<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Menteri Bahlil Tak Ekspor EBT</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia tidak akan akan mengekspor energi baru terbarukan (EBT).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/320/2596263/alasan-menteri-bahlil-tak-ekspor-ebt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/320/2596263/alasan-menteri-bahlil-tak-ekspor-ebt"/><item><title>Alasan Menteri Bahlil Tak Ekspor EBT</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/320/2596263/alasan-menteri-bahlil-tak-ekspor-ebt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/320/2596263/alasan-menteri-bahlil-tak-ekspor-ebt</guid><pubDate>Kamis 19 Mei 2022 06:09 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/18/320/2596263/alasan-menteri-bahlil-tak-ekspor-ebt-AYiJxcIOVA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia tak akan ekspor EBT (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/18/320/2596263/alasan-menteri-bahlil-tak-ekspor-ebt-AYiJxcIOVA.jpg</image><title>Indonesia tak akan ekspor EBT (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia tidak akan akan mengekspor energi baru terbarukan (EBT). Bahlil menegaskan Indonesia belum ada rencana untuk ekspor EBT.
&quot;Pemerintah Indonesia belum berpikir untuk mengekspor EBT kepada negara mana pun,&quot; ujarnya dikutip Antara, Rabu (18/5/2022).
BACA JUGA:Menteri Bahlil: Indonesia Belum Berpikir untuk Ekspor EBT

Dia mengaku mempersilakan investor untuk menanamkan modal untuk sektor EBT di Indonesia. Tapi, untuk produk EBT-nya tidak akan diekspor agar industri bisa terbangun di dalam negeri.
&quot;Silakan investasi di Kepri, monggo, tapi kami belum terpikir untuk ekspor EBT ke negara mana pun. Karena kita akan pakai dulu di dalam negeri, cukup dulu. Silakan kalau mau investasi, investasi di dalam negeri. Karena kalau listriknya kita jual ke negara lain, maka industri akan lari ke sana,&quot; jelasnya.Dia mengatakan Indonesia dinilai punya peran besar dalam pengembangan EBT. Terlebih dengan tren keberlanjutan yang ada saat ini.
Diketahui, Pemerintah terus mendorong pengembangan energi hijau dan  ramah lingkungan, termasuk mengembangkan potensi sumber EBT hingga  mendorong ekosistem kendaraan listrik dan baterai kendaraan listrik di  dalam negeri.
Di mana pada pengembangan energi yang ramah lingkungan juga sejalan  dengan target NDC Indonesia untuk bisa mencapai netral karbon (net zero  emission) pada 2060 atau lebih cepat.
Baca Selengkapnya: Menteri Bahlil: Indonesia Belum Berpikir untuk Ekspor EBT</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia tidak akan akan mengekspor energi baru terbarukan (EBT). Bahlil menegaskan Indonesia belum ada rencana untuk ekspor EBT.
&quot;Pemerintah Indonesia belum berpikir untuk mengekspor EBT kepada negara mana pun,&quot; ujarnya dikutip Antara, Rabu (18/5/2022).
BACA JUGA:Menteri Bahlil: Indonesia Belum Berpikir untuk Ekspor EBT

Dia mengaku mempersilakan investor untuk menanamkan modal untuk sektor EBT di Indonesia. Tapi, untuk produk EBT-nya tidak akan diekspor agar industri bisa terbangun di dalam negeri.
&quot;Silakan investasi di Kepri, monggo, tapi kami belum terpikir untuk ekspor EBT ke negara mana pun. Karena kita akan pakai dulu di dalam negeri, cukup dulu. Silakan kalau mau investasi, investasi di dalam negeri. Karena kalau listriknya kita jual ke negara lain, maka industri akan lari ke sana,&quot; jelasnya.Dia mengatakan Indonesia dinilai punya peran besar dalam pengembangan EBT. Terlebih dengan tren keberlanjutan yang ada saat ini.
Diketahui, Pemerintah terus mendorong pengembangan energi hijau dan  ramah lingkungan, termasuk mengembangkan potensi sumber EBT hingga  mendorong ekosistem kendaraan listrik dan baterai kendaraan listrik di  dalam negeri.
Di mana pada pengembangan energi yang ramah lingkungan juga sejalan  dengan target NDC Indonesia untuk bisa mencapai netral karbon (net zero  emission) pada 2060 atau lebih cepat.
Baca Selengkapnya: Menteri Bahlil: Indonesia Belum Berpikir untuk Ekspor EBT</content:encoded></item></channel></rss>
