<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Video 65 Karyawan Unilever di PHK</title><description>Viral video 65 karyawan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di PHK.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/16/320/2595068/viral-video-65-karyawan-unilever-di-phk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/16/320/2595068/viral-video-65-karyawan-unilever-di-phk"/><item><title>Viral Video 65 Karyawan Unilever di PHK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/16/320/2595068/viral-video-65-karyawan-unilever-di-phk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/16/320/2595068/viral-video-65-karyawan-unilever-di-phk</guid><pubDate>Senin 16 Mei 2022 20:39 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/16/320/2595068/viral-video-65-karyawan-unilever-di-phk-Q5X3cOG0Ze.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Viral video 65 karyawan Unilever di PHK (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/16/320/2595068/viral-video-65-karyawan-unilever-di-phk-Q5X3cOG0Ze.jpg</image><title>Viral video 65 karyawan Unilever di PHK (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Viral video 65 karyawan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di PHK. Video tersebut menunjukkan aktivitas perdebatan antara dua pihak antara manajemen Unilever dan korban PHK.
Video berdurasi 2 menit 31 detik di TikTok diunggah oleh akun @eliassitumorang86 bertuliskan '14 Mei 2022 Video Viral PHK Sepihak PT Unilever Indonesia PHK Besar-Besaran'.
Dalam video, seorang pria tampak mengungkapkan sesuatu terhadap kelompok orang di depannya.
BACA JUGA:Kabar PHK Massal 161 Karyawan, Ini Penjelasan Unilever Indonesia

&quot;Enam puluh lima bukan satu, ini menyangkut istri dan anak kami. PHK santai gimana, ini menyangkut perut bu,&quot; kata seorang pria di video yang juga diunggah di akun Instagram @lambe_turah, Senin (16/5/2022).
Seorang perempuan terdengar membalas pernyataan pria tersebut. &quot;Bahasane seng enak bro,&quot; katanya.
Sejumlah percakapan tampak terdengar samar untuk disimak. Pria itu menimpali jawaban perempuan itu sembari menerangkan dirinya berasal dari timur dengan logat yang keras. Menurutnya, bahasa yang dia pakai tidak ada masalah.
BACA JUGA:Heboh PHK Sepihak, Ini Penjelasan Unilever Indonesia (UNVR)

&quot;Lho bahasa saya enak, gak ngancem, bahasa saya jelas dan tepat. Logat saya timur keras, tapi bukan saya memarahi ibu. Ibu perempuan, saya lahir dari rahim seorang perempuan, saya hormati ibu.&quot; tuturnya.
Dia merasa tidak terima dengan perlakuan perusahaan terhadap diri dan rekan-rekannya.
&quot;Unilever dari Colibri yang mendirikan bangsa Indonesia, ini perusahaan asing. Saya ingin ngomong ke ibu, perusahaan sekarang jadi perusahaan nomor satu di Indonesia, tapi apa yang kalian balas buat kami, apakah kami mencuri, apakah kami membawa minuman keras, apakah membawa senjata tajam,&quot; ungkapnya.Seorang lainnya yang membawa spanduk tampak mengusap pundak kiri pria tersebut untuk menenangkan.
&quot;Bukan kami tidak mampu, tapi kami tidak mau dibeli dengan uang, di  mana harga diri kami, sebagai anak bangsa kami pertaruhkan,&quot; ungkap pria  itu.
Pria itu melanjutkan kekesalannya dengan menerangkan masalahnya  tersebut menyangkut ratusan orang lain yang bekerja di perusahaan.
&quot;Ibu pikir, kalau ini posisinya di anak ibu bapak apa yang ibu  rasakan, coba bapak ibu berpikir. Coba ibu pikir bu, bukan masalah orang  satu, tapi 161 dan 90 lebih sudah habis,&quot; jelasnya.
&quot;Terima kasih, hormat saya pada Unilever, kami tidak mau dibeli,&quot; ucapnya.
MNC Portal Indonesia sedang berusaha untuk mengonfirmasi video viral  tersebut baik dari perusahaan PT Unilever Indonesia, maupun sejumlah  perwakilan serikat buruh. Namun, sampai berita ini dibuat belum ada  tanggapan terbaru dari kedua belah pihak.
Sebelumnya pada awal April 2022, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)  mengeluarkan pernyataan terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK)  sebanyak 161 karyawan di daerah Surabaya, Jawa Timur.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Reski Damayanti mengatakan bahwa  hal tersebut merupakan penyesuaian terhadap sejumlah unit tertentu di  perusahaan.
&quot;Perlu kami tegaskan bahwa perusahaan dalam hal ini tidak melakukan  Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masal, akan tetapi perusahaan melakukan  penyesuaian pada unit-unit tertentu di perusahaan yang berdampak kepada  161 karyawan di Rungkut yang saat ini masih dalam proses,&quot; kata Reski di  Keterbukaan Informasi, Selasa (5/4/2022).Reski menggarisbawahi bahwa perusahaan sedang melakukan transformasi   end-to-end operasi bisnisnya dengan harapan dapat bertahan dan relevan   di situasi masa depan. Reski menjelaskan bahwa hal ini mempengaruhi   penyesuaian aspek sumber daya manusia di beberapa unit perseroan.
&quot;Persentase jumlah karyawan yang terdampak terhadap keseluruhan   karyawan yang bekerja di pabrik perusahaan adalah sebesar 4,9%,&quot;   terangnya.
Reski mengungkapkan pihak perusahaan telah melakukan komunikasi   secara terbuka dengan perwakilan pekerja sebanyak dua kali pertemuan.   Perseroan juga sebelumnya telah memberikan sosialisasi serta komunikasi   khusus terhadap karyawan yang terdampak.
&quot;Dengan serikat pekerja melalui rapat bipartit yang berlangsung   sebanyak dua kali, kepada seluruh karyawan melalui komunikasi,   sosialisasi/townhall, disambung dengan komunikasi personal dengan   karyawan terdampak,&quot; lanjutnya.
Reski memastikan perusahaan bertanggungjawab terhadap kompensasi   pesangon sesuai aturan, sekaligus pelatihan bagi pekerja setelah selesai   masa kerja.
&quot;Perusahaan juga berkomitmen memberikan berbagai dukungan lain   diantaranya insentif, pelatihan, dan serangkaian paket manfaat yang akan   mendukung kesiapan karyawan terdampak agar dapat tetap produktif pasca   menyelesaikan masa kerja di Perusahaan,&quot; jelas Reski.
Rezki menegaskan perusahaan berkomitmen untuk membuka jalur   komunikasi terhadap karyawan dan serikat pekerja selama proses ini   berlangsung.</description><content:encoded>JAKARTA - Viral video 65 karyawan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di PHK. Video tersebut menunjukkan aktivitas perdebatan antara dua pihak antara manajemen Unilever dan korban PHK.
Video berdurasi 2 menit 31 detik di TikTok diunggah oleh akun @eliassitumorang86 bertuliskan '14 Mei 2022 Video Viral PHK Sepihak PT Unilever Indonesia PHK Besar-Besaran'.
Dalam video, seorang pria tampak mengungkapkan sesuatu terhadap kelompok orang di depannya.
BACA JUGA:Kabar PHK Massal 161 Karyawan, Ini Penjelasan Unilever Indonesia

&quot;Enam puluh lima bukan satu, ini menyangkut istri dan anak kami. PHK santai gimana, ini menyangkut perut bu,&quot; kata seorang pria di video yang juga diunggah di akun Instagram @lambe_turah, Senin (16/5/2022).
Seorang perempuan terdengar membalas pernyataan pria tersebut. &quot;Bahasane seng enak bro,&quot; katanya.
Sejumlah percakapan tampak terdengar samar untuk disimak. Pria itu menimpali jawaban perempuan itu sembari menerangkan dirinya berasal dari timur dengan logat yang keras. Menurutnya, bahasa yang dia pakai tidak ada masalah.
BACA JUGA:Heboh PHK Sepihak, Ini Penjelasan Unilever Indonesia (UNVR)

&quot;Lho bahasa saya enak, gak ngancem, bahasa saya jelas dan tepat. Logat saya timur keras, tapi bukan saya memarahi ibu. Ibu perempuan, saya lahir dari rahim seorang perempuan, saya hormati ibu.&quot; tuturnya.
Dia merasa tidak terima dengan perlakuan perusahaan terhadap diri dan rekan-rekannya.
&quot;Unilever dari Colibri yang mendirikan bangsa Indonesia, ini perusahaan asing. Saya ingin ngomong ke ibu, perusahaan sekarang jadi perusahaan nomor satu di Indonesia, tapi apa yang kalian balas buat kami, apakah kami mencuri, apakah kami membawa minuman keras, apakah membawa senjata tajam,&quot; ungkapnya.Seorang lainnya yang membawa spanduk tampak mengusap pundak kiri pria tersebut untuk menenangkan.
&quot;Bukan kami tidak mampu, tapi kami tidak mau dibeli dengan uang, di  mana harga diri kami, sebagai anak bangsa kami pertaruhkan,&quot; ungkap pria  itu.
Pria itu melanjutkan kekesalannya dengan menerangkan masalahnya  tersebut menyangkut ratusan orang lain yang bekerja di perusahaan.
&quot;Ibu pikir, kalau ini posisinya di anak ibu bapak apa yang ibu  rasakan, coba bapak ibu berpikir. Coba ibu pikir bu, bukan masalah orang  satu, tapi 161 dan 90 lebih sudah habis,&quot; jelasnya.
&quot;Terima kasih, hormat saya pada Unilever, kami tidak mau dibeli,&quot; ucapnya.
MNC Portal Indonesia sedang berusaha untuk mengonfirmasi video viral  tersebut baik dari perusahaan PT Unilever Indonesia, maupun sejumlah  perwakilan serikat buruh. Namun, sampai berita ini dibuat belum ada  tanggapan terbaru dari kedua belah pihak.
Sebelumnya pada awal April 2022, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)  mengeluarkan pernyataan terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK)  sebanyak 161 karyawan di daerah Surabaya, Jawa Timur.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Reski Damayanti mengatakan bahwa  hal tersebut merupakan penyesuaian terhadap sejumlah unit tertentu di  perusahaan.
&quot;Perlu kami tegaskan bahwa perusahaan dalam hal ini tidak melakukan  Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masal, akan tetapi perusahaan melakukan  penyesuaian pada unit-unit tertentu di perusahaan yang berdampak kepada  161 karyawan di Rungkut yang saat ini masih dalam proses,&quot; kata Reski di  Keterbukaan Informasi, Selasa (5/4/2022).Reski menggarisbawahi bahwa perusahaan sedang melakukan transformasi   end-to-end operasi bisnisnya dengan harapan dapat bertahan dan relevan   di situasi masa depan. Reski menjelaskan bahwa hal ini mempengaruhi   penyesuaian aspek sumber daya manusia di beberapa unit perseroan.
&quot;Persentase jumlah karyawan yang terdampak terhadap keseluruhan   karyawan yang bekerja di pabrik perusahaan adalah sebesar 4,9%,&quot;   terangnya.
Reski mengungkapkan pihak perusahaan telah melakukan komunikasi   secara terbuka dengan perwakilan pekerja sebanyak dua kali pertemuan.   Perseroan juga sebelumnya telah memberikan sosialisasi serta komunikasi   khusus terhadap karyawan yang terdampak.
&quot;Dengan serikat pekerja melalui rapat bipartit yang berlangsung   sebanyak dua kali, kepada seluruh karyawan melalui komunikasi,   sosialisasi/townhall, disambung dengan komunikasi personal dengan   karyawan terdampak,&quot; lanjutnya.
Reski memastikan perusahaan bertanggungjawab terhadap kompensasi   pesangon sesuai aturan, sekaligus pelatihan bagi pekerja setelah selesai   masa kerja.
&quot;Perusahaan juga berkomitmen memberikan berbagai dukungan lain   diantaranya insentif, pelatihan, dan serangkaian paket manfaat yang akan   mendukung kesiapan karyawan terdampak agar dapat tetap produktif pasca   menyelesaikan masa kerja di Perusahaan,&quot; jelas Reski.
Rezki menegaskan perusahaan berkomitmen untuk membuka jalur   komunikasi terhadap karyawan dan serikat pekerja selama proses ini   berlangsung.</content:encoded></item></channel></rss>
