<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Makin Modern! 18,5 Juta UMKM Sudah Masuk Ekosistem Digital</title><description>Sebanyak 18,5 juta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah masuk ke dalam ekosistem digital (onboarding).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/12/320/2593070/makin-modern-18-5-juta-umkm-sudah-masuk-ekosistem-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/12/320/2593070/makin-modern-18-5-juta-umkm-sudah-masuk-ekosistem-digital"/><item><title>Makin Modern! 18,5 Juta UMKM Sudah Masuk Ekosistem Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/12/320/2593070/makin-modern-18-5-juta-umkm-sudah-masuk-ekosistem-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/12/320/2593070/makin-modern-18-5-juta-umkm-sudah-masuk-ekosistem-digital</guid><pubDate>Kamis 12 Mei 2022 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/12/320/2593070/makin-modern-18-5-juta-umkm-sudah-masuk-ekosistem-digital-BmYloQtYZu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">UMKM go digital (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/12/320/2593070/makin-modern-18-5-juta-umkm-sudah-masuk-ekosistem-digital-BmYloQtYZu.jpg</image><title>UMKM go digital (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 18,5 juta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah masuk ke dalam ekosistem digital (onboarding). Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan jumlah tersebut tumbuh 131% dibandingkan sebelum pandemi covid-19.
&quot;Hingga saat ini tercatat 18,5 juta pelaku UMKM telah terhubung ke dalam ekosistem digital, tumbuh 131% saat sebelum pandemi,&quot; kata Teten Masduki, Kamis (12/5/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani soal UMKM hingga Literasi Ekonomi Digital untuk Perempuan RI

Melalui inisiasi Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), pemerintah mendorong pelaku UMKM untuk bisa terdigitalisasi seiring dengan perkembangan digital yang terjadi akibat pandemi COVID-19. Targetnya ada 30 juta UMKM atau artisan dapat onboarding di toko daring atau marketplace hingga tahun 2023 mendatang.
BACA JUGA:BLT UMKM Rp600 Ribu Mau Cair, Kemenkop: Secepatnya Kita Salurkan

Teten Masduki mengungkapkan saat ini tercatat ada 65 juta UMKM yang setara dengan 99,9% populasi pelaku usaha di Tanah Air. Jumlah pelaku UMKM yang besar itu menyerap 97% tenaga kerja dan memberi kontribusi terhadap PDB sebesar 61,7%.
Menurut dia, tidak hanya soal digitalisasi, saat ini praktik usaha ramah lingkungan atau ekonomi hijau menjadi salah satu agenda pemulihan transformatif Kemenkop UKM.
Indonesia pun tidak ingin ketinggalan. Pasalnya, banyak negara lain  kini dengan pesat bergerak menuju ekonomi hijau, menetapkan kebijakan  pro lingkungan dengan target ambisius.
Kementerian Koperasi dan UKM pun berupaya membuat strategi  pengembangan UMKM hijau, di antaranya melalui program kemitraan usaha  green value chain, akses pasar melalui e-commerce green products, dan  pameran skala internasional tematik ekonomi hijau, inkubasi wirausaha  melalui pengembangan wirausaha sosial serta digitalisasi UMKM.
&quot;Saya optimis Indonesia dapat beradaptasi dengan tren ekonomi hijau,&quot; kata Teten Masduki.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 18,5 juta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah masuk ke dalam ekosistem digital (onboarding). Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan jumlah tersebut tumbuh 131% dibandingkan sebelum pandemi covid-19.
&quot;Hingga saat ini tercatat 18,5 juta pelaku UMKM telah terhubung ke dalam ekosistem digital, tumbuh 131% saat sebelum pandemi,&quot; kata Teten Masduki, Kamis (12/5/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani soal UMKM hingga Literasi Ekonomi Digital untuk Perempuan RI

Melalui inisiasi Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), pemerintah mendorong pelaku UMKM untuk bisa terdigitalisasi seiring dengan perkembangan digital yang terjadi akibat pandemi COVID-19. Targetnya ada 30 juta UMKM atau artisan dapat onboarding di toko daring atau marketplace hingga tahun 2023 mendatang.
BACA JUGA:BLT UMKM Rp600 Ribu Mau Cair, Kemenkop: Secepatnya Kita Salurkan

Teten Masduki mengungkapkan saat ini tercatat ada 65 juta UMKM yang setara dengan 99,9% populasi pelaku usaha di Tanah Air. Jumlah pelaku UMKM yang besar itu menyerap 97% tenaga kerja dan memberi kontribusi terhadap PDB sebesar 61,7%.
Menurut dia, tidak hanya soal digitalisasi, saat ini praktik usaha ramah lingkungan atau ekonomi hijau menjadi salah satu agenda pemulihan transformatif Kemenkop UKM.
Indonesia pun tidak ingin ketinggalan. Pasalnya, banyak negara lain  kini dengan pesat bergerak menuju ekonomi hijau, menetapkan kebijakan  pro lingkungan dengan target ambisius.
Kementerian Koperasi dan UKM pun berupaya membuat strategi  pengembangan UMKM hijau, di antaranya melalui program kemitraan usaha  green value chain, akses pasar melalui e-commerce green products, dan  pameran skala internasional tematik ekonomi hijau, inkubasi wirausaha  melalui pengembangan wirausaha sosial serta digitalisasi UMKM.
&quot;Saya optimis Indonesia dapat beradaptasi dengan tren ekonomi hijau,&quot; kata Teten Masduki.</content:encoded></item></channel></rss>
