<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkop Teten: Warna Minyak Sawit Produksi Koperasi Tidak Harus Kuning, Merah Lebih Sehat</title><description>Minyak goreng yang diproduksi rakyat memiliki kualitas yang tak kalah sehat dengan produksi pabrik pada umumnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595504/menkop-teten-warna-minyak-sawit-produksi-koperasi-tidak-harus-kuning-merah-lebih-sehat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595504/menkop-teten-warna-minyak-sawit-produksi-koperasi-tidak-harus-kuning-merah-lebih-sehat"/><item><title>Menkop Teten: Warna Minyak Sawit Produksi Koperasi Tidak Harus Kuning, Merah Lebih Sehat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595504/menkop-teten-warna-minyak-sawit-produksi-koperasi-tidak-harus-kuning-merah-lebih-sehat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595504/menkop-teten-warna-minyak-sawit-produksi-koperasi-tidak-harus-kuning-merah-lebih-sehat</guid><pubDate>Selasa 17 Mei 2022 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/17/320/2595504/menkop-teten-warna-minyak-sawit-produksi-koperasi-tidak-harus-kuning-merah-lebih-sehat-VPO47Bukgr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak goreng produksi koperasi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/17/320/2595504/menkop-teten-warna-minyak-sawit-produksi-koperasi-tidak-harus-kuning-merah-lebih-sehat-VPO47Bukgr.jpg</image><title>Minyak goreng produksi koperasi (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Minyak goreng yang diproduksi rakyat memiliki kualitas yang tak kalah sehat dengan produksi pabrik pada umumnya. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan kualitas minyak goreng rakyat bisa dipakai untuk program stunting atau gizi buruk.
&amp;ldquo;Sekarang ini kan banyak kasus minyak gorengnya itu putih kan kayak dibleaching. Saya sedang mengusulkan minyak sawit diproduksi koperasi dan petani standarnya dibedakan, tidak harus putih, kuning, merah juga lebih sehat,&amp;rdquo; kata Menteri Teten dikutip dari keterangan resminya, Selasa (17/5/2022).
BACA JUGA:Minyak Goreng Rp14.000/Liter Dijual di 10.000 Titik, Cek- Cek Lokasinya

Sehatnya minyak goreng buatan masyarakat itu kata dia juga bisa menjadi salah satu bahan pangan untuk mendukung program pemerintah dalam mengatasi stunting dan gizi buruk.
&amp;ldquo;Selain itu produksi minyak sawit enggak kemudian didominasi usaha besar tapi juga pelaku usaha kecil dan toh teknologi untuk produksi ini juga sudah murah kan,&amp;rdquo; ujar Teten.
BACA JUGA:Kapan Ekspor CPO Dibuka? Mendag: Saya Fokus Soal Ketersedian Minyak Goreng

Guna mendukung para pelaku usaha lokal khusunya para UMKM, saat ini Teten bersama dengan jajarannya tengah mengidentifikasi koperasi-koperasi yang memungkinkan untuk memproduksi minyak goreng sehingga setidaknya bisa memberikan alternatif pasokan minyak goreng sawit di kalangan masyarakat.&amp;ldquo;Kita sudah dan sedang terus identifikasi beberapa koperasi untuk  produksi minyak goreng, nah standarnya yang harus dikecualikan ya,&amp;rdquo;  tuturnya.
Menteri Teten menyadari bahwa memang akan membutuhkan waktu yang lama  untuk mendorong koperasi bisa memproduksi minyak goreng dengan kuota  yang cukup besar.
Namun dia berharap usaha itu bisa segera diwujudkan tahun ini dan ia pun sangat optimistis.
&amp;ldquo;Memang butuh waktu, mudah-mudahan tahun ini bisa. Di Sumatra akan ada piloting,&amp;rdquo; imbuhnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Minyak goreng yang diproduksi rakyat memiliki kualitas yang tak kalah sehat dengan produksi pabrik pada umumnya. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan kualitas minyak goreng rakyat bisa dipakai untuk program stunting atau gizi buruk.
&amp;ldquo;Sekarang ini kan banyak kasus minyak gorengnya itu putih kan kayak dibleaching. Saya sedang mengusulkan minyak sawit diproduksi koperasi dan petani standarnya dibedakan, tidak harus putih, kuning, merah juga lebih sehat,&amp;rdquo; kata Menteri Teten dikutip dari keterangan resminya, Selasa (17/5/2022).
BACA JUGA:Minyak Goreng Rp14.000/Liter Dijual di 10.000 Titik, Cek- Cek Lokasinya

Sehatnya minyak goreng buatan masyarakat itu kata dia juga bisa menjadi salah satu bahan pangan untuk mendukung program pemerintah dalam mengatasi stunting dan gizi buruk.
&amp;ldquo;Selain itu produksi minyak sawit enggak kemudian didominasi usaha besar tapi juga pelaku usaha kecil dan toh teknologi untuk produksi ini juga sudah murah kan,&amp;rdquo; ujar Teten.
BACA JUGA:Kapan Ekspor CPO Dibuka? Mendag: Saya Fokus Soal Ketersedian Minyak Goreng

Guna mendukung para pelaku usaha lokal khusunya para UMKM, saat ini Teten bersama dengan jajarannya tengah mengidentifikasi koperasi-koperasi yang memungkinkan untuk memproduksi minyak goreng sehingga setidaknya bisa memberikan alternatif pasokan minyak goreng sawit di kalangan masyarakat.&amp;ldquo;Kita sudah dan sedang terus identifikasi beberapa koperasi untuk  produksi minyak goreng, nah standarnya yang harus dikecualikan ya,&amp;rdquo;  tuturnya.
Menteri Teten menyadari bahwa memang akan membutuhkan waktu yang lama  untuk mendorong koperasi bisa memproduksi minyak goreng dengan kuota  yang cukup besar.
Namun dia berharap usaha itu bisa segera diwujudkan tahun ini dan ia pun sangat optimistis.
&amp;ldquo;Memang butuh waktu, mudah-mudahan tahun ini bisa. Di Sumatra akan ada piloting,&amp;rdquo; imbuhnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
