<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bersih Diagnos Laboratorium (DGNS) Anjlok 61,2%</title><description>PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) mencatatkan laba bersih Rp8,4 miliar pada kuartal I 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/278/2596747/laba-bersih-diagnos-laboratorium-dgns-anjlok-61-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/278/2596747/laba-bersih-diagnos-laboratorium-dgns-anjlok-61-2"/><item><title>Laba Bersih Diagnos Laboratorium (DGNS) Anjlok 61,2%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/278/2596747/laba-bersih-diagnos-laboratorium-dgns-anjlok-61-2</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/278/2596747/laba-bersih-diagnos-laboratorium-dgns-anjlok-61-2</guid><pubDate>Kamis 19 Mei 2022 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/19/278/2596747/laba-bersih-diagnos-laboratorium-dgns-anjlok-61-2-NOHMqqaLvf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Diagnos anjlok (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/19/278/2596747/laba-bersih-diagnos-laboratorium-dgns-anjlok-61-2-NOHMqqaLvf.jpg</image><title>Laba Diagnos anjlok (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) mencatatkan laba bersih Rp8,4 miliar pada kuartal I 2022. Laba DGNS anjlok hingga 61,2% dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar Rp21,7 miliar. Akibatnya laba per saham dasar dan dilusian turun ke level Rp6,72, sedangkan akhir Maret 2021 berada di level Rp17,44.
Sementara pendapatan bersih anjlok sisa Rp57,888 miliar karena pendapatan referensi dokter pihak berelasi turun menjadi Rp27,148 miliar, atau turun 30,8%  dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp38,295 miliar. Kemudian pendapatan klien korporasi kepada pihak ketiga amblas 60,8% sisa Rp16,6 miliar. Demikian juga pendapatan referensi dokter pihak ketiga merosot 47,3% sisa Rp7,57 miliar.
BACA JUGA:Diagnos Laboratorium Bidik Cuan dari Produk Tes Vaksin Covid-19

Walau beban pokok pendapatan dapat ditekan sedalam 35,8% menjadi Rp27,412 miliar, tapi laba kotor turun 32,5% sisa Rp30,476 miliar. Sayangnya, beban umum dan administrasi bengkak 19,4% menjadi Rp16,205 miliar. Sementara itu, aset tumbuh 3,3% menjadi Rp249,94 miliar yang ditopang kenaikan saldo laba sebesar 6,06% menjadi Rp140,9 miliar.
Patut dicermati, arus kas yang digunakan untuk aktivitas operasi senilai Rp636,28 ribu, memburuk dibandingkan kuartal I 2021 tercatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp10,241 miliar. Hal itu dipicu penerimaan kas dari pelanggan anjlok 47,6% sisa Rp42,896 miliar. Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp300 miliar.
BACA JUGA:Listing di BEI, Bos Diagnos Laboratorium Ungkap Prospek Bisnis Kesehatan

Corporate Secretary DGNS Fanfan Riksani pernah bilang, untuk mengembangkan bisnis perusahaan di tahun ini, DGNS telah menyusun sejumlah rencana pengembangan, termasuk memaksimalkan jasa atau layanan pemeriksaan di luar Covid-19, seperti Medical Check Up (MCU) dan pemeriksaan yang berhubungan dengan genetik atau genomik.Asal tahu saja, kontribusi jasa test PCR terhadap pendapatan DGNS  tercatat mencapai di atas 60% pada tahun 2021 lalu. Selain pengembangan  jasa tau layanan, DGNS juga berencana melakukan ekspansi cabang baru dan  jaringan outlet. Pihaknya berencana menambah empat cabang baru dan 10  sampai dengan 20 jaringan outlet yang tersebar di berbagai wilayah di  Indonesia.
Untuk memaksimalkan rencana bisnis tersebut, Diagnos menyiapkan  alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) sekitar Rp40  miliar. Dimana dana tersebut untuk pengembangan, kemdian pembangunan  cabang dan outlet. Sebagai informasi, saat ini DGNS memiliki total empat  cabang. Dimana keempat cabang baru tersebut akan berlokasi di Bandung,  Jakarta, Surabaya, dan Medan.
Sedangkan untuk outlet, ada sekitar 30 outlet yang tersebar di  berbagai wilayah di Indonesia. Fanfan menambahkan, proses pembangunan  cabang dan outlet ada yang sudah mulai berjalan. Namun, pihaknya belum  bisa bicara lebih detail terkait target pembukaan maupun pengoperasian  cabang maupun outlet tersebut, lantaran prosesnya baru berjalan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) mencatatkan laba bersih Rp8,4 miliar pada kuartal I 2022. Laba DGNS anjlok hingga 61,2% dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar Rp21,7 miliar. Akibatnya laba per saham dasar dan dilusian turun ke level Rp6,72, sedangkan akhir Maret 2021 berada di level Rp17,44.
Sementara pendapatan bersih anjlok sisa Rp57,888 miliar karena pendapatan referensi dokter pihak berelasi turun menjadi Rp27,148 miliar, atau turun 30,8%  dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp38,295 miliar. Kemudian pendapatan klien korporasi kepada pihak ketiga amblas 60,8% sisa Rp16,6 miliar. Demikian juga pendapatan referensi dokter pihak ketiga merosot 47,3% sisa Rp7,57 miliar.
BACA JUGA:Diagnos Laboratorium Bidik Cuan dari Produk Tes Vaksin Covid-19

Walau beban pokok pendapatan dapat ditekan sedalam 35,8% menjadi Rp27,412 miliar, tapi laba kotor turun 32,5% sisa Rp30,476 miliar. Sayangnya, beban umum dan administrasi bengkak 19,4% menjadi Rp16,205 miliar. Sementara itu, aset tumbuh 3,3% menjadi Rp249,94 miliar yang ditopang kenaikan saldo laba sebesar 6,06% menjadi Rp140,9 miliar.
Patut dicermati, arus kas yang digunakan untuk aktivitas operasi senilai Rp636,28 ribu, memburuk dibandingkan kuartal I 2021 tercatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp10,241 miliar. Hal itu dipicu penerimaan kas dari pelanggan anjlok 47,6% sisa Rp42,896 miliar. Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp300 miliar.
BACA JUGA:Listing di BEI, Bos Diagnos Laboratorium Ungkap Prospek Bisnis Kesehatan

Corporate Secretary DGNS Fanfan Riksani pernah bilang, untuk mengembangkan bisnis perusahaan di tahun ini, DGNS telah menyusun sejumlah rencana pengembangan, termasuk memaksimalkan jasa atau layanan pemeriksaan di luar Covid-19, seperti Medical Check Up (MCU) dan pemeriksaan yang berhubungan dengan genetik atau genomik.Asal tahu saja, kontribusi jasa test PCR terhadap pendapatan DGNS  tercatat mencapai di atas 60% pada tahun 2021 lalu. Selain pengembangan  jasa tau layanan, DGNS juga berencana melakukan ekspansi cabang baru dan  jaringan outlet. Pihaknya berencana menambah empat cabang baru dan 10  sampai dengan 20 jaringan outlet yang tersebar di berbagai wilayah di  Indonesia.
Untuk memaksimalkan rencana bisnis tersebut, Diagnos menyiapkan  alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) sekitar Rp40  miliar. Dimana dana tersebut untuk pengembangan, kemdian pembangunan  cabang dan outlet. Sebagai informasi, saat ini DGNS memiliki total empat  cabang. Dimana keempat cabang baru tersebut akan berlokasi di Bandung,  Jakarta, Surabaya, dan Medan.
Sedangkan untuk outlet, ada sekitar 30 outlet yang tersebar di  berbagai wilayah di Indonesia. Fanfan menambahkan, proses pembangunan  cabang dan outlet ada yang sudah mulai berjalan. Namun, pihaknya belum  bisa bicara lebih detail terkait target pembukaan maupun pengoperasian  cabang maupun outlet tersebut, lantaran prosesnya baru berjalan.</content:encoded></item></channel></rss>
