<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Peringatkan Eksplorasi SDA Jangan Rusak Lingkungan</title><description>Eksplorasi sumber daya alam (SDA) harus dilakukan secara terukur, memperhatikan keberlanjutan bagi generasi penerus.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/320/2596830/wapres-peringatkan-eksplorasi-sda-jangan-rusak-lingkungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/320/2596830/wapres-peringatkan-eksplorasi-sda-jangan-rusak-lingkungan"/><item><title>Wapres Peringatkan Eksplorasi SDA Jangan Rusak Lingkungan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/320/2596830/wapres-peringatkan-eksplorasi-sda-jangan-rusak-lingkungan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/19/320/2596830/wapres-peringatkan-eksplorasi-sda-jangan-rusak-lingkungan</guid><pubDate>Kamis 19 Mei 2022 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/19/320/2596830/wapres-peringatkan-eksplorasi-sda-jangan-rusak-lingkungan-C22IM5CsNZ.png" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin minta eksplorasi sda jangan rusak lingkungan (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/19/320/2596830/wapres-peringatkan-eksplorasi-sda-jangan-rusak-lingkungan-C22IM5CsNZ.png</image><title>Wapres Maruf Amin minta eksplorasi sda jangan rusak lingkungan (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Eksplorasi sumber daya alam (SDA) harus dilakukan secara terukur, memperhatikan keberlanjutan bagi generasi penerus. Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menegaskan eksplorasi juga tidak boleh merusak lingkungan.
&quot;Saya pesan supaya ini dilakukan dengan cara-cara yang tetap menjaga kelestarian dan keberlanjutan, jangan sampai merusak lingkungan dan juga eksplorasi lebih terukur, tidak menghabiskan hanya untuk generasi sekarang tapi juga memperhatikan generasi akan datang,&quot; ujar Wapres.
BACA JUGA:Timah (TINS) Habiskan Biaya Eksplorasi Rp44,8 Miliar di Laut dan Darat

Dia menyampaikan peletakan batu pertama untuk Kawasan Industri NIS sebagai upaya dan komitmen pemerintah mendorong pengelolaan sumber daya alam agar lebih maksimal, melalui proses hilirisasi di dalam negeri.
Sehingga pengelolaan sumber daya alam nasional bisa menghasilkan produk yang memiliki daya saing, sekaligus memunculkan dampak bagi pembukaan tenaga kerja.
BACA JUGA:SKK Migas Memastikan Besaran Cadangan Hidrokarbon di Sumur Eksplorasi West Penyu

Dia meminta kegiatan di Kawasan Industri NIS berkolaborasi dengan pemda serta menggunakan tenaga-tenaga yang bisa dimanfaatkan di dalam negeri untuk menyejahterakan masyarakat.&quot;Karena itu saya juga mengajak Menteri Ketenagakerjaan untuk  menyiapkan tenaga-tenaga yang capable yang bisa mendukung perkembangan  industri keseluruhan di Konawe Utara ini. Dan saya kira menteri juga  sudah menyiapkan BLK (Balai Latihan Kerja) di sini untuk mendukung itu.  Sehingga nanti masyarakat Sulawesi Tenggara, bisa bekerja dan bisa  berpartisipasi tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan industri  di wilayahnya,&quot; jelasnya.
Lebih jauh Wapres menyampaikan berdasarkan informasi, Kabupaten  Konawe Utara memiliki Wilayah Izin Usaha Pertambangan paling luas di  Provinsi Sulawesi Tenggara. Namun, sejauh ini proses hilirisasi masih  belum maksimal. Menurutnya, hal tersebut disebabkan fasilitas yang belum  tersedia dan beberapa hal teknis lain.
Wapres menyampaikan pemerintah terus melakukan upaya optimal untuk mengatasi hal tersebut.
&quot;Walau kebijakan afirmasi sudah diberikan dan pemerintah ingin  memberi kemudahan, tapi memang kita juga harus menyiapkan infrastruktur  dan berbagai hal yang diperlukan, karena itu kita terus melakukan supaya  lebih optimal lagi memberikan perizinan serta faktor-faktor pendukung  lain bersama dengan pemerintah daerah,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Eksplorasi sumber daya alam (SDA) harus dilakukan secara terukur, memperhatikan keberlanjutan bagi generasi penerus. Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menegaskan eksplorasi juga tidak boleh merusak lingkungan.
&quot;Saya pesan supaya ini dilakukan dengan cara-cara yang tetap menjaga kelestarian dan keberlanjutan, jangan sampai merusak lingkungan dan juga eksplorasi lebih terukur, tidak menghabiskan hanya untuk generasi sekarang tapi juga memperhatikan generasi akan datang,&quot; ujar Wapres.
BACA JUGA:Timah (TINS) Habiskan Biaya Eksplorasi Rp44,8 Miliar di Laut dan Darat

Dia menyampaikan peletakan batu pertama untuk Kawasan Industri NIS sebagai upaya dan komitmen pemerintah mendorong pengelolaan sumber daya alam agar lebih maksimal, melalui proses hilirisasi di dalam negeri.
Sehingga pengelolaan sumber daya alam nasional bisa menghasilkan produk yang memiliki daya saing, sekaligus memunculkan dampak bagi pembukaan tenaga kerja.
BACA JUGA:SKK Migas Memastikan Besaran Cadangan Hidrokarbon di Sumur Eksplorasi West Penyu

Dia meminta kegiatan di Kawasan Industri NIS berkolaborasi dengan pemda serta menggunakan tenaga-tenaga yang bisa dimanfaatkan di dalam negeri untuk menyejahterakan masyarakat.&quot;Karena itu saya juga mengajak Menteri Ketenagakerjaan untuk  menyiapkan tenaga-tenaga yang capable yang bisa mendukung perkembangan  industri keseluruhan di Konawe Utara ini. Dan saya kira menteri juga  sudah menyiapkan BLK (Balai Latihan Kerja) di sini untuk mendukung itu.  Sehingga nanti masyarakat Sulawesi Tenggara, bisa bekerja dan bisa  berpartisipasi tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan industri  di wilayahnya,&quot; jelasnya.
Lebih jauh Wapres menyampaikan berdasarkan informasi, Kabupaten  Konawe Utara memiliki Wilayah Izin Usaha Pertambangan paling luas di  Provinsi Sulawesi Tenggara. Namun, sejauh ini proses hilirisasi masih  belum maksimal. Menurutnya, hal tersebut disebabkan fasilitas yang belum  tersedia dan beberapa hal teknis lain.
Wapres menyampaikan pemerintah terus melakukan upaya optimal untuk mengatasi hal tersebut.
&quot;Walau kebijakan afirmasi sudah diberikan dan pemerintah ingin  memberi kemudahan, tapi memang kita juga harus menyiapkan infrastruktur  dan berbagai hal yang diperlukan, karena itu kita terus melakukan supaya  lebih optimal lagi memberikan perizinan serta faktor-faktor pendukung  lain bersama dengan pemerintah daerah,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
