<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kilang Minyak Balikpapan Terbakar, Ulah Mafia Migas?</title><description>Kilang minyak Balikpapan kebakaran pada Minggu (15/5) siang. Kebakaran  kilang milik Pertamina ini menjadi insiden yang kedua kalinya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595513/kilang-minyak-balikpapan-terbakar-ulah-mafia-migas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595513/kilang-minyak-balikpapan-terbakar-ulah-mafia-migas"/><item><title>Kilang Minyak Balikpapan Terbakar, Ulah Mafia Migas?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595513/kilang-minyak-balikpapan-terbakar-ulah-mafia-migas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595513/kilang-minyak-balikpapan-terbakar-ulah-mafia-migas</guid><pubDate>Selasa 17 Mei 2022 15:46 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/17/320/2595513/kilang-minyak-balikpapan-terbakar-ulah-mafia-migas-6KtMr1Ws9o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kilang minyak Balikpapan kebakaran (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/17/320/2595513/kilang-minyak-balikpapan-terbakar-ulah-mafia-migas-6KtMr1Ws9o.jpg</image><title>Kilang minyak Balikpapan kebakaran (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Kilang minyak Balikpapan kebakaran pada Minggu (15/5) siang. Kebakaran kilang milik Pertamina ini menjadi insiden yang kedua kalinya tahun ini.
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) harus segera membenahi sistem keselamatan mereka agar hal ini tidak terjadi.
BACA JUGA:Kilang Balikpapan Sering Kebakaran, Pertamina Diminta Segera Evaluasi

&quot;KPI kembali harus melakukan evaluasi terhadap sistem HSSE mereka, melakukan audit investigasi terhadap semua sistem safety mereka serta melakukan kembali refreshment terhadap personil yang bekerja termasuk pihak ke 3,&quot; ujar Mamit kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (17/5/2022).
Untuk penyebabnya sendiri, Pertamina masih menginvestigasi lebih lanjut. Yang jelas, kebakaran terjadi karena adanya flash di Plant 5 kilang tersebut.
BACA JUGA:Kebakaran Kilang Pertamina Balikpapan, Perusahaan Turut Berduka untuk Keluarga Korban

Jika ada pihak lain sengaja terlibat dalam insiden yang terus terjadi berulang kali ini, tentu harus disertai dengan pembuktian berupa hasil penyelidikan dari Pertamina.
&quot;Saya tidak mau berspekulasi terkait mafia migas, karena mafia migas sampai saat ini agak sulit dibuktikan. Mudah-mudahan, ini lebih kepada kecelakaan murni saja,&quot; ungkap Mamit.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNS8xNi8xLzE0ODA3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Mamit menegaskan, yang terpenting saat ini, Pertamina harus menangani  korban, baik yang luka maupun yang meninggal dunia, dengan baik dan  tanpa perlakuan berbeda.
&quot;Untuk yang meninggal saya kira perlu dikawal hak-hak keluarga mereka  karena ini terkait masa depan keluarga korban. Untuk yang dirawat, saya  kira perlu mendapatkan pelayanan terbaik sehingga bisa sembuh seperti  semua,&quot; ujarnya.
Sebelumnya, kilang Balikpapan yang meledak pada Minggu (15/5) siang  ini menewaskan 1 orang pekerja dan membuat 5 orang lainnya luka-luka.  Kebakaran pertama tahun ini sempat terjadi pada 14 Mei lalu dan terulang  lagi kemarin.</description><content:encoded>JAKARTA - Kilang minyak Balikpapan kebakaran pada Minggu (15/5) siang. Kebakaran kilang milik Pertamina ini menjadi insiden yang kedua kalinya tahun ini.
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) harus segera membenahi sistem keselamatan mereka agar hal ini tidak terjadi.
BACA JUGA:Kilang Balikpapan Sering Kebakaran, Pertamina Diminta Segera Evaluasi

&quot;KPI kembali harus melakukan evaluasi terhadap sistem HSSE mereka, melakukan audit investigasi terhadap semua sistem safety mereka serta melakukan kembali refreshment terhadap personil yang bekerja termasuk pihak ke 3,&quot; ujar Mamit kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (17/5/2022).
Untuk penyebabnya sendiri, Pertamina masih menginvestigasi lebih lanjut. Yang jelas, kebakaran terjadi karena adanya flash di Plant 5 kilang tersebut.
BACA JUGA:Kebakaran Kilang Pertamina Balikpapan, Perusahaan Turut Berduka untuk Keluarga Korban

Jika ada pihak lain sengaja terlibat dalam insiden yang terus terjadi berulang kali ini, tentu harus disertai dengan pembuktian berupa hasil penyelidikan dari Pertamina.
&quot;Saya tidak mau berspekulasi terkait mafia migas, karena mafia migas sampai saat ini agak sulit dibuktikan. Mudah-mudahan, ini lebih kepada kecelakaan murni saja,&quot; ungkap Mamit.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNS8xNi8xLzE0ODA3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Mamit menegaskan, yang terpenting saat ini, Pertamina harus menangani  korban, baik yang luka maupun yang meninggal dunia, dengan baik dan  tanpa perlakuan berbeda.
&quot;Untuk yang meninggal saya kira perlu dikawal hak-hak keluarga mereka  karena ini terkait masa depan keluarga korban. Untuk yang dirawat, saya  kira perlu mendapatkan pelayanan terbaik sehingga bisa sembuh seperti  semua,&quot; ujarnya.
Sebelumnya, kilang Balikpapan yang meledak pada Minggu (15/5) siang  ini menewaskan 1 orang pekerja dan membuat 5 orang lainnya luka-luka.  Kebakaran pertama tahun ini sempat terjadi pada 14 Mei lalu dan terulang  lagi kemarin.</content:encoded></item></channel></rss>
