<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Investor Asing Lirik Proyek Blast Furnace</title><description>Lima investor asing minat investasi di pabrik besi baja atau blast furnace.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/13/278/2593857/5-investor-asing-lirik-proyek-blast-furnace</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/13/278/2593857/5-investor-asing-lirik-proyek-blast-furnace"/><item><title>5 Investor Asing Lirik Proyek Blast Furnace</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/13/278/2593857/5-investor-asing-lirik-proyek-blast-furnace</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/13/278/2593857/5-investor-asing-lirik-proyek-blast-furnace</guid><pubDate>Jum'at 13 Mei 2022 19:11 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/13/278/2593857/5-investor-asing-lirik-proyek-blast-furnace-EYm0nNy8oT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">5 investor asing lirik proyek pabrik besi baja (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/13/278/2593857/5-investor-asing-lirik-proyek-blast-furnace-EYm0nNy8oT.jpg</image><title>5 investor asing lirik proyek pabrik besi baja (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Lima investor asing minat investasi di pabrik besi baja atau blast furnace. Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Silmy Karim menyebut komitmen kerja sama ini akan direalisasikan pada 2022 ini.
Meski begitu, Silmy enggan merinci lebih jauh asal negara dari lima strategic partner tersebut. Menurutnya, kelima investor ini merupakan perusahaan kenamaan di Asia.
BACA JUGA:Rights Issue, Krakatau Steel Incar Dana Rp2,9 Triliun

Adapun komitmen kemitraan ini dibangun melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang direncanakan disepakati tahun ini. Di mana, dua investor dijadwalkan menyepakati MoU pada Mei mendatang. Sementara, tiga investor lainnya pada Juli tahun ini.
&quot;Rencananya Mei ini ada MoU, ada dua perusahaan, dan tiganya kurang lebih di Juli, MoU itu kita sepakat, masuk due diligence (uji tuntas),&quot; ungkap Silmy kepada Wartawan, Jumat (13/5/2022).
BACA JUGA:Dirut Krakatau Steel Yakin Utang KRAS Menyusut Jadi Rp17,5 Triliun

Manajemen emiten baja pelat merah ini memang menawarkan investasi blast furnace kepada sejumlah investor asing. Namun hanya 10 saja yang memberi respon. Dari 10, hanya lima investor yang menyatakan ketertarikannya.
Silmy menilai investor yang dibidik merupakan perusahaan potensial di negaranya masing-masing.
&quot;Kita tawarkan ke beberapa potensial partner, bahkan yang kita tawarkan itu lebih dari itu, cuman 10 yang mereply, menjawab dari 10 yang menjawab itu lima menyampaikan komitmennya, sekarang melakukan preliminary due diligence,&quot; ungkap dia.Silmy optimis blast furnace akan segera beroperasi bila kemitraan  sudah berjalan. Selain itu, manajemen juga perlu menambahkan satu  fasilitas lagi.
&quot;Itu kan harus ada investasi tambahan. Tinggal tambahan satu  fasilitas, namanya BOF, sebenarnya ini fasilitas, itu kan ada besi cair,  itu ditampung, kemudian dimurnikan, lalu ditambahkan nikel atau  unsur-unsur tertentu dalam menghasilkan yang tadi,&quot; gumam dia.
Upaya menyelesaikan blast furnace sudah diupayakan Menteri BUMN Erick  Thohir. Silmy mencatat langkah strategis yang dilakukan Erick baik di  sisi komersial dengan mencari mitra bisnis dan melihat permasalahan  proyek dari aspek hukumnya.
&quot;Ada dua hal dalam proyek blast furnace, pertama menyelesaikan dari  sisi komersial yaitu mencari partner. Kedua adalah dalam konteks  penegakan hukum,&quot; ungkal Silmy dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama  Komisi VII DPR RI.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Lima investor asing minat investasi di pabrik besi baja atau blast furnace. Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Silmy Karim menyebut komitmen kerja sama ini akan direalisasikan pada 2022 ini.
Meski begitu, Silmy enggan merinci lebih jauh asal negara dari lima strategic partner tersebut. Menurutnya, kelima investor ini merupakan perusahaan kenamaan di Asia.
BACA JUGA:Rights Issue, Krakatau Steel Incar Dana Rp2,9 Triliun

Adapun komitmen kemitraan ini dibangun melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang direncanakan disepakati tahun ini. Di mana, dua investor dijadwalkan menyepakati MoU pada Mei mendatang. Sementara, tiga investor lainnya pada Juli tahun ini.
&quot;Rencananya Mei ini ada MoU, ada dua perusahaan, dan tiganya kurang lebih di Juli, MoU itu kita sepakat, masuk due diligence (uji tuntas),&quot; ungkap Silmy kepada Wartawan, Jumat (13/5/2022).
BACA JUGA:Dirut Krakatau Steel Yakin Utang KRAS Menyusut Jadi Rp17,5 Triliun

Manajemen emiten baja pelat merah ini memang menawarkan investasi blast furnace kepada sejumlah investor asing. Namun hanya 10 saja yang memberi respon. Dari 10, hanya lima investor yang menyatakan ketertarikannya.
Silmy menilai investor yang dibidik merupakan perusahaan potensial di negaranya masing-masing.
&quot;Kita tawarkan ke beberapa potensial partner, bahkan yang kita tawarkan itu lebih dari itu, cuman 10 yang mereply, menjawab dari 10 yang menjawab itu lima menyampaikan komitmennya, sekarang melakukan preliminary due diligence,&quot; ungkap dia.Silmy optimis blast furnace akan segera beroperasi bila kemitraan  sudah berjalan. Selain itu, manajemen juga perlu menambahkan satu  fasilitas lagi.
&quot;Itu kan harus ada investasi tambahan. Tinggal tambahan satu  fasilitas, namanya BOF, sebenarnya ini fasilitas, itu kan ada besi cair,  itu ditampung, kemudian dimurnikan, lalu ditambahkan nikel atau  unsur-unsur tertentu dalam menghasilkan yang tadi,&quot; gumam dia.
Upaya menyelesaikan blast furnace sudah diupayakan Menteri BUMN Erick  Thohir. Silmy mencatat langkah strategis yang dilakukan Erick baik di  sisi komersial dengan mencari mitra bisnis dan melihat permasalahan  proyek dari aspek hukumnya.
&quot;Ada dua hal dalam proyek blast furnace, pertama menyelesaikan dari  sisi komersial yaitu mencari partner. Kedua adalah dalam konteks  penegakan hukum,&quot; ungkal Silmy dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama  Komisi VII DPR RI.</content:encoded></item></channel></rss>
