<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Asyik! UMKM di 13 Wilayah Bakal Dapat Pendampingan Go Digital</title><description>Pelaku UMKM di 13 wilayah akan mendapat pendampingan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/13/320/2593787/asyik-umkm-di-13-wilayah-bakal-dapat-pendampingan-go-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/13/320/2593787/asyik-umkm-di-13-wilayah-bakal-dapat-pendampingan-go-digital"/><item><title>Asyik! UMKM di 13 Wilayah Bakal Dapat Pendampingan Go Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/13/320/2593787/asyik-umkm-di-13-wilayah-bakal-dapat-pendampingan-go-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/13/320/2593787/asyik-umkm-di-13-wilayah-bakal-dapat-pendampingan-go-digital</guid><pubDate>Jum'at 13 Mei 2022 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/13/320/2593787/asyik-umkm-di-13-wilayah-bakal-dapat-pendampingan-go-digital-JNVWGrGvmp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku UMKM di 13 wilayah dapat pendampingan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/13/320/2593787/asyik-umkm-di-13-wilayah-bakal-dapat-pendampingan-go-digital-JNVWGrGvmp.jpg</image><title>Pelaku UMKM di 13 wilayah dapat pendampingan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pelaku UMKM di 13 wilayah akan mendapat pendampingan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Pendampingan akan diberikan ke 30 ribu UMKM untuk mengadopsi teknologi digital.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel A mengatakan pendampingan tersebut bakal dilakukan di 13 kawasan prioritas untuk meningkatkan kemampuan (scale up) adopsi teknologi digital 4.0 bagi produsen sektor pengolahan.
BACA JUGA:BLT Cair, Pekerja Dapat Rp1 Juta dan UMKM Rp600.000

&quot;Ketiga belas Kawasan Prioritas itu terdiri dari Sumatra Utara, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, DI Yogyakarta &amp;amp; Jawa Tengah, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Papua, dan Papua Barat,&amp;rdquo; ujar Samuel pada keterangan tertulisnya, Jumat (13/5/2022).
Bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam kegiatan ini agar mendaftar melalui tautan pendaftaran resmi dan berhati-hati terhadap informasi lain yang mengatasnamakan Kementerian Kominfo melalui laman https://umkmgoonline.kominfo.go.id/registrasi.
BACA JUGA:LRT Jabodebek Bisa Bikin Cuan bagi UMKM

&amp;ldquo;Pendaftaran akan berlangsung dari tanggal 15 &amp;ndash; 22 Mei 2022,&amp;rdquo; sambungnya.
Dirjen Semuel mengungkapkan, tahapan pendaftaran UMKM yaitu melakukan pengisian email dan profil UMKM, pengisian kuesioner kebutuhan adopsi teknologi digital, serta menyatakan kesediaan untuk mengikuti kegiatan pendampingan selama enam bulan dari bulan Mei hingga Oktober 2022.&amp;ldquo;UMKM yang menjadi peserta pendampingan akan mendapatkan benefit  berupa paket data selama 6 bulan, akses terhadap aplikasi agregator  &amp;amp; aplikasi dan materi pembelajaran online/learning management  system, serta pendampingan gratis dari berbagai platform digital selama  enam bulan,&amp;rdquo; kata Dirjen Samuel.
Dengan adanya peningkatan level adopsi teknologi, Dirjen Aptika  Kementerian Kominfo berharap UMKM dapat naik kelas dan lebih  berkontribusi terhadap perekonomian nasional, terutama dalam proses  pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Selain itu, bangkitnya UMKM sektor produksi pengolahan diharapkan  dapat meningkatkan produksi dalam negeri, meningkatkan nilai ekspor, dan  mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pelaku UMKM di 13 wilayah akan mendapat pendampingan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Pendampingan akan diberikan ke 30 ribu UMKM untuk mengadopsi teknologi digital.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel A mengatakan pendampingan tersebut bakal dilakukan di 13 kawasan prioritas untuk meningkatkan kemampuan (scale up) adopsi teknologi digital 4.0 bagi produsen sektor pengolahan.
BACA JUGA:BLT Cair, Pekerja Dapat Rp1 Juta dan UMKM Rp600.000

&quot;Ketiga belas Kawasan Prioritas itu terdiri dari Sumatra Utara, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, DI Yogyakarta &amp;amp; Jawa Tengah, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Papua, dan Papua Barat,&amp;rdquo; ujar Samuel pada keterangan tertulisnya, Jumat (13/5/2022).
Bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam kegiatan ini agar mendaftar melalui tautan pendaftaran resmi dan berhati-hati terhadap informasi lain yang mengatasnamakan Kementerian Kominfo melalui laman https://umkmgoonline.kominfo.go.id/registrasi.
BACA JUGA:LRT Jabodebek Bisa Bikin Cuan bagi UMKM

&amp;ldquo;Pendaftaran akan berlangsung dari tanggal 15 &amp;ndash; 22 Mei 2022,&amp;rdquo; sambungnya.
Dirjen Semuel mengungkapkan, tahapan pendaftaran UMKM yaitu melakukan pengisian email dan profil UMKM, pengisian kuesioner kebutuhan adopsi teknologi digital, serta menyatakan kesediaan untuk mengikuti kegiatan pendampingan selama enam bulan dari bulan Mei hingga Oktober 2022.&amp;ldquo;UMKM yang menjadi peserta pendampingan akan mendapatkan benefit  berupa paket data selama 6 bulan, akses terhadap aplikasi agregator  &amp;amp; aplikasi dan materi pembelajaran online/learning management  system, serta pendampingan gratis dari berbagai platform digital selama  enam bulan,&amp;rdquo; kata Dirjen Samuel.
Dengan adanya peningkatan level adopsi teknologi, Dirjen Aptika  Kementerian Kominfo berharap UMKM dapat naik kelas dan lebih  berkontribusi terhadap perekonomian nasional, terutama dalam proses  pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Selain itu, bangkitnya UMKM sektor produksi pengolahan diharapkan  dapat meningkatkan produksi dalam negeri, meningkatkan nilai ekspor, dan  mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
