<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konstruksi Tol Semarang-Demak Seksi 2 Rampung Akhir Tahun Ini</title><description>Progres pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 2 Sayung-Demak telah mencapai 80,63%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/16/320/2595061/konstruksi-tol-semarang-demak-seksi-2-rampung-akhir-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/16/320/2595061/konstruksi-tol-semarang-demak-seksi-2-rampung-akhir-tahun-ini"/><item><title>Konstruksi Tol Semarang-Demak Seksi 2 Rampung Akhir Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/16/320/2595061/konstruksi-tol-semarang-demak-seksi-2-rampung-akhir-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/16/320/2595061/konstruksi-tol-semarang-demak-seksi-2-rampung-akhir-tahun-ini</guid><pubDate>Senin 16 Mei 2022 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/16/320/2595061/konstruksi-tol-semarang-demak-seksi-2-rampung-akhir-tahun-ini-Mctu9esmqr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Progres jalan tol Semarang-Demak seksi 2 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/16/320/2595061/konstruksi-tol-semarang-demak-seksi-2-rampung-akhir-tahun-ini-Mctu9esmqr.jpg</image><title>Progres jalan tol Semarang-Demak seksi 2 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Progres pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 2 Sayung-Demak telah mencapai 80,63%. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan proyek selesai akhir tahun ini.
&quot;Ditargetkan selesai konstruksi pada akhir 2022,&quot; sebut keterangan resmi BPJT yang diterima di Jakarta, Senin (16/5/2022).
BACA JUGA:IKN Nusantara Bakal Punya 4 Jalan Tol Baru, Ini Daftarnya

Kehadiran Jalan Tol Semarang-Demak diharapkan semakin melengkapi konektivitas jaringan jalan tol dan arteri utama sisi utara Jawa dan ditambah dengan fasilitas Tanggul Laut Kota Semarang, maka akan semakin mendukung pusat ekonomi baru di Jawa Tengah.
Jalan tol ini juga difungsikan sebagai penahan banjir rob serta mengatasi banjir yang selama ini menjadi permasalahan di Kota Semarang.
BACA JUGA:Keren, Ada Jalur Gajah dan Beruang di Proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai 

Jalan tol sepanjang 27 km ini memiliki dua seksi yakni Semarang/Kaligawe-Sayung sepanjang 10,69 km yang merupakan porsi pemerintah dengan target selesai konstruksi pada 2024.
Sementara, Seksi 2 ruas Sayung-Demak sepanjang 16,31 km merupakan porsi badan usaha jalan tol (BUJT) PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak.
Jalan Tol Semarang-Demak dilengkapi dua simpang susun (SS), yakni Sayung dan Demak. Konstruksi jalan juga menggunakan produk dalam negeri berupa beton precast PT WIKA Beton.
Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak terintegrasi tanggul laut dengan  struktur timbunan di atas laut juga diperkuat matras bambu setebal 17  lapis.
Selain sistem matras bambu, penguatan kondisi tanah dilakukan juga  dengan cara pemasangan material pengalir vertikal prafabrikasi atau PVD  serta melaksanakan pembebanan menggunakan material pasir laut yang  diambil menggunakan alat trailing suction hopping dredger (TSHD).
Dalam upaya meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dari  pembangunan tol, Kementerian PUPR bekerja sama pemerintah daerah  menyiapkan program relokasi lahan mangrove di sekitar pembangunan ruas  Semarang-Sayung. Terdapat tiga lokasi mangrove yang direlokasi dengan  total luas 46 hektare.
Upaya pelestarian kawasan mangrove tersebut bertujuan untuk  mempertahankan fungsinya sebagai habitat flora dan fauna di pesisir  Pantai Utara Jawa serta melindungi daerah garis pantai, termasuk  mengurangi risiko abrasi.
Selain sebagai paru-paru segar di wilayah sekitar, sistem akar pohon  bakau yang kokoh juga semakin membantu membentuk penghalang alami  terhadap gelombang badai dan banjir. Sedimen sungai dan darat  terperangkap oleh akar, yang melindungi daerah garis pantai dan  memperlambat erosi.</description><content:encoded>JAKARTA - Progres pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 2 Sayung-Demak telah mencapai 80,63%. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan proyek selesai akhir tahun ini.
&quot;Ditargetkan selesai konstruksi pada akhir 2022,&quot; sebut keterangan resmi BPJT yang diterima di Jakarta, Senin (16/5/2022).
BACA JUGA:IKN Nusantara Bakal Punya 4 Jalan Tol Baru, Ini Daftarnya

Kehadiran Jalan Tol Semarang-Demak diharapkan semakin melengkapi konektivitas jaringan jalan tol dan arteri utama sisi utara Jawa dan ditambah dengan fasilitas Tanggul Laut Kota Semarang, maka akan semakin mendukung pusat ekonomi baru di Jawa Tengah.
Jalan tol ini juga difungsikan sebagai penahan banjir rob serta mengatasi banjir yang selama ini menjadi permasalahan di Kota Semarang.
BACA JUGA:Keren, Ada Jalur Gajah dan Beruang di Proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai 

Jalan tol sepanjang 27 km ini memiliki dua seksi yakni Semarang/Kaligawe-Sayung sepanjang 10,69 km yang merupakan porsi pemerintah dengan target selesai konstruksi pada 2024.
Sementara, Seksi 2 ruas Sayung-Demak sepanjang 16,31 km merupakan porsi badan usaha jalan tol (BUJT) PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak.
Jalan Tol Semarang-Demak dilengkapi dua simpang susun (SS), yakni Sayung dan Demak. Konstruksi jalan juga menggunakan produk dalam negeri berupa beton precast PT WIKA Beton.
Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak terintegrasi tanggul laut dengan  struktur timbunan di atas laut juga diperkuat matras bambu setebal 17  lapis.
Selain sistem matras bambu, penguatan kondisi tanah dilakukan juga  dengan cara pemasangan material pengalir vertikal prafabrikasi atau PVD  serta melaksanakan pembebanan menggunakan material pasir laut yang  diambil menggunakan alat trailing suction hopping dredger (TSHD).
Dalam upaya meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dari  pembangunan tol, Kementerian PUPR bekerja sama pemerintah daerah  menyiapkan program relokasi lahan mangrove di sekitar pembangunan ruas  Semarang-Sayung. Terdapat tiga lokasi mangrove yang direlokasi dengan  total luas 46 hektare.
Upaya pelestarian kawasan mangrove tersebut bertujuan untuk  mempertahankan fungsinya sebagai habitat flora dan fauna di pesisir  Pantai Utara Jawa serta melindungi daerah garis pantai, termasuk  mengurangi risiko abrasi.
Selain sebagai paru-paru segar di wilayah sekitar, sistem akar pohon  bakau yang kokoh juga semakin membantu membentuk penghalang alami  terhadap gelombang badai dan banjir. Sedimen sungai dan darat  terperangkap oleh akar, yang melindungi daerah garis pantai dan  memperlambat erosi.</content:encoded></item></channel></rss>
