<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petani Sawit Rugi Rp11 Triliun akibat Larangan Ekspor CPO</title><description>Larangan ekspor CPO merugikan petani sawit hingga Rp11 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595592/petani-sawit-rugi-rp11-triliun-akibat-larangan-ekspor-cpo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595592/petani-sawit-rugi-rp11-triliun-akibat-larangan-ekspor-cpo"/><item><title>Petani Sawit Rugi Rp11 Triliun akibat Larangan Ekspor CPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595592/petani-sawit-rugi-rp11-triliun-akibat-larangan-ekspor-cpo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/17/320/2595592/petani-sawit-rugi-rp11-triliun-akibat-larangan-ekspor-cpo</guid><pubDate>Selasa 17 Mei 2022 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/17/320/2595592/petani-sawit-rugi-rp11-triliun-akibat-larangan-ekspor-cpo-VsiImxqOVA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petani sawit sebut larangan ekspor cpo sangat merugikan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/17/320/2595592/petani-sawit-rugi-rp11-triliun-akibat-larangan-ekspor-cpo-VsiImxqOVA.jpg</image><title>Petani sawit sebut larangan ekspor cpo sangat merugikan (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Larangan ekspor CPO merugikan petani sawit hingga Rp11 triliun. Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung mengungkapkan dampak larangan ekspor CPO cukup memukul para petani sawit.
Jika diakumulasikan, kerugian petani sawit pada saat mulai adanya larangan ekspor CPO sudah triliunan, dampak secara finansial tersebut juga berimbas pada kesejahteraan para petani sawit.
BACA JUGA:Petani Sawit: Pak Presiden Tolong Bantu, Kami Penyumbang Devisa Negara

&quot;Akibat penghentian ekspor CPO sendiri, para petani di seluruh Indonesia sudah merugi hingga Rp11,7 triliun,&quot; ujar Gulat saat melakukan demonstrasi menuntut pencabutan larangan ekspor CPO, Selasa (17/5/2022).
BACA JUGA:Menkop Teten: Warna Minyak Sawit Produksi Koperasi Tidak Harus Kuning, Merah Lebih Sehat

Gulat menjelaskan angka tersebut didapatkannya dari total kerugian petani yang yang Tandan Buah Segar (TBS) sudah dipanen namun tidak terserap oleh perusahaan. Di samping itu adanya kebijakan larangan ekspor tersebut juga membuat harga TBS petani terjun bebas dari sebelumnya Rp4.000-Rp5.000 saat ini hanya Rp1.000.
Oleh karenanya Gulat mengatakan aksi yang dilakukan oleh para  perwakilan dari petani sawit pada hari ini sebagai bentuk protes  terhadap kebijakan pemerintah yang sudah cukup banyak merugikan para  petani sawit.
&quot;Aksi keprihatinan ini bentuk penderitaan petani sawit yang hari ini  harga TBS kami sudah tidak ada, bahkan pabrik sudah banyak tutup, tangki  penuh karena tidak ada ekspor,&quot; kata Gulat.
&quot;Selama ini pembagian minyak goreng ke masyarakat tidak merata, kami  minta kepada bapak presiden minyak goreng sudah hampir merata, sedikit  lagi sampai final,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Larangan ekspor CPO merugikan petani sawit hingga Rp11 triliun. Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung mengungkapkan dampak larangan ekspor CPO cukup memukul para petani sawit.
Jika diakumulasikan, kerugian petani sawit pada saat mulai adanya larangan ekspor CPO sudah triliunan, dampak secara finansial tersebut juga berimbas pada kesejahteraan para petani sawit.
BACA JUGA:Petani Sawit: Pak Presiden Tolong Bantu, Kami Penyumbang Devisa Negara

&quot;Akibat penghentian ekspor CPO sendiri, para petani di seluruh Indonesia sudah merugi hingga Rp11,7 triliun,&quot; ujar Gulat saat melakukan demonstrasi menuntut pencabutan larangan ekspor CPO, Selasa (17/5/2022).
BACA JUGA:Menkop Teten: Warna Minyak Sawit Produksi Koperasi Tidak Harus Kuning, Merah Lebih Sehat

Gulat menjelaskan angka tersebut didapatkannya dari total kerugian petani yang yang Tandan Buah Segar (TBS) sudah dipanen namun tidak terserap oleh perusahaan. Di samping itu adanya kebijakan larangan ekspor tersebut juga membuat harga TBS petani terjun bebas dari sebelumnya Rp4.000-Rp5.000 saat ini hanya Rp1.000.
Oleh karenanya Gulat mengatakan aksi yang dilakukan oleh para  perwakilan dari petani sawit pada hari ini sebagai bentuk protes  terhadap kebijakan pemerintah yang sudah cukup banyak merugikan para  petani sawit.
&quot;Aksi keprihatinan ini bentuk penderitaan petani sawit yang hari ini  harga TBS kami sudah tidak ada, bahkan pabrik sudah banyak tutup, tangki  penuh karena tidak ada ekspor,&quot; kata Gulat.
&quot;Selama ini pembagian minyak goreng ke masyarakat tidak merata, kami  minta kepada bapak presiden minyak goreng sudah hampir merata, sedikit  lagi sampai final,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
