<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rights Issue, Bank Syariah Indonesia Incar Dana Rp5 Triliun</title><description>PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI menambah modal melalui mekanisme rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/278/2596924/rights-issue-bank-syariah-indonesia-incar-dana-rp5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/278/2596924/rights-issue-bank-syariah-indonesia-incar-dana-rp5-triliun"/><item><title>Rights Issue, Bank Syariah Indonesia Incar Dana Rp5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/278/2596924/rights-issue-bank-syariah-indonesia-incar-dana-rp5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/278/2596924/rights-issue-bank-syariah-indonesia-incar-dana-rp5-triliun</guid><pubDate>Kamis 19 Mei 2022 17:40 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/19/278/2596924/rights-issue-bank-syariah-indonesia-incar-dana-rp5-triliun-K94St3i6Qp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BSI bakal rights issue Rp5 triliun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/19/278/2596924/rights-issue-bank-syariah-indonesia-incar-dana-rp5-triliun-K94St3i6Qp.jpg</image><title>BSI bakal rights issue Rp5 triliun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI menambah modal melalui mekanisme rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Perseroan mengincar dana Rp5 triliun dari rights issue yang digelar pada kuartal III 2022.
&amp;ldquo;Rights issue BSI kita siapkan Rp5 triliun bahkan lebih dari pemegang saham eksisting Bank Mandiri, BNI dan BRI. BSI pun dapat menjadi bank syariah yang lebih modern dan dapat memenuhi kebutuhan generasi milenial. Harapannya akuisisi customer baru lebih cepat,&amp;rdquo; kata Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Kamis (19/5/2022).
BACA JUGA:Bank Syariah Indonesia Cetak Laba Bersih Rp987 Miliar di Kuartal I-2022, Naik 33,1%

Menurut Wamen BUMN yang akrab disapa Tiko ini, ada beberapa faktor pendorong di balik aksi korporasi tersebut. BSI akan didorong meningkatkan pangsa pasar di perbankan syariah dari 7% menjadi setidaknya 10%.
Ia menjelaskan BSI pun perlu memperluas jaringan sehingga jangkauan bisnisnya lebih luas dan menjadi bank syariah yang universal. Sebagai bank syariah komersial, kecepatan layanan melalui fitur produk BSI pun perlu ditingkatkan dengan tanpa mengurangi aspek kenyamanan. Hal itu dilakukan BSI salah satunya untuk menggaet nasabah milenial yang memang meningkat tajam.
BACA JUGA:Bank Syariah Indonesia (BRIS) Kantongi Laba Bersih Rp985 Miliar, Melonjak 32%

Adapun batas minimal free float atau saham publik yang beredar sebesar 7,5%. Sementara dalam laman resmi BSI disebut, komposisi pemegang saham BSI saat ini adalah adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 50,95%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebanyak 24,91%, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sejumlah 17,29%.
Sementara itu sisanya adalah DPLK BRI sekitar 1,83%, BNI Life Insurance hanya 0,01%. Juga pemegang saham lain dengan kepemilikan kurang dari 5% termasuk publik baru sekitar 7,08%Lebih lanjut Tiko mengatakan bahwa aksi korporasi itu pun tak  terlepas dari upaya mewujudkan visi BSI menjadi Top 10 Global Islamic  Bank berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2025.
&amp;ldquo;Sehingga BSI menjadi instrumen utama bagi Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,&amp;rdquo; tuturnya.
Sebelumnya, pada 13 Mei lalu BSI telah resmi membuka Representative  Office BSI di Dubai, Uni Emirat Arab, sebagai realisasi program BUMN Go  Global.
Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah awal menghubungkan  perbankan dan keuangan Indonesia dengan pusat-pusat keuangan syariah  dunia termasuk memperdalam penetrasi ekspor ke Afrika dan negara-negara  Arab.
Pihaknya pun berharap BSI mengoptimalkan potensi bisnis di Dubai dan  menjadi jembatan penghubung antara Indonesia dan investor global, untuk  menginvestasikan dana mereka pada proyek-proyek pemerintah seperti  Ibukota Negara Baru (IKN), proyek strategis BUMN, dan proyek  infrastruktur, serta industri keuangan yang berkelanjutan di tanah air.
&amp;ldquo;Ke Uni Emirat Arab, bahwa kita harus selalu reach up dengan customer  dan investor global. Ini merupakan transformasi dan inovasi di BUMN,&amp;rdquo;  ucap Tiko.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI menambah modal melalui mekanisme rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Perseroan mengincar dana Rp5 triliun dari rights issue yang digelar pada kuartal III 2022.
&amp;ldquo;Rights issue BSI kita siapkan Rp5 triliun bahkan lebih dari pemegang saham eksisting Bank Mandiri, BNI dan BRI. BSI pun dapat menjadi bank syariah yang lebih modern dan dapat memenuhi kebutuhan generasi milenial. Harapannya akuisisi customer baru lebih cepat,&amp;rdquo; kata Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Kamis (19/5/2022).
BACA JUGA:Bank Syariah Indonesia Cetak Laba Bersih Rp987 Miliar di Kuartal I-2022, Naik 33,1%

Menurut Wamen BUMN yang akrab disapa Tiko ini, ada beberapa faktor pendorong di balik aksi korporasi tersebut. BSI akan didorong meningkatkan pangsa pasar di perbankan syariah dari 7% menjadi setidaknya 10%.
Ia menjelaskan BSI pun perlu memperluas jaringan sehingga jangkauan bisnisnya lebih luas dan menjadi bank syariah yang universal. Sebagai bank syariah komersial, kecepatan layanan melalui fitur produk BSI pun perlu ditingkatkan dengan tanpa mengurangi aspek kenyamanan. Hal itu dilakukan BSI salah satunya untuk menggaet nasabah milenial yang memang meningkat tajam.
BACA JUGA:Bank Syariah Indonesia (BRIS) Kantongi Laba Bersih Rp985 Miliar, Melonjak 32%

Adapun batas minimal free float atau saham publik yang beredar sebesar 7,5%. Sementara dalam laman resmi BSI disebut, komposisi pemegang saham BSI saat ini adalah adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 50,95%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebanyak 24,91%, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sejumlah 17,29%.
Sementara itu sisanya adalah DPLK BRI sekitar 1,83%, BNI Life Insurance hanya 0,01%. Juga pemegang saham lain dengan kepemilikan kurang dari 5% termasuk publik baru sekitar 7,08%Lebih lanjut Tiko mengatakan bahwa aksi korporasi itu pun tak  terlepas dari upaya mewujudkan visi BSI menjadi Top 10 Global Islamic  Bank berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2025.
&amp;ldquo;Sehingga BSI menjadi instrumen utama bagi Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,&amp;rdquo; tuturnya.
Sebelumnya, pada 13 Mei lalu BSI telah resmi membuka Representative  Office BSI di Dubai, Uni Emirat Arab, sebagai realisasi program BUMN Go  Global.
Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah awal menghubungkan  perbankan dan keuangan Indonesia dengan pusat-pusat keuangan syariah  dunia termasuk memperdalam penetrasi ekspor ke Afrika dan negara-negara  Arab.
Pihaknya pun berharap BSI mengoptimalkan potensi bisnis di Dubai dan  menjadi jembatan penghubung antara Indonesia dan investor global, untuk  menginvestasikan dana mereka pada proyek-proyek pemerintah seperti  Ibukota Negara Baru (IKN), proyek strategis BUMN, dan proyek  infrastruktur, serta industri keuangan yang berkelanjutan di tanah air.
&amp;ldquo;Ke Uni Emirat Arab, bahwa kita harus selalu reach up dengan customer  dan investor global. Ini merupakan transformasi dan inovasi di BUMN,&amp;rdquo;  ucap Tiko.</content:encoded></item></channel></rss>
