<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dengan Udang, Mencetak Kampung-kampung Petro Dollar</title><description>Jika tidak berada di pusarannya, Anda mungkin tidak akan percaya, bahwa aktivitas Doni Monardo nyaris tak berubah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/14/320/2594188/dengan-udang-mencetak-kampung-kampung-petro-dollar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/14/320/2594188/dengan-udang-mencetak-kampung-kampung-petro-dollar"/><item><title>Dengan Udang, Mencetak Kampung-kampung Petro Dollar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/14/320/2594188/dengan-udang-mencetak-kampung-kampung-petro-dollar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/14/320/2594188/dengan-udang-mencetak-kampung-kampung-petro-dollar</guid><pubDate>Sabtu 14 Mei 2022 16:22 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/14/320/2594188/dengan-udang-mencetak-kampung-kampung-petro-dollar-aB4ClIVii6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kegiatan Doni Monardo pasca pensiun (Foto: Dokumentasi Pribadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/14/320/2594188/dengan-udang-mencetak-kampung-kampung-petro-dollar-aB4ClIVii6.jpg</image><title>Kegiatan Doni Monardo pasca pensiun (Foto: Dokumentasi Pribadi)</title></images><description>JIKA tidak berada di pusarannya, Anda mungkin tidak akan percaya, bahwa aktivitas Doni Monardo nyaris tak berubah. Baik saat menyandang status jenderal aktif, maupun setelah purnawirawan. Baik saat menjabat Kepala BNPB, maupun setelah pensiun dan kemudian aktif sebagai Komisaris Utama PT Mind ID dan Ketua Umum PPAD.
Orang-orang dekatnya selalu mengatakan, &amp;ldquo;Beliau tidak mau waktu berlalu begitu saja tanpa diisi kegiatan.&amp;rdquo; Yang lain biasanya ada yang menimpali, &amp;ldquo;kalau tidak begitu, bukan pak Doni Monardo namanya.&amp;rdquo;
Ini bukti terbaru. Anda cukup membayangkan saja. Kamis 12 Mei 2022 pagi Doni Monardo dan rombongan PPAD terbang ke Gorontalo. Siang hari hingga sore transit di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Tiba malam, mampir shalat magrib/isya di Mesjid Korem Nani Wartabone Gorontalo.
BACA JUGA:Wejangan Terakhir Eks Danjen Kopassus Widjojo Soejono ke Doni Monardo

Langsung menempuh jarak 300 an km menuju arah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Titik tujuan adalah desa Sejoli, pas perbatasan provinsi Gorontalo dengan provinsi Sulawesi Tengah.
Kami pun menikmati perjalanan ini sebagai wisata jalan jalan yang menggembirakan. Tengah malam menjelang dini hari, dua kali kami berhenti istirahat. Kantor Koramil 04 Tilamuta dan Koramil 03 Popayato yang disinggahi sudah menyiapkan jagung pulut rebus, ubi rebus dan pisang rebus yang kesemuanya wajib dicocol dengan sambel khas Gorontalo. Total waktu tempuh termasuk istirahat sekitar 5 jam lebih.
Tiba di Desa Sejoli pukul 03.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Total waktu meluruskan badan tentu saja kurang dari tiga jam. Sebab pukul 06.30 pagi hajatan panen udang di area tambak dimulai. Berikutnya, peletakan batu pertama pembangunan pengembangan tambak udang vaname PT PAP bekerjasama dengan PPAD.
BACA JUGA:Moment Mengharukan Jenderal Kopassus Bertemu Seniornya di Korps Baret Merah Doni Monardo

&quot;Acara harus selesai sebelum pukul 11 siang untuk mengejar perjalanan kembali ke Gorontalo sekitar 5 jam via darat. Selanjutnya terbang ke Jakarta,&quot; bisik tim protokoler PPAD.
Masuk Tambak
 
Saat melihat proses panen udang, Doni tak kuasa menahan hasrat untuk bisa merasakan langsung memanen udang di tambak. Maka, dengan hanya melepas jas, ia pun menuruni anak tangga dan nyemplung ke kolam sedalam kurang lebih 1,2 meter itu. Seluruh celana jeans terendam air. Bahkan permukaan air payau tambak udang itu berulangkali menciprati hem putih yang ia kenakan.
Doni sungguh menikmati prosesi panen udang. Bersama petugas tambak lainnya, ia ikut memegang jaring, menggiring udang secara perlahan. Ribuan udang segar berloncatan terperangkap jaring. Sebuah pemandangan gotong royong, kerjasama kolaborasi yang mempesona.Ruang Pengabdian
Saat ini luas tambak PT PAP adalah 38 hektar, dan akan dikembangkan menjadi 250 hektar, semua tambak udang modern.
Mengelola tambak udang vaname, adalah salah satu usaha yang mulai  ditekuni PPAD, dalam rangka mewujudnyatakan program &amp;ldquo;politik  kesejahteraan&amp;rdquo; yang ia gulirkan.
&amp;ldquo;Pada dasarnya, ruang pengabdian kita masih sangat luas setelah tidak  lagi sebagai prajurit aktif. Karena peraturan perundang-undangan tidak  memungkinkan prajurit berbisnis, maka minim prajurit yang berpengalaman  di bisnis. Menyadari hal itu, kami di PPAD yang harus memulainya. Lalu  menularkan kepada para purnawirawan, agar tetap memiliki aktivitas yang  produktif pasca purna wira,&amp;rdquo; tegas Letjen TNI Purn Doni Monardo.
Berada di Parigi Moutong, Doni merasa harus berterima kasih kepada  founder PT. Parigi Aquakultura Prima, Rudi Hartanto Wibowo yang telah  mengembangkan budidaya udang vaname berbasis riset dan teknologi.  Hasilnya, bisa kita rasakan hari ini dan seterusnya. Hari itu saja, tak  kurang 9 ton udang segar berhasil dipanen.
Lima Point
Doni mencatat lima hal penting, yang bisa dijadikan prinsip/ cara untuk pengembangan budidaya udang vaname.
Pertama, lingkungan alam yang ekosistemnya terjaga. Tidak ada  industri yang mengeluarkan limbah, tidak ada polusi yang dihasilkan dari  perkampungan atau dari masyarakat yang dapat mencemari laut, sehingga  tidak ada bakteri ecolli, bakteri sanmonella di dalam tambak udang. Itu  karena masyarakat menjaga lingkungannya dengan sangat baik.
Kedua, teknologi. Penguasaan teknologi budidaya. &amp;ldquo;Pak Rudi dan tim  telah membangun tata kelola di bidang instalasi pengolahan air limbah  (IPAL). Ini ternyata sangat penting jika kita ingin hasil produksi  tambak kita meningkat,&amp;rdquo; tambahnya.
Ketiga, SDM (Sumber Daya Manusia). SDM PT PAP ia lihat disiplin,  tabah, dan sabar. Sebab, yang diurus juga makhluk hidup, sehingga  dibutuhkan kesabaran dan disiplin. &amp;ldquo;Mohon pak Rudi ini semua dibuatkan  SOP, sehingga nanti para purnawirawan yang akan begabung, memiliki  konsep yang sama di seluruh Indonesia. Jadi yang bagus bukan hanya di  sini. Saya harap, SDM yang berasal dari purnawirawan TNI bisa menjadi  lokomotif penggerak bagi daerah-daerah lin dalam memberi teladan  budidaya udang vaname,&amp;rdquo; papar Kepala BNPB 2019 &amp;ndash; 2021 itu.
Keempat, sumber keuangan. Finansial. Sebaik apa pun program budidaya  udang vaname, tanpa dukungan finansial, tentu akan sulit diwujudkan.  &amp;ldquo;Saya berterima kasih kepada lembaga perbankan yang telah membantu  pendanaan budidaya udang vaname. Sebelum diputuskan mendanai program  budidaya ini, tentu sudah melalui kajian feasibility. Dan kami optimis,  usaha ini akan berkembang baik,&amp;rdquo; ujar Doni,
Kelima, kerjasama dengan masyarakat, utamanya dengan tokoh  masyarakat, tokoh adat, tokoh agama di wilayah yang akan jadi kawasan  tambak. Itu penting sekali. &amp;ldquo;Menurut saya, agak aneh, tambak seluas ini  nggak ada satpamnya. Kenapa? Itu karena kerjasama dengan masyarakat  telah terjalin dengan sangat baik,&amp;rdquo; tegas Danjen Kopassus 2014 &amp;ndash; 2015  itu. Doni menambahkan, bahwa kesuksesan bisnis disebuah tempat sangat  tergantung dengan pelibatan masyarakat. Pentingnya comunity develepment.Bawa Kalkulator
 
Apa yang terjadi di Desa Sejoli, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi   Moutong hari ini, sangat berbeda dengan kondisi beberapa tahun   sebelumnya. Itu dituturkan sendiri oleh mantan Kepala Desa Sejoli,   Marzuki.
&amp;ldquo;Dulu hampir tidak ada yang percaya, usaha tambak udang mampu   mensejahterakan,&amp;rdquo; katanya, saat memberi testimoni di hadapan Doni   Monardo dan jajaran PPAD, direksi PT PAP, dan tamu undangan
Marzuki bahkan harus menenteng kalkulator ke mana pun pergi, untuk   meyakinkan setiap orang yang ia jumpai. Kalkulasi dulu, dengan kalkulasi   hari ini, sama. &amp;ldquo;Kalkulator saya tidak berubah,&amp;rdquo; tambahnya.
Meski awalnya sangat sulit, tetapi ada saja satu-dua warga yang   bersedia terlibat dalam usaha tambak udang vaname yang diprakarasai PT   PAP. Nah, ketika angka-angka dalam layar kalkulator menjadi nyata dalam   bentuk lembaran-lembaran Rupiah, mata masyarakat mulai terbuka, jika  tak  mau mengatakan &amp;ldquo;terbelalak&amp;rdquo;.
Kini, setiap orang yang terlibat, merasakan adanya peningkatan   kesejahteraan yang nyata. Indikator-indikator peningkatan derajat   ekonomi masyarakat bisa dilihat di lapangan. Grafik sosiografis warga   meningkat. &amp;ldquo;Contoh sederhananya, mereka sudah punya sepeda motor matic,&amp;rdquo;   kata Marzuki sambil tertawa.
 
Petro Dollar
Doni Monardo dalam kesempatan itu juga sempat menyinggung, bahwa ke   depan usaha-usaha yang hendak dikembangkan, harus dipersiapkan dengan   perencanaan yang baik. Bukan saja usaha tambak udang, tetapi juga   terkait pengembangan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Sulawesi   Tengah dan Sulawesi Utara, pada khususnya.
Selain memiliki potensi perikanan tangkap, wilayah itu juga memiliki   potensi rempah yang sangat bagus. &amp;ldquo;Cengkeh, pala, dan rempah-rempah  lain  dari Sulteng, Sulut, dan Gorontalo juga sangat terkenal. Bisa   diparalelkan dengan program yang dikembangkan Kodam, sehingga para   prajurit yang akan pensiun, benar benar disiapkan. Ini kawan kawan dari   Kodam, Korem, pak Dandim dan semua prajurit yang hadir, kan pada  saatnya  pasti pensiun. Nah, PPAD telah menyiapkan lahan usaha yang bisa   dijadikan aktivitas pasca purna tugas,&amp;rdquo; kata Doni.
Terkait udang serta potensi SDA yang ada di negeri kita, Doni   optimistis, jika dikerjakan dengan teknologi dan ditangani oleh SDM yang   andal, bisa berhasil. &amp;ldquo;Kita bisa menciptakan kampung-kampung atau   desa-desa petro dollar di seluruh Indonesia. Indonesia akan makmur,&amp;rdquo;   ujar Doni disambut tepuk tangan meriah hadirin.
&quot;Kelak dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia menjadi pemain utama   udang hasil budi daya di kawasan Asia Tenggara,&quot; pungkas Doni.
OPINI 
Egy Massadiah</description><content:encoded>JIKA tidak berada di pusarannya, Anda mungkin tidak akan percaya, bahwa aktivitas Doni Monardo nyaris tak berubah. Baik saat menyandang status jenderal aktif, maupun setelah purnawirawan. Baik saat menjabat Kepala BNPB, maupun setelah pensiun dan kemudian aktif sebagai Komisaris Utama PT Mind ID dan Ketua Umum PPAD.
Orang-orang dekatnya selalu mengatakan, &amp;ldquo;Beliau tidak mau waktu berlalu begitu saja tanpa diisi kegiatan.&amp;rdquo; Yang lain biasanya ada yang menimpali, &amp;ldquo;kalau tidak begitu, bukan pak Doni Monardo namanya.&amp;rdquo;
Ini bukti terbaru. Anda cukup membayangkan saja. Kamis 12 Mei 2022 pagi Doni Monardo dan rombongan PPAD terbang ke Gorontalo. Siang hari hingga sore transit di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Tiba malam, mampir shalat magrib/isya di Mesjid Korem Nani Wartabone Gorontalo.
BACA JUGA:Wejangan Terakhir Eks Danjen Kopassus Widjojo Soejono ke Doni Monardo

Langsung menempuh jarak 300 an km menuju arah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Titik tujuan adalah desa Sejoli, pas perbatasan provinsi Gorontalo dengan provinsi Sulawesi Tengah.
Kami pun menikmati perjalanan ini sebagai wisata jalan jalan yang menggembirakan. Tengah malam menjelang dini hari, dua kali kami berhenti istirahat. Kantor Koramil 04 Tilamuta dan Koramil 03 Popayato yang disinggahi sudah menyiapkan jagung pulut rebus, ubi rebus dan pisang rebus yang kesemuanya wajib dicocol dengan sambel khas Gorontalo. Total waktu tempuh termasuk istirahat sekitar 5 jam lebih.
Tiba di Desa Sejoli pukul 03.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Total waktu meluruskan badan tentu saja kurang dari tiga jam. Sebab pukul 06.30 pagi hajatan panen udang di area tambak dimulai. Berikutnya, peletakan batu pertama pembangunan pengembangan tambak udang vaname PT PAP bekerjasama dengan PPAD.
BACA JUGA:Moment Mengharukan Jenderal Kopassus Bertemu Seniornya di Korps Baret Merah Doni Monardo

&quot;Acara harus selesai sebelum pukul 11 siang untuk mengejar perjalanan kembali ke Gorontalo sekitar 5 jam via darat. Selanjutnya terbang ke Jakarta,&quot; bisik tim protokoler PPAD.
Masuk Tambak
 
Saat melihat proses panen udang, Doni tak kuasa menahan hasrat untuk bisa merasakan langsung memanen udang di tambak. Maka, dengan hanya melepas jas, ia pun menuruni anak tangga dan nyemplung ke kolam sedalam kurang lebih 1,2 meter itu. Seluruh celana jeans terendam air. Bahkan permukaan air payau tambak udang itu berulangkali menciprati hem putih yang ia kenakan.
Doni sungguh menikmati prosesi panen udang. Bersama petugas tambak lainnya, ia ikut memegang jaring, menggiring udang secara perlahan. Ribuan udang segar berloncatan terperangkap jaring. Sebuah pemandangan gotong royong, kerjasama kolaborasi yang mempesona.Ruang Pengabdian
Saat ini luas tambak PT PAP adalah 38 hektar, dan akan dikembangkan menjadi 250 hektar, semua tambak udang modern.
Mengelola tambak udang vaname, adalah salah satu usaha yang mulai  ditekuni PPAD, dalam rangka mewujudnyatakan program &amp;ldquo;politik  kesejahteraan&amp;rdquo; yang ia gulirkan.
&amp;ldquo;Pada dasarnya, ruang pengabdian kita masih sangat luas setelah tidak  lagi sebagai prajurit aktif. Karena peraturan perundang-undangan tidak  memungkinkan prajurit berbisnis, maka minim prajurit yang berpengalaman  di bisnis. Menyadari hal itu, kami di PPAD yang harus memulainya. Lalu  menularkan kepada para purnawirawan, agar tetap memiliki aktivitas yang  produktif pasca purna wira,&amp;rdquo; tegas Letjen TNI Purn Doni Monardo.
Berada di Parigi Moutong, Doni merasa harus berterima kasih kepada  founder PT. Parigi Aquakultura Prima, Rudi Hartanto Wibowo yang telah  mengembangkan budidaya udang vaname berbasis riset dan teknologi.  Hasilnya, bisa kita rasakan hari ini dan seterusnya. Hari itu saja, tak  kurang 9 ton udang segar berhasil dipanen.
Lima Point
Doni mencatat lima hal penting, yang bisa dijadikan prinsip/ cara untuk pengembangan budidaya udang vaname.
Pertama, lingkungan alam yang ekosistemnya terjaga. Tidak ada  industri yang mengeluarkan limbah, tidak ada polusi yang dihasilkan dari  perkampungan atau dari masyarakat yang dapat mencemari laut, sehingga  tidak ada bakteri ecolli, bakteri sanmonella di dalam tambak udang. Itu  karena masyarakat menjaga lingkungannya dengan sangat baik.
Kedua, teknologi. Penguasaan teknologi budidaya. &amp;ldquo;Pak Rudi dan tim  telah membangun tata kelola di bidang instalasi pengolahan air limbah  (IPAL). Ini ternyata sangat penting jika kita ingin hasil produksi  tambak kita meningkat,&amp;rdquo; tambahnya.
Ketiga, SDM (Sumber Daya Manusia). SDM PT PAP ia lihat disiplin,  tabah, dan sabar. Sebab, yang diurus juga makhluk hidup, sehingga  dibutuhkan kesabaran dan disiplin. &amp;ldquo;Mohon pak Rudi ini semua dibuatkan  SOP, sehingga nanti para purnawirawan yang akan begabung, memiliki  konsep yang sama di seluruh Indonesia. Jadi yang bagus bukan hanya di  sini. Saya harap, SDM yang berasal dari purnawirawan TNI bisa menjadi  lokomotif penggerak bagi daerah-daerah lin dalam memberi teladan  budidaya udang vaname,&amp;rdquo; papar Kepala BNPB 2019 &amp;ndash; 2021 itu.
Keempat, sumber keuangan. Finansial. Sebaik apa pun program budidaya  udang vaname, tanpa dukungan finansial, tentu akan sulit diwujudkan.  &amp;ldquo;Saya berterima kasih kepada lembaga perbankan yang telah membantu  pendanaan budidaya udang vaname. Sebelum diputuskan mendanai program  budidaya ini, tentu sudah melalui kajian feasibility. Dan kami optimis,  usaha ini akan berkembang baik,&amp;rdquo; ujar Doni,
Kelima, kerjasama dengan masyarakat, utamanya dengan tokoh  masyarakat, tokoh adat, tokoh agama di wilayah yang akan jadi kawasan  tambak. Itu penting sekali. &amp;ldquo;Menurut saya, agak aneh, tambak seluas ini  nggak ada satpamnya. Kenapa? Itu karena kerjasama dengan masyarakat  telah terjalin dengan sangat baik,&amp;rdquo; tegas Danjen Kopassus 2014 &amp;ndash; 2015  itu. Doni menambahkan, bahwa kesuksesan bisnis disebuah tempat sangat  tergantung dengan pelibatan masyarakat. Pentingnya comunity develepment.Bawa Kalkulator
 
Apa yang terjadi di Desa Sejoli, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi   Moutong hari ini, sangat berbeda dengan kondisi beberapa tahun   sebelumnya. Itu dituturkan sendiri oleh mantan Kepala Desa Sejoli,   Marzuki.
&amp;ldquo;Dulu hampir tidak ada yang percaya, usaha tambak udang mampu   mensejahterakan,&amp;rdquo; katanya, saat memberi testimoni di hadapan Doni   Monardo dan jajaran PPAD, direksi PT PAP, dan tamu undangan
Marzuki bahkan harus menenteng kalkulator ke mana pun pergi, untuk   meyakinkan setiap orang yang ia jumpai. Kalkulasi dulu, dengan kalkulasi   hari ini, sama. &amp;ldquo;Kalkulator saya tidak berubah,&amp;rdquo; tambahnya.
Meski awalnya sangat sulit, tetapi ada saja satu-dua warga yang   bersedia terlibat dalam usaha tambak udang vaname yang diprakarasai PT   PAP. Nah, ketika angka-angka dalam layar kalkulator menjadi nyata dalam   bentuk lembaran-lembaran Rupiah, mata masyarakat mulai terbuka, jika  tak  mau mengatakan &amp;ldquo;terbelalak&amp;rdquo;.
Kini, setiap orang yang terlibat, merasakan adanya peningkatan   kesejahteraan yang nyata. Indikator-indikator peningkatan derajat   ekonomi masyarakat bisa dilihat di lapangan. Grafik sosiografis warga   meningkat. &amp;ldquo;Contoh sederhananya, mereka sudah punya sepeda motor matic,&amp;rdquo;   kata Marzuki sambil tertawa.
 
Petro Dollar
Doni Monardo dalam kesempatan itu juga sempat menyinggung, bahwa ke   depan usaha-usaha yang hendak dikembangkan, harus dipersiapkan dengan   perencanaan yang baik. Bukan saja usaha tambak udang, tetapi juga   terkait pengembangan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Sulawesi   Tengah dan Sulawesi Utara, pada khususnya.
Selain memiliki potensi perikanan tangkap, wilayah itu juga memiliki   potensi rempah yang sangat bagus. &amp;ldquo;Cengkeh, pala, dan rempah-rempah  lain  dari Sulteng, Sulut, dan Gorontalo juga sangat terkenal. Bisa   diparalelkan dengan program yang dikembangkan Kodam, sehingga para   prajurit yang akan pensiun, benar benar disiapkan. Ini kawan kawan dari   Kodam, Korem, pak Dandim dan semua prajurit yang hadir, kan pada  saatnya  pasti pensiun. Nah, PPAD telah menyiapkan lahan usaha yang bisa   dijadikan aktivitas pasca purna tugas,&amp;rdquo; kata Doni.
Terkait udang serta potensi SDA yang ada di negeri kita, Doni   optimistis, jika dikerjakan dengan teknologi dan ditangani oleh SDM yang   andal, bisa berhasil. &amp;ldquo;Kita bisa menciptakan kampung-kampung atau   desa-desa petro dollar di seluruh Indonesia. Indonesia akan makmur,&amp;rdquo;   ujar Doni disambut tepuk tangan meriah hadirin.
&quot;Kelak dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia menjadi pemain utama   udang hasil budi daya di kawasan Asia Tenggara,&quot; pungkas Doni.
OPINI 
Egy Massadiah</content:encoded></item></channel></rss>
