<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>India Stop Ekspor Gandum, Mendag: Semua Negara Prioritaskan Kepentingan Nasional</title><description>Muhammad Lutfi buka suara terkait India melarang ekspor gandum. Menurutnya ia tengah mempelajari kebijakan India.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/320/2595936/india-stop-ekspor-gandum-mendag-semua-negara-prioritaskan-kepentingan-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/320/2595936/india-stop-ekspor-gandum-mendag-semua-negara-prioritaskan-kepentingan-nasional"/><item><title>India Stop Ekspor Gandum, Mendag: Semua Negara Prioritaskan Kepentingan Nasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/320/2595936/india-stop-ekspor-gandum-mendag-semua-negara-prioritaskan-kepentingan-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/320/2595936/india-stop-ekspor-gandum-mendag-semua-negara-prioritaskan-kepentingan-nasional</guid><pubDate>Rabu 18 Mei 2022 11:54 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/18/320/2595936/india-stop-ekspor-gandum-mendag-semua-negara-prioritaskan-kepentingan-nasional-iN0ofIH2li.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag Muhammad Lutfi (Foto: Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/18/320/2595936/india-stop-ekspor-gandum-mendag-semua-negara-prioritaskan-kepentingan-nasional-iN0ofIH2li.jpg</image><title>Mendag Muhammad Lutfi (Foto: Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi buka suara terkait India melarang ekspor gandum. Menurtnya ia tengah mempelajari kebijakan India tersebut.
&quot;Terkait ekspor gandum ke India, kita sedang pelajari. Tapi kita memang membeli sepertiga dari tepung gandum itu dari India,&quot; ujar Lutfi dikutip Rabu (18/5/2022).
Dia menjelaskan Indonesia membeli sepertiga gandum dari India. Lutfi memahami bahwa larangan tersebut untuk memprioritaskan kepentingan nasional.
BACA JUGA:Mendag Gelar Pertemuan Khusus Menteri Ekonomi ASEAN di Bali

&quot;Ini memang masalah-masalah Internasional yang di mana semua negara memprioritaskan dari kepentingan nasional. Seperti kita juga prioritasnya untuk kepentingan nasional. Jadi kita mengerti apa yang mereka maksud,&quot; kata Lutfi.
Ia pun berharap larangan ini tidak berlangsung lama supaya perdagangan internasional bisa kembali berjalan dengan baik.
Mendag memastikan pasokan gandum di daam negeri ketersediaanya masih aman hingga tiga bulan ke depan. Nantinya, Indonesia akan kembali berkoordinasi dengan India untuk membicarakan larangan ekspor gandum tersebut.
BACA JUGA:Larangan Ekspor CPO Bakal Dicabut? Ini Kata Mendag

&quot;Jadi kita berprinsip bahwa abis tiga bulan ini nanti baru kita bahas kembali dengan India,&quot; imbuhnya.Sebagai informasi, pembeli gandum global mengandalkan pasokan dari produsen gandum terbesar kedua di dunia setelah ekspor dari wilayah Laut Hitam anjlok menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari.
Tercatat per Sabtu 14 Mei harga gandum di India telah meningkat ke rekor tertinggi, di beberapa pasar spot hingga mencapai 25.000 rupee per ton, dibandingkan dengan harga dukungan minimum yang ditetapkan pemerintah sebesar 20.150 rupee.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi buka suara terkait India melarang ekspor gandum. Menurtnya ia tengah mempelajari kebijakan India tersebut.
&quot;Terkait ekspor gandum ke India, kita sedang pelajari. Tapi kita memang membeli sepertiga dari tepung gandum itu dari India,&quot; ujar Lutfi dikutip Rabu (18/5/2022).
Dia menjelaskan Indonesia membeli sepertiga gandum dari India. Lutfi memahami bahwa larangan tersebut untuk memprioritaskan kepentingan nasional.
BACA JUGA:Mendag Gelar Pertemuan Khusus Menteri Ekonomi ASEAN di Bali

&quot;Ini memang masalah-masalah Internasional yang di mana semua negara memprioritaskan dari kepentingan nasional. Seperti kita juga prioritasnya untuk kepentingan nasional. Jadi kita mengerti apa yang mereka maksud,&quot; kata Lutfi.
Ia pun berharap larangan ini tidak berlangsung lama supaya perdagangan internasional bisa kembali berjalan dengan baik.
Mendag memastikan pasokan gandum di daam negeri ketersediaanya masih aman hingga tiga bulan ke depan. Nantinya, Indonesia akan kembali berkoordinasi dengan India untuk membicarakan larangan ekspor gandum tersebut.
BACA JUGA:Larangan Ekspor CPO Bakal Dicabut? Ini Kata Mendag

&quot;Jadi kita berprinsip bahwa abis tiga bulan ini nanti baru kita bahas kembali dengan India,&quot; imbuhnya.Sebagai informasi, pembeli gandum global mengandalkan pasokan dari produsen gandum terbesar kedua di dunia setelah ekspor dari wilayah Laut Hitam anjlok menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari.
Tercatat per Sabtu 14 Mei harga gandum di India telah meningkat ke rekor tertinggi, di beberapa pasar spot hingga mencapai 25.000 rupee per ton, dibandingkan dengan harga dukungan minimum yang ditetapkan pemerintah sebesar 20.150 rupee.</content:encoded></item></channel></rss>
