<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Cara Percepat Investasi Berkelanjutan di Indonesia, Nomor 4 Paling Ditunggu Pengusaha</title><description>Kadin menilai ada lima cara untuk mendorong percepatan investasi berkelanjutan dan inklusif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/320/2596119/5-cara-percepat-investasi-berkelanjutan-di-indonesia-nomor-4-paling-ditunggu-pengusaha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/320/2596119/5-cara-percepat-investasi-berkelanjutan-di-indonesia-nomor-4-paling-ditunggu-pengusaha"/><item><title>5 Cara Percepat Investasi Berkelanjutan di Indonesia, Nomor 4 Paling Ditunggu Pengusaha</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/320/2596119/5-cara-percepat-investasi-berkelanjutan-di-indonesia-nomor-4-paling-ditunggu-pengusaha</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/18/320/2596119/5-cara-percepat-investasi-berkelanjutan-di-indonesia-nomor-4-paling-ditunggu-pengusaha</guid><pubDate>Rabu 18 Mei 2022 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/18/320/2596119/5-cara-percepat-investasi-berkelanjutan-di-indonesia-nomor-4-paling-ditunggu-pengusaha-Pfd5HF2teb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cara meningkatkan investasi versi Kadin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/18/320/2596119/5-cara-percepat-investasi-berkelanjutan-di-indonesia-nomor-4-paling-ditunggu-pengusaha-Pfd5HF2teb.jpg</image><title>Cara meningkatkan investasi versi Kadin (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kadin menilai ada lima cara untuk mendorong percepatan investasi berkelanjutan dan inklusif. Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengungkapkan cara pertama adalah dengan promosi.
&quot;Pertama, promosi investasi terhadap proyek-proyek dan sektor-sektor unggulan Indonesia, terutama pada (sektor) hilirisasi dan EBT,&quot; katanya dalam Road to G20: Investment Forum &quot;Mendorong Percepatan Investasi Berkelanjutan dan Inklusif&quot; yang dipantau di Jakarta, Rabu (18/5/2022).
BACA JUGA:Investasi Pendidikan Pakai THR Lebaran Anak, Berikut Penjelasannya Bunda!

Menurut Arsjad, upaya promosi sektor unggulan itu bisa dimaksimalkan dalam momentum Presidensi Indonesia dalam G20 2022, termasuk dalam B20.
Upaya kedua, yakni sosialisasi UU Cipta Kerja untuk meyakinkan investor bahwa Indonesia ramah terhadap investasi. Peraturan di bawah UU Cipta Kerja dinilai meningkatkan transparansi, efisiensi, kecepatan dan kepastian berusaha.
BACA JUGA:Raja Investasi Warren Buffett Beli Saham Citigroup

Aturan di bawah UU Cipta Kerja juga didukung dengan kemudahan perizinan investasi melalui Online Single Submission (OSS).
Upaya ketiga, yaitu kemitraan publik dan swasta untuk mempromosikan investasi hijau dan menyediakan kebijakan strategis juga mendorong serta memfasilitasi sharing knowledge.&quot;Keempat, dukungan pemerintah berupa fasilitas paket stimulus yang  mendorong insentif energi hijau. Terakhir, penyediaan layanan end to end  kepada investor hingga investasi terlaksana serta membantu pendampingan  sampai tahap produksi,&quot; katanya.
Arsjad optimis dan yakin upaya tersebut tidak hanya akan mendorong  pertumbuhan ekonomi Indonesia namun juga mencapai pembangunan yang  berkelanjutan dan inklusif melalui hilirisasi dan transisi energi.
&quot;Kadin sebagai mitra strategis pemerintah terus berkomitmen untuk  menguatkan kolaborasi inklusif bersama pemerintah juga pelaku industri  dalam mendukung terciptanya ekosistem hilirisasi energi,&quot; pungkas  Arsjad.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kadin menilai ada lima cara untuk mendorong percepatan investasi berkelanjutan dan inklusif. Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengungkapkan cara pertama adalah dengan promosi.
&quot;Pertama, promosi investasi terhadap proyek-proyek dan sektor-sektor unggulan Indonesia, terutama pada (sektor) hilirisasi dan EBT,&quot; katanya dalam Road to G20: Investment Forum &quot;Mendorong Percepatan Investasi Berkelanjutan dan Inklusif&quot; yang dipantau di Jakarta, Rabu (18/5/2022).
BACA JUGA:Investasi Pendidikan Pakai THR Lebaran Anak, Berikut Penjelasannya Bunda!

Menurut Arsjad, upaya promosi sektor unggulan itu bisa dimaksimalkan dalam momentum Presidensi Indonesia dalam G20 2022, termasuk dalam B20.
Upaya kedua, yakni sosialisasi UU Cipta Kerja untuk meyakinkan investor bahwa Indonesia ramah terhadap investasi. Peraturan di bawah UU Cipta Kerja dinilai meningkatkan transparansi, efisiensi, kecepatan dan kepastian berusaha.
BACA JUGA:Raja Investasi Warren Buffett Beli Saham Citigroup

Aturan di bawah UU Cipta Kerja juga didukung dengan kemudahan perizinan investasi melalui Online Single Submission (OSS).
Upaya ketiga, yaitu kemitraan publik dan swasta untuk mempromosikan investasi hijau dan menyediakan kebijakan strategis juga mendorong serta memfasilitasi sharing knowledge.&quot;Keempat, dukungan pemerintah berupa fasilitas paket stimulus yang  mendorong insentif energi hijau. Terakhir, penyediaan layanan end to end  kepada investor hingga investasi terlaksana serta membantu pendampingan  sampai tahap produksi,&quot; katanya.
Arsjad optimis dan yakin upaya tersebut tidak hanya akan mendorong  pertumbuhan ekonomi Indonesia namun juga mencapai pembangunan yang  berkelanjutan dan inklusif melalui hilirisasi dan transisi energi.
&quot;Kadin sebagai mitra strategis pemerintah terus berkomitmen untuk  menguatkan kolaborasi inklusif bersama pemerintah juga pelaku industri  dalam mendukung terciptanya ekosistem hilirisasi energi,&quot; pungkas  Arsjad.</content:encoded></item></channel></rss>
