<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh! Rupiah Melemah Tertekan ke Rp14.612/USD, Ini Biang Keroknya</title><description>Nilai tukar Rupiah hari ini melemah 14 poin ke level Rp14.612. Rupiah  melemah karena sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/13/320/2593761/duh-rupiah-melemah-tertekan-ke-rp14-612-usd-ini-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/13/320/2593761/duh-rupiah-melemah-tertekan-ke-rp14-612-usd-ini-biang-keroknya"/><item><title>Duh! Rupiah Melemah Tertekan ke Rp14.612/USD, Ini Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/13/320/2593761/duh-rupiah-melemah-tertekan-ke-rp14-612-usd-ini-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/13/320/2593761/duh-rupiah-melemah-tertekan-ke-rp14-612-usd-ini-biang-keroknya</guid><pubDate>Jum'at 13 Mei 2022 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/13/320/2593761/duh-rupiah-melemah-tertekan-ke-rp14-612-usd-ini-biang-keroknya-VWR9Q934YW.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kurs Rupiah ditutup melemah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/13/320/2593761/duh-rupiah-melemah-tertekan-ke-rp14-612-usd-ini-biang-keroknya-VWR9Q934YW.jpeg</image><title>Kurs Rupiah ditutup melemah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah hari ini melemah 14 poin ke level Rp14.612. Rupiah melemah karena sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, Dolar naik ke level tertinggi baru 20 tahun pada hari ini, karena berlanjutnya kekhawatiran bahwa tindakan bank sentral untuk menurunkan inflasi yang tinggi akan menghambat pertumbuhan ekonomi global, meningkatkan daya tarik mata uang safe-haven.
BACA JUGA:Kompak dengan IHSG, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp14.554/USD

Data dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim pengangguran awal mingguan naik ke level tertinggi dalam tiga bulan, meskipun pasar tenaga kerja tetap menjadi kekuatan ekonomi AS. Di sisi inflasi, indeks harga produsen menunjukkan perlambatan tajam di bulan April ke kenaikan 0,5% dari lonjakan 1,6% bulan sebelumnya.
&amp;ldquo;Investor telah mencoba untuk menilai seberapa agresif jalur kebijakan bank sentral nantinya,&amp;rdquo; ungkap Ibrahim dalam risetnya, Jumat (13/5/2022).
BACA JUGA:Simak Ya! BI Terbitkan Aturan Penggunaan Rupiah di Kegiatan Internasional, Begini Isinya

Dari sentimen domestik, berdasarkan data Bank Indonesia, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2022 tetap tinggi sebesar 135,7 miliar dolar AS, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir Maret 2022 sebesar 139,1 miliar dolar AS.
Penurunan posisi cadangan devisa pada April 2022 antara lain dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan antisipasi kebutuhan likuiditas valas sejalan dengan meningkatnya aktivitas perekonomian.Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,9 bulan  impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,  serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan  impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung  ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan  sistem keuangan.
Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai,  didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring  dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.
Di bulan ini, cadangan devisa tersebut berisiko semakin menurun jika  melihat nilai tukar rupiah yang terus tertekan dan capital outflow yang  terjadi di pasar obligasi. BI tentunya lebih banyak melakukan  intervensi. Ketika cadangan devisa perlu digunakan untuk melakukan  intervensi, pasokan devisa justru akan semakin seret di bulan ini.  Sebabnya, pemerintah melarang ekspor minyak sawit mentah (crude palm  oil/CPO) dan semua produk turunannya.
CPO yang termasuk dalam ekspor HS 15 (lemak dan minyak hewani/nabati)  merupakan salah satu penopang neraca perdagangan Indonesia hingga mampu  mencetak surplus dalam 23 bulan beruntun. Kontribusinya terhadap total  ekspor menjadi yang terbesar kedua setelah HS 27 (bahan bakar mineral)  yakni batu bara.
Dalam perdagangan akhir pekan ini,  mata uang garuda ditutup melemah.  Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah kemungkinan   dibuka berfluktuatif namun  ditutup melemah di rentang Rp14.600 -  Rp14.660.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah hari ini melemah 14 poin ke level Rp14.612. Rupiah melemah karena sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, Dolar naik ke level tertinggi baru 20 tahun pada hari ini, karena berlanjutnya kekhawatiran bahwa tindakan bank sentral untuk menurunkan inflasi yang tinggi akan menghambat pertumbuhan ekonomi global, meningkatkan daya tarik mata uang safe-haven.
BACA JUGA:Kompak dengan IHSG, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp14.554/USD

Data dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim pengangguran awal mingguan naik ke level tertinggi dalam tiga bulan, meskipun pasar tenaga kerja tetap menjadi kekuatan ekonomi AS. Di sisi inflasi, indeks harga produsen menunjukkan perlambatan tajam di bulan April ke kenaikan 0,5% dari lonjakan 1,6% bulan sebelumnya.
&amp;ldquo;Investor telah mencoba untuk menilai seberapa agresif jalur kebijakan bank sentral nantinya,&amp;rdquo; ungkap Ibrahim dalam risetnya, Jumat (13/5/2022).
BACA JUGA:Simak Ya! BI Terbitkan Aturan Penggunaan Rupiah di Kegiatan Internasional, Begini Isinya

Dari sentimen domestik, berdasarkan data Bank Indonesia, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2022 tetap tinggi sebesar 135,7 miliar dolar AS, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir Maret 2022 sebesar 139,1 miliar dolar AS.
Penurunan posisi cadangan devisa pada April 2022 antara lain dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan antisipasi kebutuhan likuiditas valas sejalan dengan meningkatnya aktivitas perekonomian.Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,9 bulan  impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,  serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan  impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung  ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan  sistem keuangan.
Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai,  didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring  dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.
Di bulan ini, cadangan devisa tersebut berisiko semakin menurun jika  melihat nilai tukar rupiah yang terus tertekan dan capital outflow yang  terjadi di pasar obligasi. BI tentunya lebih banyak melakukan  intervensi. Ketika cadangan devisa perlu digunakan untuk melakukan  intervensi, pasokan devisa justru akan semakin seret di bulan ini.  Sebabnya, pemerintah melarang ekspor minyak sawit mentah (crude palm  oil/CPO) dan semua produk turunannya.
CPO yang termasuk dalam ekspor HS 15 (lemak dan minyak hewani/nabati)  merupakan salah satu penopang neraca perdagangan Indonesia hingga mampu  mencetak surplus dalam 23 bulan beruntun. Kontribusinya terhadap total  ekspor menjadi yang terbesar kedua setelah HS 27 (bahan bakar mineral)  yakni batu bara.
Dalam perdagangan akhir pekan ini,  mata uang garuda ditutup melemah.  Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah kemungkinan   dibuka berfluktuatif namun  ditutup melemah di rentang Rp14.600 -  Rp14.660.</content:encoded></item></channel></rss>
