<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petani Sawit Ramaikan Ibu Kota Besok, Berikut 5 Tuntutannya</title><description>Asosiasi Petani Sawit Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) melakukan demo terkait kebijakan larangan ekspor CPO.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/16/320/2595010/petani-sawit-ramaikan-ibu-kota-besok-berikut-5-tuntutannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/16/320/2595010/petani-sawit-ramaikan-ibu-kota-besok-berikut-5-tuntutannya"/><item><title>Petani Sawit Ramaikan Ibu Kota Besok, Berikut 5 Tuntutannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/16/320/2595010/petani-sawit-ramaikan-ibu-kota-besok-berikut-5-tuntutannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/16/320/2595010/petani-sawit-ramaikan-ibu-kota-besok-berikut-5-tuntutannya</guid><pubDate>Senin 16 Mei 2022 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/16/320/2595010/petani-sawit-ramaikan-ibu-kota-besok-berikut-5-tuntutannya-43oQ89K6Hg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petani sawit bakal demo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/16/320/2595010/petani-sawit-ramaikan-ibu-kota-besok-berikut-5-tuntutannya-43oQ89K6Hg.jpg</image><title>Petani sawit bakal demo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Petani sawit bakal melakukan aksi demo besok. Asosiasi Petani Sawit Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) melakukan demo terkait kebijakan larangan ekspor CPO.
Aksi tersebut buntut dari adanya larangan ekspor CPO oleh pemerintah, hal tersebut praktis TBS (Tandan Buah Segar) di tingkat pentani banyak yang tidak terserap oleh perusahaan. Hal tersebutlah yang membuat harga TBS anjlok saat ini.
BACA JUGA:Petani Sawit dari Aceh-Papua Bawa Hasil Panen ke Jakarta, Ada Apa?
Aksi tersebut bakal dilakukan di Jakarta mulai pukul 09.00 dengan titik aksi di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian RO dan Patung Kuda untuk selanjutnya direncakan untuk bertemu presiden Joko Widodo di Istana.
Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat ME Manurung mengatakan aksi yang dilakukan besok bakal di ikuti oleh seluruh daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Barat.
BACA JUGA:Warning! 3 Bulan Lagi, Petani Kelapa Sawit Terancam Bangkrut akibat Larangan Ekspor CPO
&quot;Petani sawit yang datang ke Jakarta mulai dari Aceh sampai Papua Barat akan berpakaian adat-budaya masing-masing, kami ingin menunjukkan sawit itu pemersatu bangsa dan anugerah Tuhan kepada Indonesia,&quot; ujar Manurung pada keterangan tertulisnya, Senin (16/5/2022).
Manurung menjelaskan setidaknya dalam aksi yang dilakukan besok oleh para petani setidaknya bakal membawa 5 pesan kepada pemerintah, pertama menyampaikan aspirasi kepada Presiden Joko Widodo supaya melindungi 16 juta petani sebagai dampak turunnya harga TBS sawit sebesar 70% di 22 provinsi sawit.Kedua, Meminta Presiden Joko Widodo untuk meninjau ulang kebijakan  larangan ekspor sawit dan produk MGS serta bahan bakunya karena  dampaknya langsung ke harga TBS sawit.
Ketiga, meminta Presiden Jokowi tidak hanya mensubsidi MGS curah,  tapi juga MGS Kemasan Sederhana (MGS Gotong Royong). Dan untuk menjaga  jangan sampai gagal, kami meminta memperkokoh Jaringan distribusi minyak  goreng sawit terkhusus yang bersubsidi dengan melibatkan apparat  TNI-Polri.
Keempat, Dengan segera Pemerintah membuat regulasi yang mempertegas  PKS dan Pabrik MGS harus 30% dikelola oleh Koperasi untuk kebutuhan  domestik, biar urusan eksport di urus oleh Perusahaan besar, sehingga  kejadian saat ini (kelangkaan MGS) tidak bersifat musiman (tidak  terulang lagi).
Kelima, meminta Presiden Jokowi untuk memerintahkan Menteri Pertanian  usupaya merevisi Permentan 01/2018 tentang Tataniaga TBS (Penetapan  Harga TBS), karena harga TBS yang diatur di Permentan 01 tersebut hanya  ditujukan kepada petani yang bermitra dengan perusahaan.
&quot;Padahal petani bermitra dengan perusahaan hanya 7% dari total luas perkebunan sawit rakyat (6,72 juta ha),&quot; punhkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Petani sawit bakal melakukan aksi demo besok. Asosiasi Petani Sawit Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) melakukan demo terkait kebijakan larangan ekspor CPO.
Aksi tersebut buntut dari adanya larangan ekspor CPO oleh pemerintah, hal tersebut praktis TBS (Tandan Buah Segar) di tingkat pentani banyak yang tidak terserap oleh perusahaan. Hal tersebutlah yang membuat harga TBS anjlok saat ini.
BACA JUGA:Petani Sawit dari Aceh-Papua Bawa Hasil Panen ke Jakarta, Ada Apa?
Aksi tersebut bakal dilakukan di Jakarta mulai pukul 09.00 dengan titik aksi di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian RO dan Patung Kuda untuk selanjutnya direncakan untuk bertemu presiden Joko Widodo di Istana.
Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat ME Manurung mengatakan aksi yang dilakukan besok bakal di ikuti oleh seluruh daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Barat.
BACA JUGA:Warning! 3 Bulan Lagi, Petani Kelapa Sawit Terancam Bangkrut akibat Larangan Ekspor CPO
&quot;Petani sawit yang datang ke Jakarta mulai dari Aceh sampai Papua Barat akan berpakaian adat-budaya masing-masing, kami ingin menunjukkan sawit itu pemersatu bangsa dan anugerah Tuhan kepada Indonesia,&quot; ujar Manurung pada keterangan tertulisnya, Senin (16/5/2022).
Manurung menjelaskan setidaknya dalam aksi yang dilakukan besok oleh para petani setidaknya bakal membawa 5 pesan kepada pemerintah, pertama menyampaikan aspirasi kepada Presiden Joko Widodo supaya melindungi 16 juta petani sebagai dampak turunnya harga TBS sawit sebesar 70% di 22 provinsi sawit.Kedua, Meminta Presiden Joko Widodo untuk meninjau ulang kebijakan  larangan ekspor sawit dan produk MGS serta bahan bakunya karena  dampaknya langsung ke harga TBS sawit.
Ketiga, meminta Presiden Jokowi tidak hanya mensubsidi MGS curah,  tapi juga MGS Kemasan Sederhana (MGS Gotong Royong). Dan untuk menjaga  jangan sampai gagal, kami meminta memperkokoh Jaringan distribusi minyak  goreng sawit terkhusus yang bersubsidi dengan melibatkan apparat  TNI-Polri.
Keempat, Dengan segera Pemerintah membuat regulasi yang mempertegas  PKS dan Pabrik MGS harus 30% dikelola oleh Koperasi untuk kebutuhan  domestik, biar urusan eksport di urus oleh Perusahaan besar, sehingga  kejadian saat ini (kelangkaan MGS) tidak bersifat musiman (tidak  terulang lagi).
Kelima, meminta Presiden Jokowi untuk memerintahkan Menteri Pertanian  usupaya merevisi Permentan 01/2018 tentang Tataniaga TBS (Penetapan  Harga TBS), karena harga TBS yang diatur di Permentan 01 tersebut hanya  ditujukan kepada petani yang bermitra dengan perusahaan.
&quot;Padahal petani bermitra dengan perusahaan hanya 7% dari total luas perkebunan sawit rakyat (6,72 juta ha),&quot; punhkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
