<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UMKM RI Ekspor Produk Fashion ke Panama</title><description>Pelaku Usaha mikro kecil menengah (UMKM) kembali melakukan ekspor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/320/2595956/umkm-ri-ekspor-produk-fashion-ke-panama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/320/2595956/umkm-ri-ekspor-produk-fashion-ke-panama"/><item><title>UMKM RI Ekspor Produk Fashion ke Panama</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/320/2595956/umkm-ri-ekspor-produk-fashion-ke-panama</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/320/2595956/umkm-ri-ekspor-produk-fashion-ke-panama</guid><pubDate>Rabu 18 Mei 2022 12:07 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/18/320/2595956/umkm-ri-ekspor-produk-fashion-ke-panama-dNepNhMNKA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku UMKM ekspor produk fashion ke Panama (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/18/320/2595956/umkm-ri-ekspor-produk-fashion-ke-panama-dNepNhMNKA.jpg</image><title>Pelaku UMKM ekspor produk fashion ke Panama (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pelaku Usaha mikro kecil menengah (UMKM) kembali melakukan ekspor. Kali ini, Pelaku UMKM Viralea Hadiana yang juga mitra binaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), berhasil membawa produk fashion miliknya di bawah naungan UD Lavici menembus negara Panama.
Negara Panama menjadi negara tujuan ekspor baru bagi UD Lavici yang berhasil mengekspor produk pakaian jadi (premium clothing) kategori anak-anak senilai USD10.350 atau setara 700.000 Kgm. Pelepasan ekspor dilakukan dari Jakarta pada tanggal 4 Maret 2022 yang lalu dan disaksikan langsung oleh pihak LPEI.
BACA JUGA:BI: 21,95% Kredit Perbankan Disalurkan ke UMKM

Viralea Hadiana mengatakan bahwa untuk mencapai kesuksesan, jalan yang harus dilalui bukan hal yang mudah. Butuh perjuangan dan konsistensi untuk mendapatkan hasil yang dia inginkan.
&amp;ldquo;Keberhasilan ini tidak lepas dari pelatihan yang saya ikuti di tahun 2019 melalui Coaching Program for New Exporters (CPNE) yang diadakan oleh LPEI. Selama satu tahun saya diberikan berbagai program pelatihan dan pendampingan ekspor dari para mentor yang telah berpengalaman,&amp;rdquo; ucap Viralea, Rabu (18/5/2022).
BACA JUGA:Sandiaga Uno: Kemenparekraf Siap Dampingi UMKM Kampung Singkong Argowiyoto Salatiga

Tidak hanya sekedar mendapatkan pelatihan, Viralea juga menuturkan ia pun pernah difasilitasi business matching dengan Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei yang dilakukan secara daring beberapa waktu lalu. Menurutnya, CPNE merupakan program komprehensif yang memberikan pendidikan ekspor terlengkap bagi para pelaku usaha.
&amp;ldquo;Saya merasa beruntung dan berterima kasih bisa bergabung menjadi peserta CPNE. Karena tidak hanya sekedar belajar secara teori dan diberikan pelatihan, namun saya di bantu langsung bahkan waktu itu diajak mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok dan mendapatkan pelatihan simulasi ekspor,&quot; tambah Viralea.Di sisi lain, keberhasilan Viralea Hadiana sebagai pelaku UMKM  perempuan juga menunjukkan bahwa perempuan memegang peranan penting  dalam menggerakkan roda ekonomi nasional. Pernyataan ini pun didukung  data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop  UKM) yang menunjukkan bahwa mayoritas pelaku UMKM di Indonesia adalah  perempuan.
Data menunjukkan bahwa di tingkat usaha mikro, 52 persen dari 63,9  juta pelaku usaha mikro di Indonesia adalah perempuan. Sedangkan tingkat  usaha kecil, terdapat 56 persen dari 193 ribu usaha kecil pemiliknya  perempuan dan untuk usaha menengah, 34 persen dari 44,7 ribu pelaku  usahanya adalah perempuan.
Corporate Secretary Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, Chesna F  Anwar mengatakan, LPEI/Indonesia Eximbank sebagai Special Mission  Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI melalui program-programnya selalu  mendukung kaum perempuan dengan memperhatikan kesetaraan gender melalui  kegiatan usaha yang melibatkan pemberdayaan masyarakat dan juga  peningkatan ekonomi nasional.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pelaku Usaha mikro kecil menengah (UMKM) kembali melakukan ekspor. Kali ini, Pelaku UMKM Viralea Hadiana yang juga mitra binaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), berhasil membawa produk fashion miliknya di bawah naungan UD Lavici menembus negara Panama.
Negara Panama menjadi negara tujuan ekspor baru bagi UD Lavici yang berhasil mengekspor produk pakaian jadi (premium clothing) kategori anak-anak senilai USD10.350 atau setara 700.000 Kgm. Pelepasan ekspor dilakukan dari Jakarta pada tanggal 4 Maret 2022 yang lalu dan disaksikan langsung oleh pihak LPEI.
BACA JUGA:BI: 21,95% Kredit Perbankan Disalurkan ke UMKM

Viralea Hadiana mengatakan bahwa untuk mencapai kesuksesan, jalan yang harus dilalui bukan hal yang mudah. Butuh perjuangan dan konsistensi untuk mendapatkan hasil yang dia inginkan.
&amp;ldquo;Keberhasilan ini tidak lepas dari pelatihan yang saya ikuti di tahun 2019 melalui Coaching Program for New Exporters (CPNE) yang diadakan oleh LPEI. Selama satu tahun saya diberikan berbagai program pelatihan dan pendampingan ekspor dari para mentor yang telah berpengalaman,&amp;rdquo; ucap Viralea, Rabu (18/5/2022).
BACA JUGA:Sandiaga Uno: Kemenparekraf Siap Dampingi UMKM Kampung Singkong Argowiyoto Salatiga

Tidak hanya sekedar mendapatkan pelatihan, Viralea juga menuturkan ia pun pernah difasilitasi business matching dengan Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei yang dilakukan secara daring beberapa waktu lalu. Menurutnya, CPNE merupakan program komprehensif yang memberikan pendidikan ekspor terlengkap bagi para pelaku usaha.
&amp;ldquo;Saya merasa beruntung dan berterima kasih bisa bergabung menjadi peserta CPNE. Karena tidak hanya sekedar belajar secara teori dan diberikan pelatihan, namun saya di bantu langsung bahkan waktu itu diajak mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok dan mendapatkan pelatihan simulasi ekspor,&quot; tambah Viralea.Di sisi lain, keberhasilan Viralea Hadiana sebagai pelaku UMKM  perempuan juga menunjukkan bahwa perempuan memegang peranan penting  dalam menggerakkan roda ekonomi nasional. Pernyataan ini pun didukung  data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop  UKM) yang menunjukkan bahwa mayoritas pelaku UMKM di Indonesia adalah  perempuan.
Data menunjukkan bahwa di tingkat usaha mikro, 52 persen dari 63,9  juta pelaku usaha mikro di Indonesia adalah perempuan. Sedangkan tingkat  usaha kecil, terdapat 56 persen dari 193 ribu usaha kecil pemiliknya  perempuan dan untuk usaha menengah, 34 persen dari 44,7 ribu pelaku  usahanya adalah perempuan.
Corporate Secretary Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, Chesna F  Anwar mengatakan, LPEI/Indonesia Eximbank sebagai Special Mission  Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI melalui program-programnya selalu  mendukung kaum perempuan dengan memperhatikan kesetaraan gender melalui  kegiatan usaha yang melibatkan pemberdayaan masyarakat dan juga  peningkatan ekonomi nasional.</content:encoded></item></channel></rss>
