<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adhi Karya Terbitkan Obligasi Rp3,75 Triliun dengan Bunga hingga 10,2%</title><description>PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melakukan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III 2022 senilai Rp3,75 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/278/2596032/adhi-karya-terbitkan-obligasi-rp3-75-triliun-dengan-bunga-hingga-10-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/278/2596032/adhi-karya-terbitkan-obligasi-rp3-75-triliun-dengan-bunga-hingga-10-2"/><item><title>Adhi Karya Terbitkan Obligasi Rp3,75 Triliun dengan Bunga hingga 10,2%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/278/2596032/adhi-karya-terbitkan-obligasi-rp3-75-triliun-dengan-bunga-hingga-10-2</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/278/2596032/adhi-karya-terbitkan-obligasi-rp3-75-triliun-dengan-bunga-hingga-10-2</guid><pubDate>Rabu 18 Mei 2022 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/18/278/2596032/adhi-karya-terbitkan-obligasi-rp3-75-triliun-dengan-bunga-hingga-10-2-71ow6WVCZj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Adhi karya terbitkan obligasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/18/278/2596032/adhi-karya-terbitkan-obligasi-rp3-75-triliun-dengan-bunga-hingga-10-2-71ow6WVCZj.jpg</image><title>Adhi karya terbitkan obligasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melakukan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III 2022 senilai Rp3,75 triliun mulai tanggal 17 hingga 19 Mei 2022. Perseroan mengungkapkan, surat utang yang diterbitkan terdiri dalam tiga seri.
Di mana seri A dengan jumlah pokok Rp1,286 triliun berbunga 8,25% yang akan jatuh tempo setelah 3 tahun sejak penerbitan. Seri B dengan jumlah pokok Rp667,5 miliar berbunga 9% yang akan jatuh tempo setelah 5 tahun setelah penerbitan.
BACA JUGA:Adhi Karya (ADHI) Gelar RUPS Kedua, Ini Pembahasannya

Seri C senilai Rp1,796  triliun dengan bunga 10,2% yang akan jatuh tempo setelah 7 tahun sejak penerbitan. Kemudian BRI Danareksa Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Samuel Sekuritas Indonesia, Korea Investment, Shinhan Sekuritas Indonesia dan Sucor Sekuritas selaku penjamin emisi obligasi  telah menyatakan kesanggupan penuh terhadap penyerapan surat utang dengan peringkat idA- dari Pefindo ini.
BACA JUGA:Adhi Karya Raih Kontrak Rp5,03 Triliun dari Proyek Tol Yogyakarta-Bawen

Bagi pemegang surat utang, akan menerima bunga secara berkala 3 bulan sekali sejak sejak tanggal 24 Agustus 2022 hingga jatuh tempo sesuai dengan seri yang digenggam. Sedangkan ADHI akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi ini untuk melunasi pokok obligasi Berkelanjutan II Adhi Karya tahap I 20217 dengan nilai pembayaran Rp2,812 triliun.Sisanya, akan dipergunakan untuk modal kerja, seperti  untuk mendanai  proyek tol, perkerataapian, gedung, energi dan industri, dan proyek  infrastruktur lainnya. Asal tahu saja,hingga Maret 2022, ADHI telah  memperoleh kontrak baru sebesar Rp3,9 triliun. Lebih dari separuh raihan  kontrak baru ADHI tersebut berasal dari proyek konstruksi.
Bila dirinci kontrak ini terdiri dari lini bisnis konstruksi dan  energi dengan porsi 85%, properti sebesar sekitar 7% dan lini bisnis  lainnya kontribusinya 8%. Sementara berdasarkan tipe pekerjaannya,  kontrak baru tersebut berasal dari proyek jalan 29%, proyek gedung 30%,  infrastruktur lainnya 41%.
Adapun, sumber pendanaan sekitar 33% berasal dari pemerintah. Lalu  sekitar 16% berasa dari BUMN  dan 51% berasal dari swasta. Tahun ini,  perseroan menargetkan perolehan kontrak baru ADHI berada di kisaran Rp15  triliun - Rp28 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melakukan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III 2022 senilai Rp3,75 triliun mulai tanggal 17 hingga 19 Mei 2022. Perseroan mengungkapkan, surat utang yang diterbitkan terdiri dalam tiga seri.
Di mana seri A dengan jumlah pokok Rp1,286 triliun berbunga 8,25% yang akan jatuh tempo setelah 3 tahun sejak penerbitan. Seri B dengan jumlah pokok Rp667,5 miliar berbunga 9% yang akan jatuh tempo setelah 5 tahun setelah penerbitan.
BACA JUGA:Adhi Karya (ADHI) Gelar RUPS Kedua, Ini Pembahasannya

Seri C senilai Rp1,796  triliun dengan bunga 10,2% yang akan jatuh tempo setelah 7 tahun sejak penerbitan. Kemudian BRI Danareksa Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Samuel Sekuritas Indonesia, Korea Investment, Shinhan Sekuritas Indonesia dan Sucor Sekuritas selaku penjamin emisi obligasi  telah menyatakan kesanggupan penuh terhadap penyerapan surat utang dengan peringkat idA- dari Pefindo ini.
BACA JUGA:Adhi Karya Raih Kontrak Rp5,03 Triliun dari Proyek Tol Yogyakarta-Bawen

Bagi pemegang surat utang, akan menerima bunga secara berkala 3 bulan sekali sejak sejak tanggal 24 Agustus 2022 hingga jatuh tempo sesuai dengan seri yang digenggam. Sedangkan ADHI akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi ini untuk melunasi pokok obligasi Berkelanjutan II Adhi Karya tahap I 20217 dengan nilai pembayaran Rp2,812 triliun.Sisanya, akan dipergunakan untuk modal kerja, seperti  untuk mendanai  proyek tol, perkerataapian, gedung, energi dan industri, dan proyek  infrastruktur lainnya. Asal tahu saja,hingga Maret 2022, ADHI telah  memperoleh kontrak baru sebesar Rp3,9 triliun. Lebih dari separuh raihan  kontrak baru ADHI tersebut berasal dari proyek konstruksi.
Bila dirinci kontrak ini terdiri dari lini bisnis konstruksi dan  energi dengan porsi 85%, properti sebesar sekitar 7% dan lini bisnis  lainnya kontribusinya 8%. Sementara berdasarkan tipe pekerjaannya,  kontrak baru tersebut berasal dari proyek jalan 29%, proyek gedung 30%,  infrastruktur lainnya 41%.
Adapun, sumber pendanaan sekitar 33% berasal dari pemerintah. Lalu  sekitar 16% berasa dari BUMN  dan 51% berasal dari swasta. Tahun ini,  perseroan menargetkan perolehan kontrak baru ADHI berada di kisaran Rp15  triliun - Rp28 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
