<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Tergelincir karena Data Ekonomi Terbaru</title><description>Indeks dolar AS melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/14/320/2593989/indeks-dolar-as-tergelincir-karena-data-ekonomi-terbaru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/14/320/2593989/indeks-dolar-as-tergelincir-karena-data-ekonomi-terbaru"/><item><title>Indeks Dolar AS Tergelincir karena Data Ekonomi Terbaru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/14/320/2593989/indeks-dolar-as-tergelincir-karena-data-ekonomi-terbaru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/14/320/2593989/indeks-dolar-as-tergelincir-karena-data-ekonomi-terbaru</guid><pubDate>Sabtu 14 Mei 2022 06:46 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/14/320/2593989/indeks-dolar-as-tergelincir-karena-data-ekonomi-terbaru-J8Wgm9MkDo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS melemah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/14/320/2593989/indeks-dolar-as-tergelincir-karena-data-ekonomi-terbaru-J8Wgm9MkDo.jpg</image><title>Dolar AS melemah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks dolar AS melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dolar melemah karena pelaku pasar mencerna data ekonomi yang baru dirilis dan reli ekuitas berkontribusi terhadap sentimen pengambilan risiko (risk-on).
BACA JUGA:Dolar AS Menguat, Investor Pantau Data Inflasi

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,28% menjadi 104,5620.
BACA JUGA:Indeks Dolar AS Menguat, Sentuh Level Tertinggi dalam 20 Tahun

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0407 dolar AS dari 1,0370 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2242 dolar dari 1,2174 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi 0,6923 dolar AS dari 0,6831 dolar.Dolar AS dibeli 129,30 yen Jepang, lebih tinggi dari 128,12 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0026 franc Swiss  dari 1,0045 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2932 dolar Kanada dari  1,3070 dolar Kanada.
Di sisi data, University of Michigan melaporkan pada Jumat  (13/5/2022) bahwa pembacaan awal sentimen konsumen untuk Mei turun ke  59,1 dari pembacaan April di 65,2, karena kekhawatiran tentang inflasi  terus berlanjut. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal  memperkirakan angka 64,1.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks dolar AS melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dolar melemah karena pelaku pasar mencerna data ekonomi yang baru dirilis dan reli ekuitas berkontribusi terhadap sentimen pengambilan risiko (risk-on).
BACA JUGA:Dolar AS Menguat, Investor Pantau Data Inflasi

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,28% menjadi 104,5620.
BACA JUGA:Indeks Dolar AS Menguat, Sentuh Level Tertinggi dalam 20 Tahun

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0407 dolar AS dari 1,0370 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2242 dolar dari 1,2174 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi 0,6923 dolar AS dari 0,6831 dolar.Dolar AS dibeli 129,30 yen Jepang, lebih tinggi dari 128,12 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0026 franc Swiss  dari 1,0045 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2932 dolar Kanada dari  1,3070 dolar Kanada.
Di sisi data, University of Michigan melaporkan pada Jumat  (13/5/2022) bahwa pembacaan awal sentimen konsumen untuk Mei turun ke  59,1 dari pembacaan April di 65,2, karena kekhawatiran tentang inflasi  terus berlanjut. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal  memperkirakan angka 64,1.</content:encoded></item></channel></rss>
