<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mal Blok M Sepi Kayak Kuburan, Pedagang: Omzet Turun Bahkan Hancur</title><description>Mal Blok M sepi pengunjung. Kawasan Mal Blok M merupakan tempat yang banyak dikunjungi muda-mudi Jakarta pada 1990-an.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595526/mal-blok-m-sepi-kayak-kuburan-pedagang-omzet-turun-bahkan-hancur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595526/mal-blok-m-sepi-kayak-kuburan-pedagang-omzet-turun-bahkan-hancur"/><item><title>Mal Blok M Sepi Kayak Kuburan, Pedagang: Omzet Turun Bahkan Hancur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595526/mal-blok-m-sepi-kayak-kuburan-pedagang-omzet-turun-bahkan-hancur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595526/mal-blok-m-sepi-kayak-kuburan-pedagang-omzet-turun-bahkan-hancur</guid><pubDate>Selasa 17 Mei 2022 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/17/320/2595526/mal-blok-m-sepi-kayak-kuburan-pedagang-omzet-turun-bahkan-hancur-ppzc0JKjKE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mal Blok M sepi pengunjung (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/17/320/2595526/mal-blok-m-sepi-kayak-kuburan-pedagang-omzet-turun-bahkan-hancur-ppzc0JKjKE.jpg</image><title>Mal Blok M sepi pengunjung (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mal Blok M sepi pengunjung. Kawasan Mal Blok M merupakan tempat yang banyak dikunjungi muda-mudi Jakarta pada 1990-an. Kala itu, anak muda Jakarta berbelanja, mencari hiburan dan makanan di Mal Blok M.
Namun kondisi saat ini jauh berbeda dengan kondisi di era kejayaannya. Saat ini Mal Blok M sangat sepi pengunjung. Akibatnya, omzet penjualan para pedagang yang masih bertahan pun turun tajam.
BACA JUGA:Kios Diobral, Punya Rp80 Juta Kini Bisa Usaha di Mal
&quot;Omzet turun, bahkan hancur, kalau turun saja mah mending, ini hancur,&quot; ujar Yogi salah satu Pedagang Aksesori di Mal Blok M, Jakarta, Selasa (17/5/2022).
Yogi mengatakan banyaknya ruko yang kosong disebabkan oleh pandemi yang tidak berakhir, bahkan ada ruko yang barangnya disita oleh pengelola, lantaran tidak bisa bayar sewa ruko.
BACA JUGA:Kios di Tanah Abang hingga Thamrin City Diobral, Kini Cuma Rp10 Juta
&quot;Banyak ruko yang kosong pas pandemi saja, tahun pertama mungkin bertahan karena ada tabungan saja buat bayar sewa, dua tahun keduanya orang mulai klepek-klepek, bahkan ada yang tidak kuat membayar sewa sehingga di sita oleh kantor,&quot; katanya.
sama halnya dengan Yogi, Seorang pemilik toko ATR fashion bernama Fariz mengatakan kondisi Mal Blok M sudah sepi sejak 2015 lalu, banyak gerai tutup dan kondisi pengunjung juga sepi.&quot;Kondisi sepi, dari 2015an sudah mulai banyak yang kosong, harga sewa juga naik&quot; ujarnya kepada MNC Portal.
Faris mengaku tetap bertahan berjualan di Mal Blok M lantaran sewa ruko yang ia tempati masih ada sampai Oktober mendatang.
&quot;Ya sampai habis saja kontraknya sampai bulan 10, dan itu nggak ada lagi,&quot; katanya.
Fariz mengaku omzet harian yang ia dapatkan menurun hingga 70% sampai 80%.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mal Blok M sepi pengunjung. Kawasan Mal Blok M merupakan tempat yang banyak dikunjungi muda-mudi Jakarta pada 1990-an. Kala itu, anak muda Jakarta berbelanja, mencari hiburan dan makanan di Mal Blok M.
Namun kondisi saat ini jauh berbeda dengan kondisi di era kejayaannya. Saat ini Mal Blok M sangat sepi pengunjung. Akibatnya, omzet penjualan para pedagang yang masih bertahan pun turun tajam.
BACA JUGA:Kios Diobral, Punya Rp80 Juta Kini Bisa Usaha di Mal
&quot;Omzet turun, bahkan hancur, kalau turun saja mah mending, ini hancur,&quot; ujar Yogi salah satu Pedagang Aksesori di Mal Blok M, Jakarta, Selasa (17/5/2022).
Yogi mengatakan banyaknya ruko yang kosong disebabkan oleh pandemi yang tidak berakhir, bahkan ada ruko yang barangnya disita oleh pengelola, lantaran tidak bisa bayar sewa ruko.
BACA JUGA:Kios di Tanah Abang hingga Thamrin City Diobral, Kini Cuma Rp10 Juta
&quot;Banyak ruko yang kosong pas pandemi saja, tahun pertama mungkin bertahan karena ada tabungan saja buat bayar sewa, dua tahun keduanya orang mulai klepek-klepek, bahkan ada yang tidak kuat membayar sewa sehingga di sita oleh kantor,&quot; katanya.
sama halnya dengan Yogi, Seorang pemilik toko ATR fashion bernama Fariz mengatakan kondisi Mal Blok M sudah sepi sejak 2015 lalu, banyak gerai tutup dan kondisi pengunjung juga sepi.&quot;Kondisi sepi, dari 2015an sudah mulai banyak yang kosong, harga sewa juga naik&quot; ujarnya kepada MNC Portal.
Faris mengaku tetap bertahan berjualan di Mal Blok M lantaran sewa ruko yang ia tempati masih ada sampai Oktober mendatang.
&quot;Ya sampai habis saja kontraknya sampai bulan 10, dan itu nggak ada lagi,&quot; katanya.
Fariz mengaku omzet harian yang ia dapatkan menurun hingga 70% sampai 80%.</content:encoded></item></channel></rss>
