbah batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pulang Pisau untuk konstruksi jalan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/12/320/2593049/top-limbah-batu-bara-disulap-jadi-bahan-konstruksi-jalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/12/320/2593049/top-limbah-batu-bara-disulap-jadi-bahan-konstruksi-jalan"/><item><title>Top! Limbah Batu Bara Disulap Jadi Bahan Konstruksi Jalan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/12/320/2593049/top-limbah-batu-bara-disulap-jadi-bahan-konstruksi-jalan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/12/320/2593049/top-limbah-batu-bara-disulap-jadi-bahan-konstruksi-jalan</guid><pubDate>Kamis 12 Mei 2022 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/12/320/2593049/top-limbah-batu-bara-disulap-jadi-bahan-konstruksi-jalan-1bNLqoKKtx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Limbah batu bara jadi bahan konstruksi jalan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/12/320/2593049/top-limbah-batu-bara-disulap-jadi-bahan-konstruksi-jalan-1bNLqoKKtx.jpg</image><title>Limbah batu bara jadi bahan konstruksi jalan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PLN memanfaatkan limbah batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pulang Pisau untuk konstruksi jalan pengganti bahan urukan jalan yang selama ini digunakan.
&quot;Semoga aspek legal dan teknisnya bisa segera diselesaikan agar sumber daya yang sangat melimpah ini dapat segera dimanfaatkan,&quot; kata Manager UPDK Palangkaraya Heni Setyo Handoko, Kamis (12/5/2022).
BACA JUGA:Kembali Mahal, Harga Batu Bara Hari Ini Naik 2,41%

Sementara Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Tengah Hardy Pangihutan Siahaan mengatakan hasil uji sampel Fly Ash Bottom Ash (FABA) atau hasil limbah batu bara sangat berpotensi menjadi bahan pengganti urukan jalan.
Dia pun telah melakukan kunjungan ke PLTU Pulang Pisau sebagai tindak lanjut dari penyusunan rancangan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap stabilisasi tanah atau bahan pengganti urukan jalan yang sudah dimulai sejak awal tahun 2022 lalu.
BACA JUGA:Berkah Batu Bara, RMK Energy (RMKE) Raup Pendapatan Rp1,86 Triliun

Pengecekan lokasi workshop pengolahan limbah FABA PLTU Pulang Pisau pun dilakukan untuk melihat langsung fisik FABA dan pemanfaatan yang sudah dilakukan oleh UPDK Palangkaraya.
Hardy mengungkapkan rencana uji coba lapangan terkait pemanfaatan FABA di ruas jalan provinsi dan food estate Kalimantan Tengah dalam waktu dekat.
Sebelumnya PLN telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam  pemanfaatan FABA hasil pembakaran batu bara untuk berbagai macam bahan  baku keperluan baik dari sektor konstruksi maupun infrastruktur di  sekitar lokasi PLTU Pulang Pisau.
UPDK Palangkaraya secara proaktif mengajak pemerintah daerah, Badan  Usaha Milik Desa, UMKM serta berbagai kelompok masyarakat setempat untuk  dapat memaksimalkan pemanfaatan FABA menjadi produk yang ramah  lingkungan dan memberikan multiplier effect dalam meningkatkan  kontribusi terhadap sektor perekonomian.
Diketahui hasil uji karakteristik menunjukkan limbah FABA dari PLTU  tidak memenuhi karakteristik sebagai limbah berbahaya dan beracun.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menyimpulkan  material FABA merupakan limbah hasil pembakaran di PLTU menjadi limbah  nonB3. Hal tersebut disebabkan karena pembakaran batubara di kegiatan  PLTU dilakukan pada suhu tinggi, sehingga kandungan karbon yang tidak  terbakar di FABA menjadi minimum dan lebih stabil saat disimpan.
FABA secara luas telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan pendukung  pada sektor infrastruktur, stabilisasi lahan, reklamasi pada lahan bekas  tambang, dan sektor pertanian.</description><content:encoded>JAKARTA - PLN memanfaatkan limbah batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pulang Pisau untuk konstruksi jalan pengganti bahan urukan jalan yang selama ini digunakan.
&quot;Semoga aspek legal dan teknisnya bisa segera diselesaikan agar sumber daya yang sangat melimpah ini dapat segera dimanfaatkan,&quot; kata Manager UPDK Palangkaraya Heni Setyo Handoko, Kamis (12/5/2022).
BACA JUGA:Kembali Mahal, Harga Batu Bara Hari Ini Naik 2,41%

Sementara Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Tengah Hardy Pangihutan Siahaan mengatakan hasil uji sampel Fly Ash Bottom Ash (FABA) atau hasil limbah batu bara sangat berpotensi menjadi bahan pengganti urukan jalan.
Dia pun telah melakukan kunjungan ke PLTU Pulang Pisau sebagai tindak lanjut dari penyusunan rancangan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap stabilisasi tanah atau bahan pengganti urukan jalan yang sudah dimulai sejak awal tahun 2022 lalu.
BACA JUGA:Berkah Batu Bara, RMK Energy (RMKE) Raup Pendapatan Rp1,86 Triliun

Pengecekan lokasi workshop pengolahan limbah FABA PLTU Pulang Pisau pun dilakukan untuk melihat langsung fisik FABA dan pemanfaatan yang sudah dilakukan oleh UPDK Palangkaraya.
Hardy mengungkapkan rencana uji coba lapangan terkait pemanfaatan FABA di ruas jalan provinsi dan food estate Kalimantan Tengah dalam waktu dekat.
Sebelumnya PLN telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam  pemanfaatan FABA hasil pembakaran batu bara untuk berbagai macam bahan  baku keperluan baik dari sektor konstruksi maupun infrastruktur di  sekitar lokasi PLTU Pulang Pisau.
UPDK Palangkaraya secara proaktif mengajak pemerintah daerah, Badan  Usaha Milik Desa, UMKM serta berbagai kelompok masyarakat setempat untuk  dapat memaksimalkan pemanfaatan FABA menjadi produk yang ramah  lingkungan dan memberikan multiplier effect dalam meningkatkan  kontribusi terhadap sektor perekonomian.
Diketahui hasil uji karakteristik menunjukkan limbah FABA dari PLTU  tidak memenuhi karakteristik sebagai limbah berbahaya dan beracun.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menyimpulkan  material FABA merupakan limbah hasil pembakaran di PLTU menjadi limbah  nonB3. Hal tersebut disebabkan karena pembakaran batubara di kegiatan  PLTU dilakukan pada suhu tinggi, sehingga kandungan karbon yang tidak  terbakar di FABA menjadi minimum dan lebih stabil saat disimpan.
FABA secara luas telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan pendukung  pada sektor infrastruktur, stabilisasi lahan, reklamasi pada lahan bekas  tambang, dan sektor pertanian.</content:encoded></item></channel></rss>
